Ekonomi

Indika Energy (INDY) Gelontorkan Rp 15,57 Miliar untuk Eksplorasi Kideco dan Masmindo

Indika Energy (INDY) Gelontorkan Rp 15 — Ilustrasi aktivitas eksplorasi tambang batu bara dengan alat berat di lokasi pertambangan
PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatat biaya eksplorasi Rp 15,57 miliar pada Oktober 2026 melalui Kideco dan Masmindo.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) melaporkan total biaya eksplorasi sebesar Rp 15,57 miliar pada Oktober 2026. Belanja eksplorasi itu dikeluarkan melalui dua anak usahanya, yakni PT Kideco Jaya Agung dan PT Masmindo Dwi Area.

Rincian tersebut tertuang dalam laporan aktivitas eksplorasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/10/2026). Kideco menyumbang porsi terbesar, sedangkan Masmindo menyusul dengan belanja yang lebih kecil.

Kideco mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp 9,44 miliar. Kegiatan eksplorasi dilakukan di wilayah Samurangau, Blok Roto Samurangau, dan Blok Susubang Uko.

Dalam kegiatan tersebut, Kideco melakukan pengeboran dengan metode open hole dan coring, yang dilengkapi pencatatan geofisika serta pengujian sampel batubara dan batuan pengapitnya.

Astra (ASII) Gelar Tender Sukarela Saham AUTO di Harga Rp 3.600 per Saham

Anak Usaha Kideco Jaya Agung & Masmindo Dwi Area
Total biaya eksplorasi Rp 15,57 miliar
Porsi Kideco Rp 9,44 miliar
Porsi Masmindo Rp 6,13 miliar
Tanggal laporan Senin, 12 Oktober 2026

Hingga akhir periode pelaporan, kegiatan pengeboran Kideco mencakup 65 lubang dengan total kedalaman 10.717,4 meter. Perinciannya terdiri dari pengeboran inti sepanjang 3.672,25 meter dan pengeboran open hole sepanjang 7.045,15 meter.

Kideco berencana melanjutkan aktivitas pengeboran. Langkah itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan potensi cadangan di wilayah operasinya tetap terpetakan dengan baik.

Eksplorasi di Sulawesi Selatan

Sementara itu, Masmindo mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp 6,13 miliar di wilayah Awak Mas, Puncak Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Kegiatan eksplorasi Masmindo meliputi pengeboran open hole, pemetaan geologi, dan analisis sampel. Hingga akhir periode pelaporan, perusahaan telah mengumpulkan 191 sampel dan melakukan pengeboran di tujuh lubang.

Masmindo berencana melanjutkan pemetaan geologi dan pengeboran eksplorasi untuk mendukung kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut.

IHSG Ambruk 2,59% ke 5.936 di Awal Pekan, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing

Ngabang Tanpa Aktivitas Eksplorasi

Adapun anak usaha INDY lainnya, PT Mekko Metal Mining, tidak melakukan aktivitas eksplorasi di wilayah Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, selama periode pelaporan.

Dengan demikian, belanja eksplorasi grup pada periode ini sepenuhnya berasal dari dua entitas, Kideco dan Masmindo, yang bergerak di komoditas berbeda.

  • Total biaya eksplorasi INDY mencapai Rp 15,57 miliar pada Oktober 2026.
  • Kideco menyumbang Rp 9,44 miliar, Masmindo Rp 6,13 miliar.
  • Mekko Metal Mining tidak melakukan aktivitas eksplorasi di Ngabang selama periode pelaporan.

Pertanyaan Umum

Berapa total biaya eksplorasi Indika Energy pada Oktober 2026?

Total biaya eksplorasi yang dilaporkan INDY mencapai Rp 15,57 miliar, yang dikeluarkan melalui dua anak usahanya, Kideco Jaya Agung dan Masmindo Dwi Area.

Di mana saja lokasi eksplorasi Kideco dan Masmindo?

Kideco beroperasi di wilayah Samurangau, Blok Roto Samurangau, dan Blok Susubang Uko. Sementara Masmindo melakukan eksplorasi di wilayah Awak Mas, Puncak Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Apakah anak usaha INDY lainnya juga melakukan eksplorasi?

Tidak. PT Mekko Metal Mining tidak melakukan aktivitas eksplorasi di wilayah Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, selama periode pelaporan.

Sumber: Kontan

Exit mobile version