Bisnis

IHSG Terkoreksi ke 6.241, Ini Saham Net Sell Terbesar Asing

IHSG Terkoreksi — Layar pergerakan grafik Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG yang terkoreksi ke zona merah.
Laju IHSG tergelincir ke zona merah di posisi 6.241,89 pada penutupan perdagangan akhir pekan.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tergelincir ke zona merah pada penutupan perdagangan akhir pekan. Indeks komposit parkir pada posisi 6.241,89 setelah mengalami koreksi 0,90 persen atau terpangkas 56 poin dari perdagangan sebelumnya.

Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi bursa domestik yang berlangsung sepanjang pekan. Secara kumulatif, performa indeks saham gabungan merosot sebesar 3,09 persen dalam rentang waktu lima hari bursa.

Pelemahan IHSG dan Dominasi Tren Negatif

Sejak pembukaan sesi pertama, gerak indeks komposit tampak kesulitan menembus teritori positif dan lebih banyak berkutat di area koreksi. IHSG sempat menyentuh level tertinggi hariannya di angka 6.328 sebelum akhirnya terus merosot hingga menyentuh level terendah di posisi 6.231.

Pelebaran rentang penurunan ini menggambarkan tingginya intensitas aksi jual yang terjadi di pasar reguler. Menjelang penutupan sesi kedua, tekanan jual belum mereda sehingga indeks terpaksa bertengger dekat posisi terendahnya sepanjang hari.

Keluasan pasar mencerminkan dominasi sentimen negatif yang cukup masif di hampir seluruh sektor. Tercatat sebanyak 558 saham berakhir di zona merah dan menjadi beban laju indeks, sementara hanya 118 saham yang menguat serta 117 saham lainnya tidak bergerak.

Banyaknya emiten yang mengalami koreksi harga menandakan bahwa pelemahan pasar tidak hanya melanda saham berkapitalisasi jumbo. Saham lapis kedua dan lapis ketiga juga ikut tertekan seiring sikap hati-hati para pelaku pasar domestik.

Tekanan Arus Modal dan Aksi Jual Bersih Asing

Penurunan indeks komposit beriringan dengan masih derasnya arus keluar modal pemodal internasional dari pasar modal dalam negeri. Pada perdagangan akhir pekan, pemodal asing membukukan aksi net sell senilai Rp 559,07 miliar di seluruh pasar.

Aksi jual bersih harian tersebut kian mempertebal akumulasi keluarnya dana investor mancanegara dari bursa saham Indonesia. Dalam sepekan terakhir, nilai pelepasan kepemilikan oleh investor asing telah menembus angka Rp 4,39 triliun di seluruh pasar bursa.

Tekanan jual dalam skala besar tersebut memperlihatkan kecenderungan pemodal institusi untuk mengurangi eksposur risiko pada portofolio pasar berkembang. Sentimen makroekonomi regional serta ketidakpastian suku bunga global turut mempengaruhi keputusan investor dalam mengamankan likuiditas.

Keluarnya modal asing secara beruntun sepanjang pekan ini juga menekan likuiditas transaksi di pasar reguler. Situasi tersebut menahan minat beli pelaku pasar domestik yang memilih menunggu konfirmasi pembalikan arah pergerakan harga.

Daftar Saham Paling Banyak Dilepas Asing

Pelepasan saham oleh pemodal luar negeri pada akhir pekan terkonsentrasi pada emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar dan bertransaksi likuid. Sektor telekomunikasi, jasa penunjang pertambangan, dan perbankan mendominasi jajaran emiten yang paling banyak dilepas.

Berikut merupakan rincian sepuluh saham dengan nilai penjualan bersih terbesar oleh pemodal asing pada perdagangan akhir pekan:

  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berada di peringkat teratas dengan catatan nilai jual bersih asing mencapai Rp 116,94 miliar.
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menempati urutan kedua setelah dilepas pemodal asing dengan nilai bersih Rp 113,82 miliar.
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan nilai penjualan bersih oleh investor mancanegara sebesar Rp 71,02 miliar.
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan aksi lepas portofolio oleh pemodal asing senilai Rp 62,80 miliar.
  • PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan pelepasan modal asing dengan nilai transaksi bersih Rp 49,87 miliar.
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menghadapi tekanan arus keluar dana asing dengan nilai Rp 37,82 miliar.
  • PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatatkan penjualan bersih oleh investor asing sebesar Rp 33,04 miliar.
  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengalami aksi jual bersih oleh investor luar negeri senilai Rp 26,92 miliar.
  • PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan tekanan jual modal asing dengan akumulasi nilai Rp 25,06 miliar.
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilepas oleh pemodal mancanegara dengan nilai transaksi bersih mencapai Rp 18,68 miliar.

Konsentrasi Tekanan pada Sektor Perbankan dan Telekomunikasi

Tekanan terhadap saham-saham perbankan milik negara tampak cukup nyata pada akhir pekan ini. Tiga bank pelat merah utama, yakni BMRI, BBRI, dan BBNI, secara keseluruhan mencatatkan total pelepasan dana asing lebih dari Rp 171 miliar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perbankan yang biasanya menjadi jangkar penopang indeks komposit justru menjadi sasaran utama perampingan portofolio. Likuiditas tinggi pada sektor keuangan memudahkan investor institusi untuk mencairkan aset dalam jumlah besar tanpa menimbulkan guncangan harga yang terlalu liar.

Emiten telekomunikasi raksasa PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi saham dengan tekanan jual tertinggi yang melampaui Rp 116 miliar. Penurunan selera risiko terhadap saham sektor konektivitas juga tercermin dari masuknya emiten telekomunikasi lain, yakni ISAT, ke dalam deretan saham teratas yang dilego asing.

Pergerakan korektif pada kedua emiten telekomunikasi tersebut menandakan adanya aksi penyesuaian ekspektasi margin operasional perseroan. Hal ini memicu aksi jual jangka pendek dari para pengelola dana global.

Dinamika Sektor Energi dan Ketahanan Pasar

Selain perbankan dan telekomunikasi, saham yang berkaitan dengan komoditas dan jasa pertambangan seperti DEWA, DSSA, dan ANTM turut mengalami tekanan pelepasan modal. Arus keluar pada saham DEWA bahkan menembus posisi kedua terbesar dengan nominal lebih dari Rp 113 miliar.

Masuknya saham-saham energi dan mineral ke dalam daftar pelepasan menunjukkan kecenderungan pemodal asing dalam membatasi risiko pada industri komoditas. Ketidakpastian permintaan bahan baku industri dunia mendorong investor melakukan realisasi keuntungan terlebih dahulu.

Emiten konglomerasi otomotif ASII juga tidak luput dari aksi jual dengan nilai mendekati Rp 50 miliar. Penurunan harga saham ASII mencerminkan kehati-hatian investor terhadap prospek konsumsi domestik serta kinerja industri manufaktur.

Kendati demikian, masih bertahannya 118 saham di zona hijau membuktikan bahwa pasar tidak sepenuhnya kehilangan daya beli. Pelaku pasar terlihat tetap melirik saham-saham tertentu yang memiliki fundamental defensif atau katalis kinerja individual di tengah pelemahan indeks secara umum.

Struktur pasar yang timpang dengan lebih dari lima ratus saham melemah menuntut disiplin evaluasi portofolio dari para pelaku pasar. Menjaga profil likuiditas dan mencermati pergerakan dana institusi menjadi pertimbangan utama saat pasar saham berada dalam tren konsolidasi turun.

Pertanyaan Umum

Berapa level penutupan IHSG pada perdagangan akhir pekan?

IHSG ditutup melemah 0,90 persen atau terpangkas 56 poin ke level 6.241,89 pada perdagangan akhir pekan. Indeks komposit sempat bergerak di antara level terendah 6.231 dan level tertinggi 6.328 sepanjang jam transaksi bursa.

Berapa total nilai penjualan bersih asing dalam sepekan terakhir?

Akumulasi penjualan bersih oleh investor asing mencapai Rp 4,39 triliun di seluruh pasar selama sepekan perdagangan terakhir. Khusus pada penutupan akhir pekan, nilai penjualan bersih harian tercatat sebesar Rp 559,07 miliar.

Saham mana saja yang paling banyak dilepas oleh investor asing?

Saham yang paling banyak dilepas oleh pemodal asing pada akhir pekan dipimpin oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai Rp 116,94 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp 113,82 miliar. Saham perbankan besar seperti BMRI dan BBRI juga mencatatkan aksi jual signifikan masing-masing sebesar Rp 71,02 miliar dan Rp 62,80 miliar.

Sumber: Kontan

Exit mobile version