Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 5.075,50 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (30/10/2026), melanjutkan tekanan yang terjadi sehari sebelumnya. Sejumlah saham besar kompak tertekan, mulai dari BREN, PANI, hingga ISAT.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka turun 0,44% atau 22,55 poin ke 5.075,50 hingga pukul 09.01 WIB. Pada awal perdagangan, indeks sempat menyentuh level terendah 5.053,66 dan bergerak ke posisi 5.078,61.
Dari sisi breadth pasar, sebanyak 117 saham menguat, 373 saham terkoreksi, dan 168 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat berada di posisi Rp8.928,38 triliun.
Tekanan di Saham Big Cap dan LQ45
Saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks. PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) turun paling dalam, yaitu 6,97% ke Rp2.270. Menyusul PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 4,66% menjadi Rp1.849, serta PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang melemah 2,97% menuju Rp3.920 per saham.
Di jajaran LQ45, saham PT Indosat Tbk. (ISAT) membukukan pelemahan sebesar 6,83% ke level Rp1.365. Disusul PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) dengan penurunan mencapai 3,85% menjadi Rp125 per saham.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Level IHSG (09.01 WIB) | 5.075,50 |
| Pelemahan | 0,44% / 22,55 poin |
| Terendah hari ini | 5.053,66 |
| Saham naik / turun / stagnan | 117 / 373 / 168 |
| Kapitalisasi pasar | Rp8.928,38 triliun |
Peluang Rebound Jangka Pendek
Meski dibuka melemah, indeks komposit diproyeksikan berpeluang mengalami penguatan jangka pendek pada perdagangan hari ini. Proyeksi itu muncul setelah IHSG sebelumnya tertekan tajam di tengah sentimen negatif bursa global dan regional.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa IHSG ditutup anjlok 3,50% pada perdagangan Kamis (29/10/2026), disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai sekitar Rp1,52 triliun.
Berdasarkan data perdagangan kemarin, saham yang paling banyak dilepas pemodal asing meliputi BBCA, BBRI, BMRI, ANTM, dan TLKM.
“IHSG berpotensi short term technical rebound hari ini.”
— Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas
Secara teknikal, BNI Sekuritas memproyeksikan rentang support IHSG berada di 5.050–5.080, sedangkan area resistance berada di rentang 5.120–5.180.
Sentimen Global Masih Menekan
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Pelemahan ini dipicu kekhawatiran investor terhadap tingginya belanja modal untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), di tengah rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS.
Indeks Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,25%, S&P 500 melemah 0,30%, dan Nasdaq Composite anjlok 1,37%. Saham Alphabet merosot hingga 12,6% setelah melaporkan pendapatan kuartalan di bawah ekspektasi pasar akibat pembengkakan biaya pengembangan AI.
Sejalan dengan Wall Street, mayoritas bursa Asia juga bergerak melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang masih menguat 1,10%, tetapi Shanghai Composite China turun 1,03%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,59%, TAIEX Taiwan terkoreksi 1,42%, dan KOSPI Korea Selatan berkurang 1,24%.
- IHSG dibuka turun 0,44% ke 5.075,50 pada Jumat (30/10/2026).
- Investor asing mencatat net sell sekitar Rp1,52 triliun pada Kamis (29/10/2026), saat IHSG anjlok 3,50%.
- BNI Sekuritas memproyeksikan support 5.050–5.080 dan resistance 5.120–5.180.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Pertanyaan Umum
Berapa level IHSG pada pembukaan perdagangan 30 Oktober 2026?
IHSG dibuka melemah 0,44% atau 22,55 poin ke level 5.075,50 hingga pukul 09.01 WIB, setelah bergerak di rentang 5.053,66–5.078,61 pada awal perdagangan.
Saham apa saja yang turun paling dalam?
MORA turun 6,97% ke Rp2.270, BREN terkoreksi 4,66% menjadi Rp1.849, dan PANI melemah 2,97% menuju Rp3.920 per saham. Di jajaran LQ45, ISAT turun 6,83% ke Rp1.365 dan SCMA melemah 3,85% menjadi Rp125.
Mengapa IHSG berpeluang rebound?
BNI Sekuritas menilai IHSG berpotensi mengalami short term technical rebound setelah anjlok 3,50% pada Kamis (29/10/2026), dengan rentang support 5.050–5.080 dan resistance 5.120–5.180.
Sumber: Bisnis.com




















