Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Opini

Hukum Bukan Pajangan: Ketika Sebagian Pejabat Masih Menganggap Aturan untuk Dilanggar

×

Hukum Bukan Pajangan: Ketika Sebagian Pejabat Masih Menganggap Aturan untuk Dilanggar

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_HARIANESIA.COM_ Di negara yang menjunjung tinggi prinsip hukum, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Prinsip tersebut bukan sekadar slogan yang tertulis dalam konstitusi, melainkan fondasi utama bagi terciptanya keadilan dan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Namun, dalam praktiknya, masih sering muncul berbagai kasus yang melibatkan oknum pejabat negara yang diduga atau terbukti melanggar hukum, sehingga menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah hukum benar-benar berlaku sama bagi semua orang?

Fenomena pelanggaran hukum yang dilakukan oleh sebagian pejabat publik bukan hanya mencederai integritas lembaga yang mereka wakili, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan. Ketika seorang pejabat yang seharusnya menjadi teladan justru terjerat kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang, gratifikasi, atau pelanggaran aturan lainnya, maka pesan yang diterima publik menjadi sangat negatif.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Masyarakat tentu berharap para pemegang amanah negara menjadi contoh dalam menaati aturan. Sebab, pejabat negara memperoleh kepercayaan dan kewenangan dari rakyat untuk menjalankan pemerintahan secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Ketika kepercayaan tersebut disalahgunakan, dampaknya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengikis moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Tanah Tinggi, Tanah Penuh Persatuan Opini oleh Judistia Aziz Tawakal, S.H., M.H

Lebih memprihatinkan lagi apabila terdapat kesan bahwa hukum dapat dipermainkan oleh mereka yang memiliki kekuasaan. Kesan seperti ini berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum. Masyarakat dapat merasa bahwa hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Padahal, keadilan yang sesungguhnya hanya dapat terwujud apabila penegakan hukum dilakukan secara adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Baca Juga :  Peran Heri Yanto sebagai Pimpinan Redaksi Harianesia.com dalam Membawa Media ke Era Baru

Penegak hukum memiliki tanggung jawab besar untuk membuktikan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Setiap dugaan pelanggaran harus diproses berdasarkan fakta, bukti, dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ketegasan dalam menindak pelanggaran hukum oleh pejabat negara justru menjadi bukti bahwa negara hadir untuk menjaga keadilan dan kepentingan rakyat.

Di sisi lain, reformasi birokrasi dan penguatan sistem pengawasan internal harus terus dilakukan. Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan. Transparansi, akuntabilitas, serta keterlibatan masyarakat dan media massa dalam melakukan kontrol sosial merupakan bagian penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Pada akhirnya, hukum tidak dibuat untuk dilanggar, melainkan untuk dijunjung dan ditegakkan. Setiap pejabat negara harus menyadari bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak istimewa yang dapat digunakan sesuka hati. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moral dan hukum yang harus dipikulnya.

Baca Juga :  Skandal THR Ilegal di Disrumkim Kota Depok: Dugaan Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang

Rakyat tidak menuntut kesempurnaan dari para pemimpinnya. Namun rakyat berhak menuntut kejujuran, keteladanan, dan kepatuhan terhadap hukum. Sebab hanya dengan itulah kepercayaan publik dapat terjaga, dan cita-cita mewujudkan negara yang adil dan berdaulat dapat benar-benar diwujudkan.

Oleh: Heri Yanto

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600