Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Gembala Yoman: Kutuk Tembak Pilot di Yahukimo, Tapi Jangan Tuduh TPNPB Sebelum Investigasi Internasional

×

Gembala Yoman: Kutuk Tembak Pilot di Yahukimo, Tapi Jangan Tuduh TPNPB Sebelum Investigasi Internasional

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAYAPURA_HARAIANESIA.COM, 4 Juli 2026 – Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman mengutuk keras penembakan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, dan pembakaran pesawat PT AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Yahukimo, pada 2 Juli 2026.

Namun dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (4/7/2026), Yoman meminta publik tidak terburu-buru menuduh TPNPB sebagai pelaku. “Kita perlu investigasi independen dan kredibel yang melibatkan komunitas internasional untuk memastikan siapa sebenarnya pelaku kejahatan yang keji dan barbar ini,” tulisnya.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Dulu Papua Aman, Sekarang Darah Tumpah di Depan TNI-Polri”

Yoman mengenang, sebelum pemekaran besar-besaran, Tanah Papua aman. “Pilot-pilot terbang di pedalaman aman-aman saja. Tenaga medis, guru aman-aman saja,” tulisnya.

Baca Juga :  MAN 1 Bogor Bungkam Soal Dugaan Pungli Komite, Sekolah Kosong Saat Dikonfirmasi Media

Ia menilai aneh karena kekerasan justru meningkat setelah anggota TNI dan Polri berkeliaran sampai ke kampung-kampung. Ia mengutip A.C. Manulang, eks Direktur BAKIN: “Sangat mungkin kerusuhan ini didesain dari Jakarta”.

9 Nyawa Asing Melayang, Siapa Bertanggung Jawab?

Menurut Yoman, konflik di Papua dirawat untuk merampok SDA dengan memusnahkan Orang Asli Papua. “POAP dilihat sebagai penghalang yang perlu ditiadakan dari Tanah leluhur mereka,” tulisnya.

Ia mencatat 9 kasus kematian warga asing dan pilot sejak 2002 yang belum diusut tuntas:
1. Nicholas F. Goselin, AS – 2 Juli 2026, Yahukimo
2. Egon Irawan & Baskoro Adi Anggoro – 11 Februari 2026, Boven Digoel
3. Glen Malcolm Conning, Selandia Baru – 5 Agustus 2024, Mimika
4. Rick Spier & Edwin Burgon – 31 Agustus 2002, Timika
5. Pieper Dietmar Helmut, Jerman – 29 Mei 2012, Jayapura
6. Graeme Thomas Wall – 30 Maret 2020, Timika
7. Brigjen TNI I Gusti Putu Danny – 25 April 2021, Puncak
8. Michelle Kurisi Doga – 29 Agustus 2023, Wamena
9. Pembakaran pesawat MAF pilot Alex Luferched, AS – 6 Januari 2021, Intan Jaya

Baca Juga :  Dari Dunia Jurnalistik ke Badan Gizi Nasional, Jejak Pengabdian Nanik S. Deyang

“Sejauh belum ada investigasi independen, maka semua tuduhan kepada TPNPB tidak benar,” tegas Yoman.

“Mengapa PBB Dilarang Masuk Papua?”

Yoman mempertanyakan penutupan akses bagi Komisioner Tinggi HAM PBB, wartawan, dan diplomat asing ke Papua. “Indonesia takut apa, bikin apa dan sembunyikan apa di Papua Barat?” tanyanya.

Ia menyebut pemerintah harus bertanggung jawab menyelesaikan 4 akar konflik rekomendasi LIPI/BRIN.(DW)

Baca Juga :  GMNI NABIRE: DUKUNG PFM SEBAGAI PENYAMBUNG LIDAH RAKYAT, DESAK FW TAK KERDILKAN DPD RI DAN KETUA MRP PAPUA TENGAH WAJIB MUNDUR

Profil:
Dr. A.G. Socratez Yoman adalah Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, Anggota Dewan Gereja Papua, PCC, dan Baptist World Alliance.

Dwi

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600