Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Gembala Socratez Yoman: SDA Papua Sumber Malapetaka, Dari Lumumba Hingga Ibu Hamil di Intan Jaya

×

Gembala Socratez Yoman: SDA Papua Sumber Malapetaka, Dari Lumumba Hingga Ibu Hamil di Intan Jaya

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAYAPURA_HARAIANESIA.COM- Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua, Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman, menyebut sumber daya alam Papua sebagai akar malapetaka bagi rakyat Papua dan tokoh dunia.

“Fakta bahwa kami dimusnahkan bukan karena separatis tapi karena emas kami yang melimpah di atas Tanah leluhur kami,” tulis Socratez dalam artikel yang diterima Redaksi Minggu (5/7/2026).

Banner Iklan Harianesia 300x600

Ia menyamakan kasus tewasnya ibu hamil Melkiana Duwitau ditembak TNI di Intan Jaya pada 2 Juli 2026 dengan pembunuhan tokoh dunia seperti Patrice Lumumba, Dag Hammarskjöld, John F. Kennedy, hingga Sukarno.

“Pengorbanan ibu Melkiana dengan banyak rakyat sipil di Intan Jaya adalah motivasi penguasaan dan pengeksploitasian sumber daya alam atau tambang di Blok Wabu,” tulis Socratez.

Menurut dia, operasi militer di Intan Jaya bukan soal TPNPB. “Untuk menguasai dan mengeksploitasi emas di Blok Wabu, penduduk asli harus diusir, dilemahkan dan dimusnahkan.”

Socratez memaparkan enam kasus tokoh dunia yang tewas karena kepentingan kapitalisme atas SDA:

1. *Patrice Lumumba*, Perdana Menteri Kongo, dibunuh CIA 17 Januari 1961 karena menolak Amerika menguasai kobalt dan tembaga Kongo.
2. *Dag Hammarskjöld*, Sekjen PBB, tewas 18 September 1961. “Dag Hammarskjold tewas dengan di tangannya Paper yang berjudul ‘Papua For Papua’. Kematian Sekjen PBB berkaitan dengan SDA di Kongo dan emas di Timika, Papua Barat,” tulis Socratez.
3. *John F. Kennedy* ditembak mati 22 November 1963 karena negosiasi damai soal masa depan Papua Barat. “Pihak yang mengincar tambang emas di Timika merasa dihambat, maka John. F. Kennedy disingkirkan.”
4. *Ir. Sukarno* disingkirkan 1965 dengan tuduhan komunis. “Waktu itu, dalam Perang Dingin Ir. Sukarno lebih dekat dengan Blok Uni Soviet daripada Amerika Serikat,” tulisnya.
5. *Saddam Hussein* dieksekusi 30 Desember 2006. “Yang dikejar dan diburu oleh Amerika Serikat ialah menyingkirkan Saddam Hussein orang kuat di Timur Tengah, dan ladang minyak di Irak.”
6. *Nicolas Maduro* ditangkap militer AS 3 Januari 2026 karena tuduhan narko-terorisme dan motif geopolitik untuk mengendalikan cadangan minyak Venezuela.

Baca Juga :  Dari Dunia Jurnalistik ke Badan Gizi Nasional, Jejak Pengabdian Nanik S. Deyang

Socratez menegaskan: “Patrice Lumumba, Dag Hamarskjold, John F. Kennedy, Ir. Sukarno, Saddam Hussein, Nicolas Maduro, dan ibu hamil Melkiana Duwitau menjadi korban karena kepentingan kapitalisme, imperialisme, dan kolonialisme.”

Amerika Pelihara Indonesia Sebagai Proxy War

Ia mengingatkan posisi Indonesia di mata Amerika. “INGAT! Sepanjang dan sejauh Indonesia tidak mengganggu perusahaan milik Amerika PT Freeport McMoran di Namangkawi-Ndugu-Ndugu di Timika, selama itu juga Amerika pelihara Indonesia sebagai proxy war,” tegas Socratez.

Baca Juga :  Elstar Bus Siapkan Promo Gila-Gilaan, Trayek Makassar- Malili–Wawondula-Soroako Hanya Separuh Harga

Ia menyoroti perpanjangan kontrak Freeport. “Kontrak Kerja PT Freeport McMoran dengan Indonesia pada 7 April 1967 sekitar 59 tahun lalu sebelum wilayah Papua Barat menjadi wilayah Indonesia melalui rekayasa Pepera pada 14 Juli-2 Agustus 1969 yang dimenangkan ABRI.”

Menurut Socratez, PP Nomor 25 Tahun 2024 era Jokowi jadi landasan hukum perpanjangan IUPK PTFI hingga 2061. “Sementara Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto telah resmi menyepakati perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia hingga tahun 2061.”

“Ini yang saya maksudkan bahwa Indonesia adalah proxy war atau boleh dikatakan ‘anjing’ penjaga perusahaan milik Amerika di Namangkawi-Ndugu-Ndugu-Tembagapura-Timika. Jadi, Amerika Serikat katakan kepada Indonesia, tolong jaga perusahaan saya, kalau ada gangguan harus bayar harga yang mahal,” tulis Socratez.

Baca Juga :  Asik Tri Adhianto Dorong Sungai Cikeas Bekasi Jadi Destinasi Sport Tourism melalui Susur Sungai

Ia menutup: “Doa dan harapan saya, bahwa tulisan ini membuka perspektif baru bagi para pembaca yang mulia. Selamat membaca. Tuhan memberkati.”

Tulisan dibuat di Ita Wakhu Purom, 5 Juli 2026.

Narahubung:
Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua
Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC), Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC), Baptist World Alliance (BWA)

Dwi

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600