Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Gema Perubahan dari Jalan Maccini Sawah: Suwardi Tahir Resmi Menuju Kursi PWI Sulsel 1

×

Gema Perubahan dari Jalan Maccini Sawah: Suwardi Tahir Resmi Menuju Kursi PWI Sulsel 1

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

MAKASSAR_HARIANESIA.COM_ Gerimis tipis yang membasahi aspal Jalan Maccini Sawah seolah memberi nuansa syahdu saat rombongan besar bergerak menuju Kantor PWI Sulawesi Selatan, Rabu siang (13/05/2026). Di bawah langit Makassar yang bergelayut mendung, sebuah babak baru dalam sejarah organisasi wartawan tertua di Indonesia ini resmi dipentaskan.

Membelah cuaca yang teduh, Ir. Suwardi Tahir tampil percaya diri dengan balutan kemeja putih bersih. Pilihan warna ini bukan sekadar gaya berpakaian, melainkan sebuah proklamasi visual tentang semangat persatuan, ketulusan hati, dan harapan besar akan lahirnya perubahan nyata di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Siang itu, sosok yang akrab disapa ST ini secara formal menyerahkan berkas pendaftarannya sebagai bakal calon Ketua PWI Sulsel masa bakti 2026–2031. Sebagai jurnalis kawakan dengan jam terbang tinggi, langkah strategis ST langsung menjadi magnet perhatian di kalangan insan media se-Sulawesi Selatan.

Setia mendampingi di baris belakang, deretan tokoh kunci tampak mengawal ketat prosesi ini. Mulai dari Ketua Tim Pemenangan, H. Mappiar, hingga para loyalis seperti Ade Cahyadi, Ardhy M. Basir, James Wehantouw, Abdul Kadir, dan Abdullah Rattingan yang ikut memberi energi pada momen tersebut.

Baca Juga :  Remaja dan Youth GPIAI Filadelfia Bogor Rayakan Natal Bersama Anak-Anak Panti Asuhan Benih Iman

Meski hujan kecil masih turun membasuh pelataran kantor, kehangatan justru terasa saat rombongan “Gerakan Perubahan” ini disambut oleh jajaran Steering Committee (SC) Konferensi. Berkas pendaftaran diterima secara resmi oleh Muh. Arafah selaku Wakil Ketua SC, yang didampingi oleh Ketua Tim Verifikasi, H. Ismail Sellery.

Prosesi ini juga disaksikan langsung oleh para pemangku kepentingan organisasi, termasuk Koordinator SC Dr. H. Faisal Syam dan Sekretaris SC Manaf Rahman—yang secara menarik juga merupakan rival dalam bursa calon ketua—serta tim verifikasi lainnya seperti Fadil Sunarya, Sutati, dan Iwan Azis.

Namun, di balik formalitas administratif yang berjalan lancar, terselip pesan moral yang cukup mendalam bagi masa depan pers. Muh. Arafah menegaskan bahwa Kantor PWI adalah rumah bersama, sehingga tim verifikasi berkomitmen bekerja dengan menjunjung tinggi regulasi yang berlaku.

Hadir pula sosok senior yang cukup disegani, Anwar Sanusi. Mantan Sekretaris PWI Sulsel periode 2015–2020 ini sengaja datang untuk mengawal pendaftaran, namun alih-alih memanaskan suasana, ia justru membawa pesan yang menyejukkan bagi semua pihak.

Baca Juga :  BAPAS PATI BERBAGI HASIL PROGRAM KETAHANAN PANGAN DAN BIBIT TANAMAN UNTUK KLIEN

Bagi Anwar, konferensi ini jangan sampai tereduksi menjadi sekadar arena perebutan kursi kekuasaan. Baginya, momentum ini adalah ruang suci untuk merawat marwah profesi dan menguatkan kembali tali persaudaraan di antara para juru warta.

“Profesi jurnalis kita memiliki panduan yang sakral, yakni PD/PRT, Kode Etik Jurnalistik, hingga Kode Perilaku Wartawan. Mari tunjukkan integritas kita sebagai pemilik sah organisasi ini agar semua proses berjalan elegan,” pesan Anwar Sanusi penuh penekanan.

Ketua SMSI Sulsel itu bahkan menukil pesan langit, Surah Al-Maidah ayat 8, sebagai kompas moral bagi para peserta Konferprov PWI Sulsel agar tetap berada di jalur yang benar.

“Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu jauh lebih dekat kepada takwa,” kutipnya, memberikan peringatan halus di tengah dinamika kompetisi.

Anwar sangat berharap agar demokrasi organisasi tetap dijaga dengan semangat sportivitas tinggi. Ia mendambakan sebuah konferensi yang tidak hanya demokratis dan bermartabat, tetapi juga tidak menyisakan luka hati bagi sesama rekan profesi.

Baca Juga :  DPP GMNI Mendesak Kementerian Kehutanan Meninjau Kembali Status Taman Nasional Mutis Timau

Ia kembali mengingatkan bahwa memilih pemimpin bukanlah ajang kontes popularitas semata, melainkan mencari sosok yang benar-benar mampu memikul tanggung jawab besar organisasi ke pundaknya.

Kriteria pemimpin ideal menurutnya adalah mereka yang memiliki kejujuran, keberanian mengambil risiko, serta mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan. Seorang nakhoda harus berani mendahulukan kepentingan kolektif di atas ambisi pribadi atau kelompoknya.

“Pemimpin yang hebat itu tidak anti-kritik dan senantiasa terbuka pada masukan. Kepemimpinan itu bukan soal jabatan di atas kertas, tapi tentang teladan yang mampu menggerakkan orang lain,” imbuhnya lagi.

Saat gerimis mulai mereda di Jalan Maccini Sawah, prosesi pendaftaran pun usai dengan kesederhanaan yang bermakna. Namun, pesan yang tertinggal siang itu sangat jelas: bahwa kontestasi di dunia wartawan harus tetap berpijak pada etika, integritas, dan persaudaraan tanpa batas.

Lepi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600