Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Dua Remaja Bunuh Pelajar SMP di Eks Kampung Gajah, Polisi Bongkar Skenario Palsu Penculikan

×

Dua Remaja Bunuh Pelajar SMP di Eks Kampung Gajah, Polisi Bongkar Skenario Palsu Penculikan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

CIMAHI_Kepolisian Resor (Polres) Cimahi, Jawa Barat, berhasil  menangkap dua orang tersangka pelaku pembunuhan seorang pelajar SMPN 26 Bandung di kawasan bekas tempat wisata Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Kabupaten Bandung Barat.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra di Cimahi, Minggu, mengatakan tersangka pelaku pembunuhan yang berusia di bawah umur tersebut berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Garut.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Terkait penemuan jasad di kawasan eks Kampung Gajah, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku. Dua di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur dan ditangkap di Garut,” ujarnya.

Baca Juga :  Tamparan Keras Aparat Penegak Hukum oleh Pernyataan Anak Pelaku Penjual Rokok Ilegall yang Kontroversi

Dirinya menjelaskan bahwa Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi menangkap dua pelaku berinisial YA (16) dan AP (17) di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2) malam.

Ia juga menambahkan pelaku sebelumnya sempat kabur ke Tasikmalaya, namun kemudian kembali lagi ke Garut.

Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif pembunuhan terhadap korban ZAAQ, pelajar SMPN 26 Kota Bandung.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi pembunuhan tersebut terjadi pada Senin (9/2) sore saat para pelaku sengaja mendatangi korban ke Bandung.

Baca Juga :  Hendak ke masjid, warga Wringin putih temukan bayi laki laki

Kapolres juga menjelaskan terdapat jeda beberapa hari sebelum jasad korban ditemukan oleh seorang saksi yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial pada Jumat malam.

“Korban tersebut dihabisi pada Senin sore dan pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang live media sosial pada Jumat malam,” tambahnya.

Sebelumnya, ZAAQ dilaporkan menghilang sejak 9 Januari 2026 dan sempat beredar kabar bahwa korban menjadi korban penculikan, tetapi hasil penyelidikan mengungkap bahwa informasi tersebut merupakan rekayasa pelaku.

Baca Juga :  Polda Jabar Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Jalan Lingkar Timur Kuningan

Pihak kepolisian menyebut ponsel korban sempat berada dalam penguasaan pelaku dan digunakan untuk menyebarkan informasi yang menyesatkan terkait dugaan penculikan.

“Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya,” jelasnya.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami sejumlah fakta lain untuk mengungkap secara utuh motif dan kronologi kejadian tersebut.

Lepi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600