Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
EdukasiPolitik

Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta Soroti Praktik Nepotisme Pascakonferda dan Muscab

×

Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta Soroti Praktik Nepotisme Pascakonferda dan Muscab

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

YOGYAKARTA_HARIANESIA.COM_ Kelompok Arus Bawah PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta menyuarakan keprihatinan atas dinamika internal partai pascagelaran konferda, konfercab, dan muscab di wilayah tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima redaksi pada 4 Mei 2026, Arus Bawah menilai sejumlah keputusan organisasi dinilai tidak sepenuhnya berdasar pada prinsip meritokrasi. Menurut mereka, kedekatan personal dan relasi keluarga disebut turut memengaruhi penentuan struktur di tingkat kecamatan.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Sebagai contoh, kelompok ini menyoroti proses di PAC Gondokusuman. “Terdapat figur ketua PAC yang secara objektif dinilai belum mampu menjalankan fungsi organisasi secara optimal, termasuk dalam pembentukan anak ranting dan capaian elektoral Pileg 2024, namun tetap dipertahankan,” tulis Eko Yulianto, kader Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta.

Baca Juga :  Nyaba Ka Da Nang Vietnam, Wakilkeun Indonesia Dina AIA Healthiest Schools Asia Pasifik

Arus Bawah menegaskan bahwa kritik tersebut bukan bentuk pembangkangan, melainkan tanggung jawab moral kader. “Loyalitas sejati adalah keberanian untuk meluruskan ketika terjadi penyimpangan. Membiarkan praktik nepotisme atas nama persatuan justru akan mempercepat erosi kepercayaan kader dan masyarakat,” lanjut pernyataan itu.

Merujuk pada nilai ideologis Pancasila dan ajaran Soekarno tentang keadilan sosial, kelompok ini menilai soliditas partai tidak boleh dibangun di atas pembungkaman kritik.

Baca Juga :  Program MBG Jangan Disudutkan Dulu ,Kasus Nitrit di Cianjur Justru Jadi Alarm Perbaikan Sistem Pangan Nasional

Sehubungan dengan itu, Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menyatakan empat sikap:

1. Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap hasil konferda, konfercab, dan muscab di DIY, khususnya pada proses yang diduga tidak memenuhi prinsip keadilan dan meritokrasi.

2. Menuntut mekanisme kaderisasi yang transparan dan berbasis kinerja, bukan kedekatan personal maupun relasi keluarga.

3. Menolak praktik politik kroni  dan “ternak politik” yang dinilai mencederai nilai perjuangan partai.

4. Meminta jaminan ruang kritik sebagai bagian dari demokrasi internal yang sehat dan bermartabat.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, Apresiasi Paskibra Kota Bogor atas Dedikasi dan Kebersamaan dalam Keberagaman

“Lebih baik jujur untuk perbaikan daripada diam dalam penyimpangan,” tegas pernyataan tersebut.

Dwi

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600