Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

AGUNG SULISTIO: MBG Terancam Gagal Total, Presiden Diminta Copot Waka BGN Nanik S. Deyang

×

AGUNG SULISTIO: MBG Terancam Gagal Total, Presiden Diminta Copot Waka BGN Nanik S. Deyang

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_HARIANESIA.COM– Kamis 28 Mei 2026 – Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) menerima informasi langsung dari rekan media anggota kami, KabarSBI.com, terkait kritik tajam yang dilontarkan Ketua Umum GMOCT sekaligus Ketua II DPP Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK-RI), Agung Sulistio, terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Agung secara tegas meminta Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, yang dinilai menjadi biang kerok berbagai masalah dan penyebab program unggulan tersebut terancam gagal total.

Menurut Agung Sulistio, polemik yang meletus di tengah masyarakat mulai dari distribusi yang amburadul, pengawasan kualitas yang lemah, hingga temuan dapur-dapur bermasalah di sejumlah daerah, tidak hanya mencoreng nama baik BGN, tetapi juga sangat mempermalukan Presiden di hadapan rakyat. Program yang seharusnya menjadi kebanggaan dan bukti keberpihakan negara terhadap gizi anak, justru berubah menjadi sorotan negatif publik.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Program MBG adalah marwah politik Presiden Prabowo, janji besar untuk masa depan anak bangsa. Namun keberadaan Nanik S. Deyang justru menjadi titik lemah yang membuka borok kegagalan manajemen ke publik. Beliau tidak mampu mengawal program ini dengan baik,” tegas Agung Sulistio di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga :  Ruby Santamoko.S.Ag. M. MPd, Kembali Pimpin Boen Tek Bio Periode 2025–2028!

Lebih jauh, Agung menyoroti gaya kepemimpinan Nanik yang dinilai jauh dari standar birokrat profesional. Pendekatan komunikasi yang emosional, konfrontatif, serta sikap defensif dalam menjawab kritik disebut justru memperkeruh suasana dan memicu kegaduhan nasional. Pejabat publik, kata Agung, seharusnya menjawab masalah dengan solusi dan perbaikan, bukan dengan drama pencitraan atau pernyataan kontroversial.

Baca Juga :  Hari Jadi Humas Polri Ke-73, Divhumas Polri Gelar Donor Darah Bersama Media

“Jabatan strategis negara butuh ketenangan, kapasitas manajerial, dan diplomasi, bukan drama di ruang publik. Kritik harus jadi bahan evaluasi, bukan musuh yang dilawan dengan narasi memecah belah,” tambahnya.

Sebagai Ketua LPK-RI, Agung juga menegaskan aspek perlindungan konsumen dan kesehatan jutaan anak Indonesia harus menjadi prioritas utama. Pengelolaan MBG wajib transparan, higienis, dan menjamin standar gizi yang ketat, namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.

Atas segala kegagalan dan ketidakmampuan manajerial tersebut, Agung Sulistio mendesak Presiden Prabowo segera melakukan evaluasi besar-besaran jajaran pimpinan BGN, khususnya memberhentikan Nanik S. Deyang dan menggantinya dengan sosok yang benar-benar paham gizi publik, logistik, dan tata kelola organisasi.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Pusat-Daerah dalam Pengukuran IDI 2025

Tak hanya itu, Agung juga meminta DPR RI melalui komisi terkait segera memanggil pimpinan BGN untuk meminta pertanggungjawaban resmi atas kelalaian yang terjadi, terutama soal standar kebersihan dan mutu makanan yang disalurkan ke daerah-daerah.

“Keselamatan anak bangsa tidak boleh dipertaruhkan demi kepentingan politik atau popularitas individu. Bertindaklah cepat sebelum kepercayaan publik terhadap MBG runtuh total,” pungkas Agung Sulistio.

Tim Liputan GMOCT /Lepi

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600