Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Bisnis

Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45 30 Oktober 2026

×

Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45 30 Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45 30 Oktober 2026 — Papan perdagangan saham LQ45 di Bursa Efek Indonesia pada 30 Oktober 2026
Saham anggota indeks LQ45 diperdagangkan bervariasi di BEI pada 30 Oktober 2026 dengan nilai transaksi Rp11,6 triliun.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Perdagangan saham-saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia pada 30 Oktober 2026 berlangsung bervariasi, dengan penguatan signifikan pada sejumlah emiten energi di tengah nilai transaksi bursa yang tercatat Rp11,6 triliun.

Investor asing mencatat aksi jual bersih tipis senilai Rp138,71 miliar, sementara volume transaksi bursa menembus 37,63 miliar saham. Di tengah arus keluar yang terbatas itu, sebagian saham justru mencatat kenaikan tajam, terutama dari sektor energi.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menjadi bintang pada perdagangan kali ini. Saham emiten gas negara itu melesat 8,64% ke level 1.320, kenaikan tertinggi di antara saham-saham ber-rasio harga terhadap laba (price earning ratio/PER) rendah yang dihimpun dalam perdagangan tersebut.

PER sendiri menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya. Sementara itu, rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.

Energi Memimpin, Tambang Tertekan

Penguatan PGAS disusul PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang naik 3,73% ke 1.390 dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang menguat 3,15% ke 11.475. Ketiganya bergerak berlawanan arah dengan sebagian besar saham tambang pada hari yang sama.

Baca Juga :  Buyback Saham BRIS Rp 500 Miliar Dimulai Hari Ini

Di sisi lain, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menanggung tekanan jual terberat di kelompok ini dengan koreksi 5,30% ke 1.430. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyusul melemah 1,87% ke 2.620, sedangkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) stagnan di level 725.

KodeClosePERPBVPerubahan
BBTN9002,630,34-1,10%
INKP6.5752,710,28+0,77%
MEDC1.3903,550,84+3,73%
NCKL7253,941,040,00%
JPFA1.7404,121,03+0,29%
PGAS1.3204,580,63+8,64%
AADI11.4755,271,39+3,15%
ANTM2.6205,351,59-1,87%
HRTA1.4305,501,67-5,30%
CPIN2.5505,641,20-1,54%

Di kelompok saham ber-PER tinggi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil mencatat penguatan di tengah tekanan pasar, naik 4,35% ke level 24. Pergerakan itu kontras dengan mayoritas emiten lain di kelompoknya yang justru tertekan.

Gelombang tekanan jual berat menghantam PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang ambles 6,96% ke 1.070 dan keluar sebagai penurun terbesar bursa. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menyusul merosot 6,83% ke 382, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) turun 5,73% ke 905, serta PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 5,31% ke 214.

INKP Pegang PBV Terendah

Meski pergerakan harga saham bervariasi, satu catatan menonjol datang dari sisi valuasi. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tetap kokoh memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, yakni 0,28 kali, dengan harga penutupan 6.575 atau naik 0,77%.

Angka itu menjadikan INKP sebagai saham yang diperdagangkan paling dekat dengan nilai buku aset bersihnya di antara emiten yang dihimpun. Sebagai pembanding, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat PBV 0,34 kali dengan harga 900, turun 1,10%.

Di sisi lain, CUAN memegang PBV tertinggi di kelompok ini, yakni 6,95 kali, disertai PER 63,67 kali — kombinasi valuasi paling mahal di antara 20 saham yang dibahas. Adapun AMMN mencatat PBV 2,39 kali dan BRPT 2,31 kali.

Baca Juga :  NexAl (MGLV) Siapkan Pinjaman Rp 4 Triliun untuk Dua Anak Usaha

Data perdagangan ini dihimpun dari Pusat Data Kontan dan RTI. Secara keseluruhan, 20 saham gabungan tersebut memperlihatkan polarisasi: emiten energi dan sejumlah nama berkapitalisasi besar mencatat kenaikan, sementara saham tambang dan energi terbarukan menanggung koreksi paling dalam.

  • Nilai transaksi bursa pada 30 Oktober 2026 tercatat Rp11,6 triliun dengan net sell asing Rp138,71 miliar.
  • PGAS memimpin kenaikan dengan 8,64%, sedangkan BRPT mencatat penurunan terdalam 6,96%.
  • INKP memegang PBV terendah di antara 20 saham gabungan, yakni 0,28 kali.

Pertanyaan Umum

Saham apa yang naik paling tinggi pada 30 Oktober 2026?

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 8,64% ke level 1.320, disusul MEDC yang naik 3,73% dan AADI yang menguat 3,15%.

Saham apa yang turun paling dalam?

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi penurun terbesar bursa dengan koreksi 6,96% ke 1.070, diikuti CUAN yang merosot 6,83% dan PGEO yang turun 5,73%.

Apa itu PER dan PBV?

PER menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya, sedangkan PBV membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.

Sumber: Kontan

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600