Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

Laba bersih GOTO 3 kuartal beruntun, target EBITDA naik

×

Laba bersih GOTO 3 kuartal beruntun, target EBITDA naik

Sebarkan artikel ini
Laba bersih GOTO 3 kuartal beruntun — Logo GOTO dengan grafik pertumbuhan dan angka laba bersih Rp441 miliar kuartal III-2026
GOTO membukukan laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026, kuartal positif ketiga berturut-turut.
Banner Iklan Harianesia 468x60

GOTO mencatat laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026, berbalik dari rugi Rp255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Bagi perusahaan yang membawahi Gojek dan GoPay itu, ini menjadi kuartal ketiga berturut-turut dengan hasil positif.

Pembalikan kinerja tersebut ditopang pertumbuhan transaksi dan pendapatan. Nilai transaksi bruto atau GTV inti melesat 89 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp194 triliun, sementara pendapatan bersih naik 17 persen menjadi Rp5,6 triliun.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Jumlah pengguna bertransaksi tahunan atau annual transacting users (ATU) juga bertambah 16 persen menjadi 72,5 juta. GOTO membukukan laba usaha Rp351 miliar, sedangkan EBITDA Grup yang disesuaikan tumbuh 84 persen YoY menjadi Rp950 miliar.

Pertumbuhan EBITDA itu dicapai setelah memperhitungkan dampak komisi 8 persen pada layanan transportasi roda dua selama satu kuartal penuh. Komisi tersebut menjadi salah satu faktor yang paling memengaruhi perhitungan laba operasional perseroan pada periode ini.

  • Laba bersih kuartal III-2026 Rp441 miliar, berbalik dari rugi Rp255 miliar setahun sebelumnya.
  • GTV inti naik 89 persen YoY menjadi Rp194 triliun dan pendapatan bersih naik 17 persen menjadi Rp5,6 triliun.
  • EBITDA Grup yang disesuaikan tumbuh 84 persen YoY menjadi Rp950 miliar.

Direktur Utama GOTO Hans Patuwo menyebut hasil kuartal ketiga diraih di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Ia secara khusus menyoroti penerapan komisi 8 persen di layanan GoRide.

“Hasil ini dicapai di tengah berbagai tantangan dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah kuartal penuh pertama sejak komisi 8 persen mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan,”

— Hans Patuwo, Direktur Utama GOTO

Atas capaian tersebut, GOTO menaikkan target EBITDA Grup yang disesuaikan untuk 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun, dari sebelumnya Rp3,2–3,4 triliun. Kenaikan target itu disampaikan Hans bersamaan dengan pengumuman kinerja kuartal ketiga.

Fintech dan ODS Jadi Penopang Target

Bisnis fintech menjadi salah satu alasan di balik kenaikan target karena kinerjanya terus melampaui ekspektasi. Target EBITDA yang disesuaikan untuk segmen ini naik menjadi Rp1,9–2,0 triliun dari sebelumnya Rp1,7–1,8 triliun.

Adapun bisnis On-Demand Services (ODS) mulai tumbuh. Rentang target EBITDA yang disesuaikan diperlebar menjadi Rp1,4–1,6 triliun dari Rp1,4–1,5 triliun.

Pelebaran rentang itu mempertimbangkan potensi regulasi mendatang, termasuk aturan pelaksana layanan pengantaran dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Artinya, besaran target ODS tidak semata soal permintaan pasar, tetapi juga dipengaruhi kepastian aturan yang masih dinanti.

Sebelum: Target EBITDA disesuaikan 2026 Rp3,2–3,4 triliun, fintech Rp1,7–1,8 triliun, ODS Rp1,4–1,5 triliun.

Sesudah: Target EBITDA disesuaikan 2026 Rp3,5–3,7 triliun, fintech Rp1,9–2,0 triliun, ODS Rp1,4–1,6 triliun.

Pembatalan Saham Treasuri dan Buyback

Bersamaan dengan pengumuman kinerja, Hans menyampaikan langkah GOTO untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui pembatalan saham treasuri dan pembelian kembali saham.

Pembatalan 32 miliar saham treasuri, setara sekitar 2,7 persen dari total saham beredar, telah mendapat persetujuan dalam RUPSLB pada 14 Oktober 2026. Prosesnya diperkirakan rampung dalam dua hingga tiga bulan mendatang setelah seluruh persyaratan regulasi terpenuhi.

Setelah efektif, persentase kepemilikan pemegang saham yang ada akan meningkat secara nominal. Langkah ini tidak mengubah jumlah uang yang diinvestasikan, tetapi memperbesar porsi kepemilikan relatif setiap pemegang saham terhadap total saham yang beredar.

Untuk buyback, GOTO telah menggunakan Rp985 miliar guna membeli kembali 36 miliar saham hingga 29 Oktober 2026. Pembelian sejak BEI menghapus batas harga minimum saham Rp50 pada 28 September 2026 itu setara dengan hampir 3 persen dari total saham perusahaan.

GOTO masih memiliki alokasi Rp2,5 triliun untuk melanjutkan buyback berdasarkan persetujuan yang berlaku hingga Juni 2027. Dengan demikian, ruang untuk melanjutkan pembelian kembali saham masih terbuka dalam rentang waktu yang cukup panjang.

Laba bersih kuartal III-2026Rp441 miliar
GTV intiRp194 triliun, naik 89 persen YoY
Pendapatan bersihRp5,6 triliun, naik 17 persen
Pengguna bertransaksi tahunan72,5 juta, naik 16 persen
EBITDA Grup disesuaikanRp950 miliar, naik 84 persen YoY
Target EBITDA disesuaikan 2026Rp3,5–3,7 triliun

Hans menegaskan GOTO akan tetap berfokus pada disiplin operasional dan alokasi modal di tengah dinamika eksternal. Menurutnya, kesehatan fundamental bisnis menjadi landasan untuk pertumbuhan berkelanjutan.

“Kami akan terus menjaga fundamental bisnis tetap sehat. Dengan bisnis yang sehat, kami dapat terus tumbuh dan mendukung seluruh pihak dalam ekosistem kami, termasuk jutaan mitra driver.”

— Hans Patuwo

Kombinasi laba bersih tiga kuartal berturut-turut, kenaikan target EBITDA, dan langkah pengembalian nilai ke pemegang saham menjadi tiga hal yang menandai posisi GOTO pada kuartal III-2026. Namun, dampak komisi 8 persen pada layanan roda dua dan potensi regulasi layanan pengantaran tetap menjadi variabel yang akan diuji pada kuartal-kuartal berikutnya.

Pertanyaan Umum

Berapa laba bersih GOTO pada kuartal III-2026?

GOTO mencatat laba bersih Rp441 miliar pada kuartal III-2026, berbalik dari rugi Rp255 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ini merupakan kuartal ketiga berturut-turut dengan hasil positif.

Apa alasan GOTO menaikkan target EBITDA 2026?

Kenaikan target menjadi Rp3,5–3,7 triliun dari Rp3,2–3,4 triliun didorong oleh kinerja bisnis fintech yang melampaui ekspektasi, dengan target segmen itu naik menjadi Rp1,9–2,0 triliun. Bisnis ODS juga mulai tumbuh dengan rentang target yang diperlebar menjadi Rp1,4–1,6 triliun.

Berapa saham treasuri GOTO yang akan dibatalkan dan bagaimana status buyback-nya?

Pembatalan 32 miliar saham treasuri, setara sekitar 2,7 persen dari total saham beredar, telah disetujui dalam RUPSLB pada 14 Oktober 2026 dan diperkirakan rampung dalam dua hingga tiga bulan. Untuk buyback, GOTO telah menggunakan Rp985 miliar untuk membeli kembali 36 miliar saham hingga 29 Oktober 2026, dengan sisa alokasi Rp2,5 triliun berdasarkan persetujuan hingga Juni 2027.

Sumber: Katadata

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Baca Juga :  Harga Bitcoin Tembus US$ 87.000, Ditopang Dana Institusi
Banner Iklan Harianesia 120x600