Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Maju di Pilketum PPNI 2026-2031, Dr. Jajang Rahmat Solihin Usung Jargon PPNI Kembali Untuk Anggota

×

Maju di Pilketum PPNI 2026-2031, Dr. Jajang Rahmat Solihin Usung Jargon PPNI Kembali Untuk Anggota

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta_HARIANESIA.COM- 3 Oktober 2026 Dr. Ns. Jajang Rahmat Solihin, M.Kep.,Sp.Kep.Kom. resmi menyatakan diri sebagai Bakal Calon Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) Periode 2026-2031.

Dengan mengusung semangat _PPNI Kembali Untuk Anggota, Bersama Membangun Keperawatan Indonesia_, Jajang menegaskan pencalonannya bukan untuk jabatan, melainkan untuk mengembalikan marwah organisasi kepada pemilik sahnya, yaitu anggota.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Selama puluhan tahun kita mengabdi, kita selalu ada untuk orang lain. Tapi jujur saja, pernahkah kita bertanya, siapa yang ada untuk kita? Saat teman kita dikriminalisasi, saat upah tidak layak, siapa yang memperjuangkan?” ungkap Jajang dalam pernyataan sikapnya.

Baca Juga :  DPP Amkei Indonesia Serukan Damai Terkait Peristiwa di Matraman

Menurutnya, PPNI harus kembali menjadi rumah yang melindungi, mensejahterakan, dan membanggakan seluruh perawat dari Sabang sampai Merauke.

Jika mendapat amanah, Jajang menawarkan 5 Prioritas Perjuangan:
Diantara
1:Memperkuat Badan Bantuan Hukum (BBH) dengan layanan pengaduan terbuka, mudah, dan cepat melalui sistem keanggotaan digital. Memastikan tidak ada lagi perawat yang berjuang sendirian saat menghadapi masalah hukum.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIB Pati Berikan Premi kepada Warga Binaan sebagai Apresiasi Hasil Pembinaan Kemandirian Periode Juli 2026

2; Membentuk badan khusus advokasi kebijakan kesejahteraan. Menggagas skema dividen iuran, di mana iuran anggota akan dikelola transparan dan keuntungannya kembali untuk anggota dalam bentuk beasiswa, bantuan usaha, dan jaminan sosial.

3:Membentuk Dewan Pakar sebagai lembaga Monitoring dan Evaluasi untuk memperkuat Himpunan. Menargetkan setiap anggota berhak mendapatkan pelatihan kompetensi gratis dan berkelanjutan yang sertifikatnya diakui Fasyankes dan Kementerian.

4!:Mempersiapkan perawat Indonesia untuk bersaing di panggung global dengan kompetensi, kemampuan bahasa, dan penempatan kerja luar negeri yang bermartabat dan terlindungi negara.

Baca Juga :  Dukung Pendidikan Nasional, Mandiri Peduli Sekolah Hadirkan Lingkungan Belajar Layak di Jawa Barat

5:Mendorong PPNI menjadi subjek penentu kebijakan, bukan hanya objek. PPNI harus punya suara kuat di Senayan, Kemenkes, dan setiap meja pengambilan keputusan.

“PPNI bukan milik pengurus. PPNI bukan milik elit. PPNI adalah rumah kita semua,” tegasnya.

Jajang menutup dengan memohon doa dan dukungan dari seluruh sejawat perawat di Indonesia.

(Herman)

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600