Tangerang Selatan, 10 SEPTEMBER 2026 Divisi Bantuan Hukum Koalisi Tanah Rakyat Indonesia (KTR Indonesia) resmi mengajukan Banding Administratif kepada Menteri ATR/BPN terkait sengketa tanah Girik C.428 seluas 11.320 m² di Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren, Tangsel.
Banding bernomor 012/SPm/KTR/IX/2026 diajukan untuk dan atas nama Yatmi, ahli waris Girik C.428. Surat diterima Kementerian ATR/BPN pada 2 September 2026.
“ALASAN BANDING: FIKTIF NEGATIF”
Kuasa hukum Kornelis Erick Rahail, SH menyatakan Inspektorat Jenderal ATR/BPN mengabaikan Surat Keberatan No. 011/SPm/KTR/VIII/2026 tertanggal 13 Agustus 2026.
Lewat tenggat 10 hari kerja, sikap diam tersebut dirujuk pada SEMA No. 2 Tahun 2024 sebagai penolakan fiktif negatif.
“Tujuannya agar klien kami mendapat kepastian hukum nyata dari Menteri, bukan sekadar ilusi hukum,” ujar Kornelis.
“KRONOLOGI SINGKAT SENGKETA”
Sengketa ini sudah 3x mediasi di Ditjen Penanganan Sengketa ATR/BPN:
1. 12 Nov 2025: Komitmen penyelesaian musyawarah
2. 12 Des 2025: PT Jaya Real Property, Tbk diminta ajukan nominal ganti rugi tertulis
3. 5 Mar 2026: Mediasi buntu. PT Jaya Real Property menolak lanjut
Karena buntu, disepakati dilakukan Audit Investigatif terhadap SHGB No. 2168 & No. 2308 a.n. PT Jaya Real Property yang berada di atas hamparan Girik C.428.
”7 POK KEBERATAN KTR TERHADAP LHA 12 AGUSTUS 2026″
1. Pengabaian Bukti Peta Rincik yang sudah dilampirkan & dibuktikan surat BPN Tangsel 2019
2. Audit Tidak Menyeluruh – hanya ke Kel. Pondok Jaya, tidak ke Kec. Ciledug & Bapenda Tangsel
3. Mutasi Tanpa Validasi Pajak – Girik C.428 belum terdaftar DHKP & belum bayar PBB sejak 1982
4. Ganti Rugi 95 m² ke pihak yang menurut KTR tidak punya hubungan hukum dengan Girik C.428
5. Penolakan Penerapan Kaku Batas 5 Tahun PP 18/2021 karena ada dugaan cacat substansial
6. *Mengabaikan RDPU Komisi II DPR RI 24 Sept 2025 soal audit menyeluruh hak adat Girik C.428
7. Cacat Prosedural & Substansial dalam LHA secara keseluruhan
“8 TUNTUTAN PETITUM KEPADA MENTERI ATR/BPN”
1. Cabut LHA 12 Agustus 2026
2. Audit ulang ke Kec. Ciledug & Bapenda Tangsel
3. Ukur & kembalikan batas fisik oleh Kantah Tangsel
4. Terapkan pengecualian batas waktu 5 tahun PP 18/2021
5. Verifikasi AJB mutasi tanah wakaf 95 m²
6. Telusur ulang arsip akta di PPAT Ciledug & BPN Tangsel
7. Laksanakan amanat RDPU Komisi II DPR RI
8. Libatkan kuasa hukum dalam audit ulang & gelar perkara khusus
KTR memberi tenggat 10 hari kerja. Jika tidak ada keputusan, akan ditempuh gugatan Fiktif Negatif ke PTUN Jakarta dan laporan ke Komisi II, Komisi III DPR RI, Ombudsman, Satgas Anti Mafia Tanah Polri, Kejaksaan Agung.
“Kami berharap perkara ini tidak menjadi bukti lain bahwa kepercayaan masyarakat kepada negara sia-sia” tutup Kornelis.
Dwi




















