Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

HAM dan Kemanusiaan Diuji: Gembala Socratez Yoman Kecam Kekerasan, Ajak Bersahabat Lintas Perbedaan

×

HAM dan Kemanusiaan Diuji: Gembala Socratez Yoman Kecam Kekerasan, Ajak Bersahabat Lintas Perbedaan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAYAPURA_HARIANESIA.COM– Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman, kembali menyuarakan keprihatinan atas situasi di Papua. Dalam dua pernyataan terpisah pada 23 dan 24 Juli 2026, ia mengecam kekerasan terhadap warga sipil sekaligus mengajak semua pihak menjaga persahabatan di atas perbedaan.

Dalam pernyataan 23 Juli 2026, Dr. Socratez Yoman mempertanyakan pola kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata terhadap warga sipil Orang Asli Papua (OAP). Ia mendesak adanya investigasi independen untuk memastikan akuntabilitas dan mencegah impunitas.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Perjuangan TPNPB gaya premanisme dan kriminal ini, apakah benar pasukan TPNPB atau orang-orang ‘bodoh’ yang dipelihara orang lain untuk merusak nama baik TPNPB?” ujarnya.

Ia mencontohkan kasus di Kabupaten Puncak Jaya sebagai preseden. Menurutnya, setelah pelantikan Bupati Dr. Yunny Wonda pada 7 Desember 2017, “OPM buatan” yang dulu ada menjadi hilang karena tidak ada lagi ruang rekayasa untuk kepentingan uang keamanan.

Baca Juga :  Modus Investasi Bodong ASG/BPK, Dewa Aldo Serena Warga Plamongan Sari Diduga Tipu Ratusan Juta, Rumah Ditinggal Hilang

“Kekerasan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan oleh pihak manapun dalam konflik bersenjata. Ini prinsip hukum humaniter internasional,” tegasnya.

Dr. Socratez Yoman juga mengkritik lembaga HAM yang dinilainya bersikap “mendadak bisu” ketika korban adalah OAP dan pelakunya kelompok bersenjata non-negara.

“Standar ganda dalam menyikapi pelanggaran HAM justru mencederai rasa keadilan korban. HAM berlaku untuk semua, tanpa melihat siapa pelaku dan siapa korban. Diam terhadap kekerasan oleh siapa pun adalah bentuk pembiaran,” katanya.

Ia mendesak Komnas HAM, lembaga HAM internasional, dan masyarakat sipil untuk konsisten melakukan verifikasi fakta, mendampingi keluarga korban, dan mendorong proses hukum yang transparan.

Baca Juga :  Gemilang......!!! Anak Wartawan Menoreh Prestasi Sebagai Atlet Taekwondo Juara Daerah Dan Juara Nasional

*Serukan Persahabatan Lintas Ideologi dan Iman*
Sehari kemudian, 24 Juli 2026, Dr. Socratez Yoman menyampaikan pesan damai. Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan tidak boleh menghapus nilai kemanusiaan.

“Kita boleh berbeda dalam pandangan ideologi dan nasionalisme antara bangsa Indonesia dan bangsa Papua Barat, tetapi kita tetap bersahabat dalam kemanusiaan,” ujarnya.

“Kita juga boleh berbeda dalam keyakinan iman — Kristen, Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, Atheis, dan Komunis — tetapi kita tetap bersahabat dalam kemanusiaan,” lanjutnya.

Sebagai tokoh agama, ia menegaskan jalan kekerasan hanya akan melahirkan lingkaran dendam baru. Ia mendorong semua pihak kembali ke meja dialog yang bermartabat dengan menempatkan keselamatan warga sipil sebagai prioritas utama.

Baca Juga :  Mengaku dari Direskrimsus Polda Jateng Panit 1 Subdit IV? "BUDI RAHARJO" Minta Kontak PT Rizqi Artha Sejahtera, Malah Memblokir Ketua DPD GMOCT

“Tanah Papua butuh damai, bukan darah saudara,” pungkasnya.

Pesan ini viral di media sosial dan grup diskusi lintas iman. Dr. Socratez Yoman selama ini dikenal sebagai tokoh gereja yang vokal menyuarakan perdamaian, hak asasi manusia, dan dialog di Tanah Papua.

(DW)

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600