Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Buka Bulan Bung Karno di Lebak, Hasto: Jangan Tiru Cara Kolonial Lindas Rakyat

×

Buka Bulan Bung Karno di Lebak, Hasto: Jangan Tiru Cara Kolonial Lindas Rakyat

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

LEBAK_HARIANESIA.COM_ Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengobarkan semangat Bung Karno dari Museum Multatuli, Rangkasbitung, Lebak, Banten. Pesan utamanya: generasi muda jangan mau dibungkam.

Peringatan Bulan Bung Karno 2026 resmi dibuka di museum bersejarah itu, Selasa (2/6/2026). Rangkaian acara akan digelar sebulan penuh, 1-30 Juni 2026.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Hasto hadir bersama jajaran petinggi PDIP dan pejabat daerah. Tampak Ribka Tjiptaning, Bonnie Triyana, Ketua DPD PDIP Banten Ade Sumardi, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, dan Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari.

Baca Juga :  Langkah Nyata Sang Begawan: Aksa Mahmud "Kepung" Kaltara dengan Investasi Multi-Sektor

“Anak muda harus pegang idealisme. Pelajari kepemimpinan Bung Karno untuk bangsa, negara, bahkan dunia,” kata Hasto saat pembukaan.

Menurut Hasto, gagasan Bung Karno soal pembebasan rakyat marhaen masih relevan. Ia menyorot fenomena penindasan dan pembungkaman kelompok kritis.

“Sejarah republik lahir dari kebebasan berserikat, berkumpul, dan bicara. Kalau ada penindasan, jangan diam. Jangan dibungkam,” tegasnya.

Baca Juga :  Berbakti Bersama, Mewujudkan Pelayanan Prima

Hasto menyebut Bulan Bung Karno jadi momentum membela rakyat miskin dan tertindas. Caranya lewat perubahan struktural ekonomi dan budaya yang mengangkat martabat rakyat tanpa diskriminasi.

Ia juga mengingatkan, Bung Karno 3 kali datang ke Rangkasbitung. Kehadiran itu penting untuk menumbuhkan nalar kritis warga.

Hasto menarik benang merah Museum Multatuli dengan novel Max Havelaar. Karya Multatuli yang mengkritik kolonialisme Eropa itu melahirkan Politik Etis dan akses pendidikan bagi pribumi.

Baca Juga :  Peresmian Desain Mesin Pirolisis “Solusi Aksara” oleh Made Hiroki: Inovasi Pengolahan Sampah Tanpa Polusi dari Bali

“Setelah merdeka, jangan pakai cara kolonial untuk menindas rakyat sendiri,” pungkasnya.

(DW)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600