Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

SPPG di Papua Tengah Didorong Bangun Kemitraan dengan Mama Papua dan Pedagang Lokal

×

SPPG di Papua Tengah Didorong Bangun Kemitraan dengan Mama Papua dan Pedagang Lokal

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Mimika_HARIANESIA.COM_ Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Kabupaten Mimika, Vincent Oniyoma, mendorong pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Papua Tengah untuk membangun korelasi dan kemitraan yang lebih kuat dengan masyarakat adat Papua, khususnya mama-mama Papua yang berjualan hasil bumi di pasar tradisional.

Menurut Vincent, keberadaan SPPG tidak hanya penting dalam mendukung pemenuhan gizi bagi generasi bangsa, tetapi juga harus mampu memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi mikro masyarakat lokal.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“SPPG di Papua Tengah perlu membangun korelasi dengan masyarakat adat Papua, terutama mama-mama Papua di pasar. Komoditas lokal hasil bumi dari tanah Papua harus bisa dibeli dan dimanfaatkan oleh dapur-dapur SPPG,” ujar Vincent Oniyoma.

Baca Juga :  Pengobatan Gratis serta Pemberian Sembako Kembali di Gelar Rita Nurini dan Moomy Rempong Di Karawaci Kota Tangerang

Ia menegaskan, hasil kebun seperti sayur-mayur, umbi-umbian, buah-buahan, dan bahan pangan lokal lainnya memiliki nilai gizi tinggi serta menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Papua. Karena itu, dapur-dapur SPPG diharapkan dapat memprioritaskan pembelian bahan pangan dari pedagang lokal.

Vincent menyebut salah satu contoh baik telah ditunjukkan oleh Mama Ros, salah satu mama Papua pemilik Dapur SPPG di Papua Tengah. Setiap pagi, Mama Ros aktif membeli hasil kebun di pasar-pasar tradisional, bahkan langsung menjemput hasil bumi dari kebun masyarakat.

Baca Juga :  Kompakdesi Jabar Dorong Koperasi Merah Putih Hidup Di Garut, Lawan Tengkulak Kuatkan Ekonomi Desa

Langkah tersebut dinilai menjadi contoh nyata bagaimana program pemenuhan gizi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Ini contoh yang sangat baik. Mama Ros bukan hanya mengelola dapur SPPG, tetapi juga membantu mengangkat ekonomi mama-mama Papua dan petani lokal,” katanya.

Vincent berharap pengelola SPPG lainnya di Papua Tengah dapat menerapkan pola serupa, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga oleh masyarakat adat, petani, dan pedagang kecil.

Baca Juga :  Proyek Drainase Rp207 Juta di Ratujaya Disorot, Respons Wakil Ketua DPRD Depok Dinilai Menghindar

“Semoga pengelola SPPG yang lain bisa menerapkan hal ini. Kita dorong agar ekonomi mikro dan pedagang lokal ikut terangkat. Salam sehat bagi generasi bangsa,” tutupnya.

Dwi

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600