Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

MBG Belum Masuk Sekolah 3T, Siswi SD di Manggarai Timur Tulis Surat Untuk Presiden Prabowo

×

MBG Belum Masuk Sekolah 3T, Siswi SD di Manggarai Timur Tulis Surat Untuk Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

MANGGARAI TIMUR_HARIANESIA.COM_ Seorang siswi Sekolah Dasar di wilayah 3T Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menulis surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto. Dalam suratnya, Myscha, murid SDI Compang Ngeles, mempertanyakan belum terealisasinya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya sekaligus menyuarakan kekhawatiran akan kasus keracunan yang marak diberitakan.

Myscha, siswi kelas 5 SDI Compang Ngeles, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, mengaku belum pernah menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak program tersebut dicanangkan pemerintah pusat.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Di TV dan YouTube saya lihat daerah lain sudah lama jalan. Teman-teman sudah makan, tapi di sekolah kami sampai hari ini belum ada,” tulis Myscha dalam surat terbukanya, pada Minggu (26/4/2026).

SDI Compang Ngeles terletak di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang aksesnya cukup sulit dijangkau. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu penyebab belum meratanya distribusi program MBG.

Selain menyoroti keterlambatan, Myscha juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pemberitaan kasus keracunan makanan yang diduga bersumber dari program MBG di sejumlah daerah.

“Saya jadi takut, Pak. Takut pusing dan sakit perut. Kalau suatu saat MBG masuk ke sekolah saya, saya tidak mau makan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembangunan SMKN 1 Kualuh Hulu Di Duga Ada Penyimpangan, Bangunan Nampak Tak Berkualitas dan Terkesan Asal-asalan

Sebagai alternatif, Myscha mengusulkan agar anggaran MBG dapat dialokasikan langsung ke pihak sekolah atau orang tua siswa. Menurutnya, skema tersebut lebih aman karena pengelolaan dapat disesuaikan dengan selera dan standar keamanan pangan lokal. Ia juga menyinggung pemberitaan mengenai dugaan pemotongan anggaran oleh oknum tidak bertanggung jawab di daerah lain.

Lebih lanjut, Myscha berharap pemerintah lebih memprioritaskan kesejahteraan guru dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan di wilayah 3T. Ia menyebut kebutuhan mendesak di sekolahnya meliputi perlengkapan sekolah seperti tas, buku, dan seragam, perbaikan ruang kelas yang rusak, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Saya yakin kalau guru sejahtera dan sekolah bagus, kami pasti jadi pintar. Nggak perlu takut keracunan juga,” tulisnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Timur maupun Badan Gizi Nasional terkait belum terealisasinya MBG di SDI Compang Ngeles.

Surat terbuka Myscha rencananya akan dikirimkan ke Istana Negara dan diunggah melalui media sosial untuk mendapatkan perhatian pemerintah pusat.

Baca Juga :  DPC GMNI Merauke Gelar Aksi Pembagian Takjil Kepada Masyarakat Merauke

Berikut bunyi surat tulisan Myscha;

Kepada Yth.

Bapak Presiden Prabowo Subianto

Di Jakarta

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk Bapak Presiden.

Nama saya Myscha. Saya murid kelas 5 di SDI Compang Ngeles, Desa Rana Gapang, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur. Sekolah saya jauh di pelosok, Pak. Termasuk daerah 3T.

Bapak Presiden, saya mau cerita. Di TV dan YouTube saya sering lihat berita tentang Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Bapak. Katanya program Bapak bagus sekali.

Tapi Pak, sampai hari ini MBG belum sampai di sekolah kami. Teman-teman di daerah lain sudah lama makan, tapi kami di sini belum.

Bapak, saya juga sering lihat berita anak-anak keracunan habis makan MBG. Saya jadi takut, Pak. Takut pusing dan sakit perut. Takut keracunan kayak di TV.

Kalau suatu saat MBG masuk ke sekolah saya, saya tidak mau makan, Pak. Saya takut.

Bapak Presiden, boleh tidak kalau uangnya saja yang dikasih langsung ke sekolah atau ke Mama Bapak saya? Biar kami yang atur sendiri. Soalnya kami yang paling tau kami mau makan apa. Kami juga tau rasa masakan Mama paling enak dan aman.

Baca Juga :  Anggota Komisi VIII DPR RI Ketut Karyasa Adnyana Kunjungi Kantor BPS Provinsi Bali Guna Penguatan Sistem RUU Statistik

Selain itu Pak, menurut saya lebih baik uangnya dipakai untuk:

1. Beli tas, buku, sepatu, seragam, sama perlengkapan sekolah lainnya buat kami yang belum punya.

2. Kasih gaji yang cukup buat Ibu Bapak Guru kami. Guru saya baik-baik, Pak. Tapi kasian, mereka juga butuh hidup layak.

3. Benerin sekolah kami. Atap dari seng bekas, dinding rapuh, kursi meja banyak yang rusak, dinding dan atap kadang bocor. perpustakaan kekurangan buku, dan masih banyak lagi kekurangan lainnya, Pak.

Saya yakin kalau guru sejahtera dan sekolah bagus, kami pasti jadi pintar, Pak. Nggak perlu takut keracunan juga.

Itu saja surat dari saya, Pak Presiden. Maaf kalau ada kata-kata saya yang salah. Saya cuma anak SD yang ingin sekolah dengan aman dan nyaman.

Tolong bantu sekolah kami di pelosok ya, Pak. Kami juga anak Indonesia. Kami juga mau pintar buat bantu Bapak bangun Indonesia.

Terima kasih Bapak Presiden.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Hormat saya,

Myscha

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600