Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Terjadi Lagi di Cakung Dugaan Keracunan MBG, BGN Pusat Turun Tangan

×

Terjadi Lagi di Cakung Dugaan Keracunan MBG, BGN Pusat Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_HARIANESIA.COM_Dugaan kasus keracunan makanan menimpa sejumlah siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Cakung, Jakarta Timur, Minggu 10/5/2026. Badan Gizi Nasional (BGN) pusat bergerak cepat melakukan investigasi dan penanganan.

Berdasarkan keterangan warga RT 03/RW 07 Kelurahan Cakung Timur, sekitar 18 siswa SD mengeluhkan mual, pusing, dan diare usai menyantap paket MBG yang dibagikan pagi hari. “Anak saya pulang sekolah langsung muntah. Teman-temannya juga sama,” kata YN, 35, orang tua siswa, saat ditemui Gatra, Minggu siang.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Kepala Puskesmas Kecamatan Cakung, dr. R. Andriani, membenarkan pihaknya menerima 18 pasien anak dengan gejala serupa. “Sudah ditangani. Kondisi stabil. Kami ambil sampel makanan dan muntahan untuk uji lab di Dinkes DKI,” ujarnya.

Baca Juga :  Cahaya Ramadhan, Keluarga Besar DPRD Kota Bogor Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

*Tindakan BGN Pusat*
Kepala BGN RI, Prof. Dadan Hindayana, menyatakan tim Satgas Keamanan Pangan BGN langsung dikerahkan ke lokasi sejak Minggu siang. “Kami hentikan sementara distribusi dari dapur penyedia di Cakung. Sampel makanan, bahan baku, dan peralatan sudah disegel untuk diuji di Lab BPOM,” kata Dadan dalam keterangan pers, Minggu sore.

Langkah BGN:
1. *Audit dapur MBG* – Cek rantai pasok, penyimpanan, proses masak, hingga distribusi.
2. *Pendampingan medis* – BGN berkoordinasi dengan Kemenkes dan Dinkes DKI memastikan semua siswa mendapat perawatan gratis.
3. *Evaluasi penyedia* – Jika terbukti ada kelalaian, kontrak diputus dan masuk daftar hitam.
4. *Transparansi hasil lab* – BGN berjanji umumkan hasil uji dalam 2×24 jam.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPR RI Serap Aspirasi Petani Cipatat, Soroti Perbaikan Dua Saluran Irigasi

” Program MBG ini untuk 82 juta penerima. Standar keamanan pangan jadi prioritas. Satu kasus pun harus dievaluasi menyeluruh,” tegas Dadan.

*Imbauan Objektif untuk Masyarakat*
BGN meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi sebelum hasil laboratorium keluar. “Kami paham ada kekhawatiran. Tapi mari berpikir positif dan objektif. Jika ada kelalaian, pasti ditindak. Jika bukan dari MBG, juga harus jelas agar tidak timbul fitnah,” ujar Juru Bicara BGN, R. Arief Nugroho.

Baca Juga :  DPC GMNI Merauke Gelar Aksi Pembagian Takjil Kepada Masyarakat Merauke

Arief menambahkan, orang tua diminta lapor ke Puskesmas atau _call center_ MBG 1500-718 bila anak mengalami gejala. Dokumentasikan sisa makanan dan jangan dibuang sebelum petugas datang.

Pengamat kebijakan publik dari UI, Dr. Lina Marlina, menilai respons cepat BGN sudah tepat. ” Kuncinya transparan. Publik berhak tahu penyebabnya. Di sisi lain, masyarakat juga jangan generalisir. MBG sudah jalan di ribuan titik, insiden harus dilihat proporsional,” katanya.

Sampai berita ini ditayangkan, seluruh siswa yang diduga keracunan sudah pulang dari Puskesmas dan diminta istirahat di rumah dengan pemantauan.

Jai

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600