Harianesia – 24 Juni 2026 | Halo kamu! Apakah kamu pernah mendengar tentang kasus penipuan yang menimpa WN Uzbekistan dan Davina Karamoy? Kasus-kasus tersebut membuktikan bahwa penipuan bisa menimpa siapa saja, tidak peduli status sosial atau ketenaran.
Kasus WN Uzbekistan
Seorang WN Uzbekistan bernama Sirqjiddin (39) menjadi korban penipuan pengemudi taksi gelap di Bandara Soekarno-Hatta. Ia diarahkan membeli tiket bus ke Lombok dengan harga Rp 1,2 juta. Namun, setelah menunggu cukup lama di hotel, pengemudi taksi gelap yang menjanjikan penjemputan tidak kunjung datang.
Sirqjiddin kemudian mendatangi kantor polisi untuk meminta bantuan. Berkat bantuan polisi, uang yang telah dibayarkan dikembalikan sepenuhnya. Selain itu, polisi juga mendampingi dan mengantar Sirqjiddin ke Terminal Kalideres untuk mendapatkan tiket resmi menuju Lombok dengan harga yang sesuai.
Kasus Davina Karamoy
Aktris Davina Karamoy juga menjadi korban penipuan travel umrah Hanania Group. Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut dan mengaku telah menerima uang saku sebesar Rp 10 juta dari Hanania Travel. Namun, uang tersebut sudah dikembalikannya.
Davina Karamoy juga mengaku bakal lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja sama di masa depan. Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan orang lain untuk lebih selektif dalam memilih kerja sama.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa yang terjadi pada WN Uzbekistan?
WN Uzbekistan menjadi korban penipuan pengemudi taksi gelap di Bandara Soekarno-Hatta dan diarahkan membeli tiket bus ke Lombok dengan harga Rp 1,2 juta.
Pertanyaan 2: Apa yang dilakukan polisi untuk membantu WN Uzbekistan?
Polisi mendampingi dan mengantar WN Uzbekistan ke Terminal Kalideres untuk mendapatkan tiket resmi menuju Lombok dengan harga yang sesuai.
Pertanyaan 3: Berapa uang saku yang diterima Davina Karamoy dari Hanania Travel?
Rp 10 juta.
Pertanyaan 4: Apa yang dilakukan Davina Karamoy setelah menerima uang saku dari Hanania Travel?
Davina Karamoy mengembalikan uang saku tersebut.
Pertanyaan 5: Apa pelajaran yang dapat diambil dari kasus-kasus penipuan tersebut?
Kasus-kasus tersebut membuktikan bahwa penipuan bisa menimpa siapa saja, dan kita harus lebih selektif dalam memilih kerja sama dan tidak ragu untuk meminta bantuan jika mengalami penipuan.























