Harianesia – 24 Juni 2026 | Kamu mungkin sudah tahu bahwa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) baru-baru ini menjadi sorotan karena keterlibatan salah satu mahasiswanya dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, apa yang sebenarnya terjadi?
Latar Belakang
Unsoed adalah salah satu universitas terkemuka di Indonesia, terletak di Purwokerto, Jawa Tengah. Universitas ini dikenal karena komitmennya terhadap pendidikan berkualitas dan pengembangan potensi mahasiswa.
Baru-baru ini, Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, menjelaskan bahwa kampus mengirimkan seorang mahasiswa dalam kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Indonesia tengah dan timur. Penjelasan ini disampaikan setelah kebijakan kampus tersebut memicu protes mahasiswa yang berujung aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Unsoed.
Protes Mahasiswa
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi bergerak menggeruduk gedung rektorat pada Senin sore, dipicu oleh keterlibatan salah satu mahasiswa kampus tersebut dalam agenda kunjungan kerja (kunker) Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Massa aksi menyuarakan kekecewaan mendalam dan menilai keterlibatan individu tersebut berpotensi menyeret nama institusi ke dalam ranah politik praktis.
Menanggapi tuntutan massa, jajaran rektorat Unsoed langsung menemui mahasiswa untuk melakukan dialog terbuka. Lewat pertemuan tersebut, pihak rektorat dan perwakilan mahasiswa sepakat mengeluarkan pernyataan sikap tertulis untuk menjaga netralitas akademika.
Penolakan MBG
Jajaran rektorat bersama mahasiswa Unsoed Purwokerto secara resmi menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih. Sikap tegas tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, saat menemui massa mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung rektorat.
Rektor Unsoed menjelaskan bahwa kehadiran salah satu mahasiswa dalam kunker Wapres Gibran murni merupakan agenda personal dan tidak membawa mandat lembaga. Mahasiswa mendesak rektorat untuk menandatangani dan membacakan draf yang telah disiapkan, yang berisi pernyataan sikap bersama untuk menjaga netralitas akademika.
Kesimpulan
Dalam beberapa hari terakhir, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi sorotan karena keterlibatan salah satu mahasiswanya dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mahasiswa Unsoed melakukan aksi unjuk rasa untuk menolak keterlibatan tersebut dan menuntut transparansi terkait sistem penunjukan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan pejabat negara.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa yang memicu protes mahasiswa Unsoed?
Protes mahasiswa Unsoed dipicu oleh keterlibatan salah satu mahasiswa kampus tersebut dalam agenda kunjungan kerja (kunker) Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pertanyaan 2: Apa tuntutan mahasiswa Unsoed?
Mahasiswa Unsoed menuntut transparansi terkait sistem penunjukan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan pejabat negara dan menolak keterlibatan mahasiswa dalam agenda politik praktis.
Pertanyaan 3: Apa respons rektorat Unsoed?
Rektorat Unsoed langsung menemui mahasiswa untuk melakukan dialog terbuka dan sepakat mengeluarkan pernyataan sikap tertulis untuk menjaga netralitas akademika.
Pertanyaan 4: Apa penolakan yang dilakukan oleh mahasiswa Unsoed?
Mahasiswa Unsoed secara resmi menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Pertanyaan 5: Apa yang diharapkan mahasiswa Unsoed?
Mahasiswa Unsoed berharap bahwa universitas mereka dapat menjaga netralitas akademika dan tidak terlibat dalam agenda politik praktis.























