Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

10 Faktor Kritis Yang diungkap Gembala Sochratez Yoman, Soal Kondisi Orang Asli Papua

×

10 Faktor Kritis Yang diungkap Gembala Sochratez Yoman, Soal Kondisi Orang Asli Papua

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAYAPURA_HARIANESIA.COM– Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman, mengungkapkan 10 faktor yang ia nilai berdampak pada keberlangsungan orang asli Papua. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Socratez Yoman, kesepuluh faktor tersebut adalah:
1. Kekerasan negara
2. Transmigrasi
3. Program keluarga berencana
4. Pemekaran kabupaten dan provinsi
5. Peredaran minuman keras
6. Penyakit HIV
7. Gizi buruk
8. Perampasan tanah milik rakyat
9. Penghancuran hutan milik masyarakat adat
10. Pencemaran sumber air

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Sepuluh poin ini menjadi catatan serius terkait kondisi sosial, kesehatan, lingkungan, dan demografi orang asli Papua,” ujarnya.

Baca Juga :  Bina Pertiwi, Distributor Genset Terbesar di Indonesia dengan Produk Kirloskar & Weicai

Ia juga menyoroti maraknya konflik antar suku di Papua. Socratez Yoman menilai konflik itu perlu dilihat dalam konteks lebih luas agar masyarakat Papua tidak terpecah.

“Perang antar suku jangan sampai menjadi alat adu domba sehingga bangsa Papua tidak bisa bersatu dan kuat membangun masa depan,” katanya.

Penulis buku _Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua_, pandangan Socratez Yoman sebelumnya menuai beragam reaksi publik. Mulai dari yang menyebutnya “tamparan” keras, hingga seruan agar semua pihak mendorong rekonsiliasi.

Baca Juga :  Penuh Syukur, Ucapan Selamat Bermakna untuk Momen Berharga

Menurutnya, kebijakan transmigrasi, pemekaran wilayah, serta persoalan tanah adat dan lingkungan perlu dievaluasi dampaknya. Sementara miras, HIV, dan gizi buruk disebut sebagai tantangan kesehatan masyarakat.

Sebagai tokoh agama dan akademisi, Socratez Yoman mendorong dialog multipihak antara pemerintah, gereja, akademisi, dan masyarakat adat untuk mencari solusi berbasis data dan kearifan lokal.

Baca Juga :  P3UW dan Ketua Team Pengukuran Tanah Ulayat Marga Aji Megoupak Tulang Bawang Sepakat Memberantas MAFIA TANAH Di Rawajitu Timur Dan Oknum Kades Yang Terlibat

(Dwi Wahyudi)

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600