Jakarta_HARIANESIA.COM, 8 Agustus 2026 – Tingginya jumlah permintaan layanan evakuasi membuat Yayasan Cordova Syariah Indonesia kewalahan. Saat ini jumlah pasien yang membutuhkan bantuan, mulai dari pasien umum, lansia, hingga bayi penderita Penyakit Jantung Bawaan / PJB seperti ananda usia 10 bulan, terus meningkat setiap harinya.
Namun di tengah banyaknya permohonan tersebut, Yayasan Cordova Syariah Indonesia hanya memiliki 1 armada ambulans yang operasional.
“Setiap hari kami menerima 10 sampai 15 laporan masuk. Mulai dari rujukan rumah sakit, pasien cuci darah, sampai kasus gawat darurat. Dengan 1 ambulans, kami harus atur jadwal dan pilih kasus yang paling darurat dulu. Banyak juga yang akhirnya harus kami tolak karena keterbatasan armada,” ungkap humas Yayasan Cordova Syariah Indonesia.
Keterbatasan ini membuat waktu tunggu pasien menjadi lebih lama, padahal sebagian kasus membutuhkan penanganan cepat.
Untuk itu, Yayasan Cordova Syariah Indonesia mengajak masyarakat, donatur, dan lembaga untuk membantu pengadaan armada tambahan. 1 unit ambulans lengkap beserta operasionalnya sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi pasien yang terlambat tertangani.
“Kami tidak ingin menolak pasien. Tapi dengan 1 mobil, tenaga dan waktu kami terbatas. Mohon doa dan dukungannya agar segera ada penambahan armada,” tambahnya.
( Herman)
