Karanganyar – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di musim penghujan, Polres Karanganyar menggelar Apel Gabungan Tanggap Bencana Hidrometeorologi bersama Polsek jajaran dan instansi terkait, bertempat di halaman Mapolres Karanganyar, Rabu (5/11/2025).
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Karanganyar AKBP Dr. Hadi Kristanto, S.I.K., M.M. dan diikuti oleh Wakapolres Karanganyar, para Pejabat Utama Polres, Forkopimca, personel TNI–Polri, BPBD, Damkar, serta relawan penanggulangan bencana, dengan jumlah peserta sekitar 425 orang.
Dalam amanatnya, Kapolres Karanganyar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta apel atas semangat dan kehadirannya yang mencerminkan komitmen serta kepedulian bersama dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Karanganyar.
“Kabupaten Karanganyar merupakan daerah dengan potensi bencana alam yang cukup tinggi, mulai dari tanah longsor, banjir, angin kencang, hingga kebakaran hutan atau lahan. Untuk itu, diperlukan sinergi dan kesiapsiagaan dari seluruh unsur, baik Polri, TNI, BPBD, instansi pemerintah, maupun relawan masyarakat,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa kegiatan apel ini bukan hanya bersifat seremonial semata, tetapi sebagai bentuk komitmen nyata untuk memperkuat koordinasi, kesiapan personel, sarana prasarana, serta langkah cepat dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Baca Juga : Angkringan Ojol Presisi: Dari Meja Angkringan, Polres Sragen Hadirkan Edukasi Lalu Lintas Humanis di Operasi Lilin 2025 SRAGEN, JATENG – Suasana berbeda tampak di Pos Terpadu Operasi Lilin 2025 Polres Sragen, Rabu (24/12/2025). Di tengah padatnya arus lalu lintas dan kesibukan pengamanan Natal dan Tahun Baru, jajaran Polres Sragen menghadirkan sebuah terobosan humanis bertajuk “Angkringan Ojol Presisi”. Melalui program ini, Polres Sragen menyapa langsung para pengemudi ojek online (ojol) dengan pendekatan yang sederhana namun sarat makna, duduk bersama di meja angkringan, menikmati hidangan gratis, sembari berdialog santai tentang keselamatan berlalu lintas. Kegiatan yang digelar dalam dua sesi, yakni pukul 16.00–17.30 WIB dan 18.00–20.00 WIB tersebut, dipimpin langsung oleh Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indiasari bersama Wakapolres serta pejabat utama Polres Sragen, khususnya jajaran Satuan lalu lintas. Kasat Lantas Polres Sragen, Iptu Kukuh Tiro Satria Leksono, menegaskan bahwa Angkringan Ojol Presisi merupakan wujud nyata transformasi pelayanan Polri yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. “Kami ingin mengubah stigma penilangan menjadi pengayoman. Edukasi lalu lintas tidak harus selalu formal, tapi bisa disampaikan secara humanis, hangat, dan lebih diterima masyarakat. Dari meja angkringan inilah, pesan keselamatan kami sampaikan,” ujar Iptu Kukuh. Menurutnya, pengemudi ojol memiliki peran strategis sebagai pengguna jalan yang intensitas mobilitasnya tinggi. Oleh karena itu, dialog dua arah menjadi sarana efektif untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan langsung dari para driver terkait kondisi lalu lintas di wilayah Kabupaten Sragen. Selain edukasi keselamatan berkendara, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Polri dan komunitas ojol. Para driver tampak antusias mengikuti kegiatan, menyampaikan pengalaman di lapangan, sekaligus mendapatkan imbauan penting terkait tertib berlalu lintas selama masa Operasi Lilin 2025. Lebih dari sekadar berbagi makanan, Angkringan Ojol Presisi menjadi simbol kehadiran Polri di tengah masyarakat, hadir, mendengar, dan melayani dengan hati. Melalui inovasi ini, Polres Sragen berharap dapat menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang kondusif, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Operasi Lilin 2025 pun tak hanya menjadi momentum pengamanan, tetapi juga ruang membangun kepercayaan publik melalui sentuhan kemanusiaan.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan lima hal penting, di antaranya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah masing-masing, memperkuat sinergitas lintas instansi, memastikan kesiapan peralatan tanggap bencana, memberikan pelayanan cepat dan humanis kepada masyarakat, serta melaksanakan deteksi dini di titik-titik rawan.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab aparat semata, namun menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Mari kita wujudkan semangat Sinergi, Responsif, dan Peduli dalam menghadapi potensi bencana demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Karanganyar,” pungkas Kapolres.
Melalui kegiatan apel gabungan ini, diharapkan sinergi antara Polri, TNI, instansi pemerintah, dan relawan semakin kuat dalam menciptakan kesiapsiagaan yang optimal menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Karanganyar.
Mariyo