Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Usut Tuntas Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Rp 3,48 Triliun, Yulius Setiarto: Bongkar Sampai Pemilik Kapal dan Pemilik Barang

×

Usut Tuntas Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Rp 3,48 Triliun, Yulius Setiarto: Bongkar Sampai Pemilik Kapal dan Pemilik Barang

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Apresiasi Sinergi Polri, BNN, Bea Cukai, TNI dan Bakamla di Tanjung Balai Asahan

 

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

JAKARTA_ Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Yulius Setiarto, mengapresiasi keberhasilan pengungkapan penyelundupan narkotika jenis ketamin hidroklorida seberat 1,16 ton senilai Rp 3,48 triliun di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, pada 20 Oktober 2026 lalu.

 

Pengungkapan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, yakni BNN RI, Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bakamla, dan TNI.

Baca Juga :  Dewan Pengawas WRC" Habib Muchdar : Negara Tidak Boleh Kalah" Usut Tuntas Mafia Subsidi BBM!

 

“Pertama tentu saja kita mesti mengapresiasi kinerja dari Polri yang sudah menggagalkan penyelundupan ini dengan kolaborasi dari lembaga-lembaga lain yang juga turut di dalam proses pemberantasan narkoba ini,” ujar Yulius saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan, Minggu (2/11/2026).

 

Namun, Yulius menegaskan penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.

 

Menurutnya, Komisi III DPR RI akan mendorong penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara tuntas hingga ke aktor intelektual di balik jaringan tersebut.

Baca Juga :  Kebakaran TPA Galuga, Pemkab Bogor Sebut Api Berawal dari Lahan Pertanian

 

“Yang kedua, penindakan nantinya mendalami sampai tuntas, menyelidiki, menyidik sampai kepada si pemilik kapal, sampai pada si pemilik barang. Seluruh ekosistem narkoba,” tegasnya.

 

Yulius yang bermitra dengan aparat penegak hukum tersebut juga menekankan pentingnya penguatan sinergi antar lembaga. Ia menilai keberhasilan di Tanjung Balai Asahan membuktikan kolaborasi mampu menghasilkan aksi lapangan yang lebih konkret dan signifikan.

 

“Ketiga mesti meningkatkan kerja sama dan kolaborasi. Sinergi ini bisa menghasilkan action-action di lapangan yang lebih konkret dan signifikan,” jelasnya.

Baca Juga :  TEGAS! Warga Muara Pantun Desak PT EMAS Buka Data Pembebasan Lahan: “Jangan Sembunyikan Fakta”

 

“Jangan ada konflik dan ego sektoral. Masing-masing lembaga kan punya keterbatasan soal anggaran, tetapi kalau ini bisa dilakukan bersama-sama secara anggaran ini akan bisa lebih optimal, proses kinerja di lapangannya juga akan menjadi lebih baik,” tutup Yulius.

 

Pengungkapan 1,16 ton ketamin tersebut menjadi salah satu yang terbesar sepanjang 2026 dan dinilai berhasil menyelamatkan jutaan generasi bangsa dari bahaya narkotika.(DW)

 

Yulius Setiarto

Anggota Komisi III DPR RI – Fraksi PDI Perjuangan

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600