Tokoh Islam Papua Tegaskan Otsus Bukan Ideologi Abadi, Indonesia Sebagai Negara Demokrasi Harus Hormati Kedaulatan Rakyat Papua
Jayapura_Tokoh Islam Papua, Ustadz Ismail Asso, menegaskan bahwa Otonomi Khusus (Otsus) Papua bukan merupakan ideologi yang berlaku sekali untuk selamanya. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah video pendek yang beredar luas di media sosial.
Menurut Ismail Asso, Indonesia sebagai negara demokrasi besar di dunia seharusnya dapat membuka ruang demokratis bagi rakyat Papua untuk menentukan masa depannya sendiri.
“Otsus bukan ideologi sekali untuk selamanya seperti laiknya ideologi sosialisme komunis. Indonesia sebagai negara demokrasi besar didunia dapat melakukan referendum bagi rakyat papua mengingat selama 26 Tahun Otsus Papua tidak membawa dampak positif bagi perlindungan dan kesejahteraan rakyat Papua,” ujar Ismail Asso.
Ia menambahkan, salah satu solusi keadilan yang kini harus dipertimbangkan secara serius adalah referendum.
“Salah satu solusi keadilan bagi rakyat papua adalah referendum dan kita harus menghormati kedaulatan rakyat Papua dan Indonesia,” tegasnya.
Ismail Asso menilai, selama 26 tahun implementasi Otsus, rakyat Papua belum merasakan perlindungan dan kesejahteraan yang dijanjikan. Angka kemiskinan, kekerasan, dan ketimpangan masih menjadi potret sehari-hari di Tanah Papua, khususnya di wilayah Pegunungan.
Sebagai tokoh agama yang juga pernah menjadi anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), Ismail Asso mengatakan, pendekatan keamanan dan pembangunan yang sentralistik tidak lagi relevan. Yang dibutuhkan rakyat Papua hari ini adalah ruang keadilan yang bermartabat, di mana suara mereka didengar tanpa stigma separatis.
“Jika kita percaya pada demokrasi, maka referendum adalah mekanisme demokrasi yang paling jujur. Kita harus menghormati kedaulatan rakyat Papua sebagai bagian dari kedaulatan Indonesia yang demokratis,” pungkasnya.
Pernyataan Ustadz Ismail Asso ini menambah daftar panjang suara tokoh-tokoh Papua yang mendorong evaluasi total terhadap kebijakan Otsus dan membuka dialog yang setara antara Jakarta dan Papua.(DW)
