PIKIRAN RAKYAT – Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel mengakui Erling Haaland menjadi ancaman terbesar bagi ambisi Inggris di Piala Dunia 2026 menjelang laga perempat final melawan Norwegia di Miami, Sabtu, 11 Juli 2026. Tuchel bahkan memiliki pengalaman pahit saat menghadapi penyerang tajam tersebut di level klub.
Mengutip The Guardian, Tuchel menilai mustahil menyusun strategi menghadapi Norwegia tanpa memberi perhatian khusus kepada Haaland.
“Kamu tidak bisa menghindari fokus padanya, sudah pasti tidak. Ada begitu banyak kualitas dalam momen-momennya dan kamu harus membuat keputusan. Ia selalu akan tiba di tiang kedua sehingga pertanyaannya adalah kapan harus melakukan kontak dengannya,” kata Tuchel sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.
Pengalaman Tuchel menghadapi Haaland tidak bisa dibilang menyenangkan. Saat masih melatih Paris Saint-Germain pada musim 2019-2020, ia melihat Haaland mencetak dua gol untuk Borussia Dortmund dalam kemenangan 2-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Ketika menangani Bayern Munich pada musim 2022-2023, Haaland yang telah bergabung dengan Manchester City kembali menjadi momok. Penyerang asal Norwegia itu mencetak gol pada kedua leg perempat final Liga Champions dan membawa City lolos dengan agregat 4-1.
- Inggris vs Norwegia: Hadang Erling Haaland, Thomas Tuchel Disarankan Lakukan Ini
Haaland Sedang On Fire, Tuchel Tolak Anggap Inggris Favorit
Haaland tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026 dengan mencetak tujuh gol dari empat pertandingan. Dua golnya saat mengalahkan Brasil 2-1 di babak 16 besar mengantarkan Norwegia mencatat sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Di luar lapangan, Haaland juga tampak menikmati turnamen. Ia dikabarkan sempat berbelanja di Dallas, membeli topi koboi dan sepatu bot, lalu membagikan fotonya melalui media sosial.
Menjelang laga melawan Inggris, Haaland bahkan mencoba mengalihkan tekanan kepada lawannya.
“Ada beberapa favorit yang jelas di sana dan Inggris salah satunya. Jadi saya pikir kalian semua harus menaruh setiap tekanan pada anak-anak Inggris,” kata Haaland sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.
- Timnas Norwegia Bukan Sekadar Erling Haaland dan Odegaard
Menanggapi komentar tersebut, Tuchel menegaskan timnya tidak datang dengan rasa takut.
“Norwegia tampil di atas ekspektasi. Tapi secara internal mereka sangat tahu seberapa bagus mereka. Mereka membuktikannya. Mereka menyingkirkan negara yang sangat besar di panggung besar. Dan dari sini tidak ada lagi yang namanya favorit,” kata Tuchel sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.
Tuchel Akui Inggris Masih Harus Banyak Berbenah
Selain mewaspadai Haaland, Tuchel juga secara terbuka mengakui performa Inggris sejauh ini belum mencapai level terbaik.
“Kami perlu bermain lebih baik. Kami perlu menghabiskan lebih banyak waktu di setengah lapangan lawan. Kami terlalu kesulitan untuk mengatasi tekanan tinggi dari lawan. Identitas kami tidak begitu jelas dari sudut pandang sepak bola dalam turnamen ini. Kami sedikit terjebak dalam berpikir, memikirkan umpan dan kemudian sudah setengah detik terlambat,” kata Tuchel sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.
Laga di Miami juga diperkirakan menjadi tantangan tersendiri bagi Inggris karena untuk pertama kalinya mereka harus bermain dalam cuaca panas ekstrem. Suhu saat pertandingan dimulai diprediksi mencapai 34 derajat Celsius.
Sebelumnya, sepanjang turnamen, Inggris selalu bermain di stadion berpendingin udara atau dalam kondisi hujan. Kondisi cuaca di Miami diperkirakan akan menjadi faktor tambahan yang dapat memengaruhi jalannya pertandingan perempat final melawan Norwegia.***
Sumber: Pikiran-Rakyat.com








