Edukasi

Terekam CCTV! Motor Warga RT 05 RW 11 Larangan Utara Raib di Area Parkir Depan Rumah, Warga Desak Aktifkan Siskamling

TANGERANG_HARIANESIA.COM,- Aksi pencurian motor kembali terjadi di wilayah padat penduduk. Kamera CCTV milik warga RT 05 RW 11, Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang berhasil merekam jelas aksi pelaku pada Senin, 14 September 2026 pukul 03.46 – 03.47 WIB.

Korban pencurian adalah  Bapak Jhon, warga setempat. Motor miliknya raib saat diparkir di area depan rumah di bawah kanopi, tepatnya di samping meja kursi plastik dan deretan motor warga lainnya. Lokasi tersebut merupakan area umum warga RT 05 RW 11. Ini merupakan kejadian kedua dalam kurun waktu 2 bulan di lokasi yang sama. Sebelumnya pada Juli 2026 juga terjadi kehilangan motor di blok berbeda.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diterima redaksi, pelaku beraksi seorang diri. Ciri-ciri pelaku: laki-laki, menggunakan kaos gelap, celana pendek biru, topi, dan masker.

*Kronologi berdasarkan rekaman:*
Pada pukul *03:46:27 WIB* pelaku datang berjalan kaki dan mulai mengangkat terpal penutup motor.
Pukul *03:46:55 WIB* pelaku terlihat mengutak-atik kunci motor di area parkir depan rumah.
Pukul *03:47:01 WIB* pelaku berhasil menyalakan motor dan langsung membawanya kabur keluar gang.

“Rekamannya jelas banget. Pelakunya muter-muter dulu, terus langsung eksekusi. Kami bingung, CCTV ada, tapi motor tetap hilang,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

*Warga Pertanyakan Fungsi CCTV dan Keamanan Lingkungan*
Maraknya kejadian ini membuat warga mempertanyakan efektivitas CCTV dan sistem keamanan lingkungan. Hingga berita ini diturunkan, rekaman CCTV belum bisa diakses dengan jelas saat diminta ke pengurus.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Masalah Sosial *D. Wahyudi* menyoroti lemahnya sistem keamanan berbasis warga.

“Kenapa tidak dilakukan atau diterapkan kembali sistem keamanan lingkungan atau siskamling yang pelaksanaannya dibuat jadwal piket setiap malam, bergilir dari warga satu keluarga ke keluarga lainnya,” kata D. Wahyudi.

Menurutnya, siskamling bukan hanya soal ronda. Sistem ini juga berfungsi membangun kebersamaan dan kontrol sosial.
“Selain dapat menciptakan rasa aman, suasana siskamling juga bisa jadi alat silaturahmi antar warga. Kalau masih seperti ini, percuma ada pos kamling atau CCTV canggih sekalipun,” tegasnya.

D. Wahyudi menambahkan, teknologi seperti CCTV hanya efektif jika dipadukan dengan pengawasan aktif dari warga. Tanpa kontrol sosial, kamera hanya menjadi pajangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengurus RT/RW setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah lanjutan pasca dua kejadian pencurian tersebut.

Warga berharap ada pertemuan khusus untuk membahas kembali pengaktifan pos kamling dan jadwal ronda malam demi mencegah kejadian serupa terulang. Rekaman CCTV dan foto lokasi saat ini sudah diserahkan ke pihak berwajib sebagai barang bukti.

(Herman)

Exit mobile version