DENPASAR_ Minggu (1/11/2026) – Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan Nasional 10 November 2026, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Bali (Denpasar, Badung, Tabanan), I Ketut Kariyasa Adanyana, mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Hari Pahlawan tidak hanya sebagai seremonial, tetapi sebagai gerakan menghidupkan kembali semangat kepahlawanan dalam kerja nyata.
Menurutnya, nilai kepahlawanan yang diwariskan para pejuang pada Pertempuran Surabaya 10 November 1945 sangat relevan dengan tugas-tugas kebangsaan hari ini, khususnya di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang menjadi ruang kerja Komisi VIII DPR RI.
“Setiap tanggal 10 November kita menundukkan kepala untuk para pahlawan yang mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan. Tapi penghormatan terbaik bukan hanya dengan upacara, melainkan dengan melanjutkan perjuangan mereka lewat pengabdian nyata di lingkungan kita masing-masing,” ujar Kariyasa Adanyana di Denpasar.
Relevansi dengan Tugas Komisi VIII
Kariyasa menegaskan, sebagai mitra Kementerian Sosial, Kementerian Agama, BNPB, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi VIII melihat semangat kepahlawanan harus diterjemahkan dalam tiga hal:
1.Memperkuat Solidaritas Sosial:
Meneladani pengorbanan pahlawan dengan peduli terhadap kelompok rentan, lansia, disabilitas, dan korban bencana. Ini adalah pahlawan masa kini.
2. Merawat Kerukunan Umat Beragama:
Nilai persatuan yang diperjuangkan di Surabaya 1945 harus menjadi fondasi menjaga toleransi di Bali dan Indonesia sebagai rumah bersama.
3. Menanamkan Nasionalisme di Pendidikan dan Keluarga:
Orang tua dan guru perlu menjadi teladan yang menanamkan cinta tanah air, tanggung jawab sosial, dan penghargaan atas kemerdekaan yang tidak datang gratis.
“Sejarah mencatat, pada 30 Oktober 1945 Brigjen Mallaby tewas, lalu Sekutu beri ultimatum. Rakyat Surabaya memilih melawan. Itu adalah pilihan moral. Hari ini, kita juga dihadapkan pada pilihan moral: apakah kita diam melihat ketimpangan sosial, atau kita bergerak membantu sesama. Itulah pahlawan di zaman sekarang,” tegasnya.
Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan yang dikenal dekat dengan komunitas adat dan sosial di Denpasar ini berharap peringatan Hari Pahlawan menjadi momentum konsolidasi kebangsaan di tengah tantangan zaman, hoaks, dan degradasi nilai gotong royong.
“Di Dapil saya di Denpasar, semangat puputan itu masih hidup. Saya mengajak generasi muda Bali untuk tidak melupakan sejarah, dan mengisi kemerdekaan dengan karya, disiplin, dan kepedulian sosial. Itulah cara kita berterima kasih kepada pahlawan,” tutupnya.
(DW)




















