KOTA BOGOR_HARIANESIA.COM_ Keluhan warga terkait kondisi saluran air di samping Polresta Bogor Kota menuai sorotan. Saluran yang disebut warga mengeluarkan bau tidak sedap, menimbulkan genangan, dan kerap menyebabkan banjir diduga berkaitan dengan aliran pembuangan dari lingkungan Polresta Bogor Kota.
Keluhan tersebut tentu tidak bisa dianggap persoalan sepele. Selain menyangkut kenyamanan warga, kondisi saluran yang berbau dan kerap tergenang juga berkaitan dengan kebersihan serta lingkungan di sekitar fasilitas pelayanan publik.
Awak media kemudian berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasubbag/Kasi Humas Polresta Bogor Kota Ipda Imam dan Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H.
Konfirmasi disampaikan melalui pesan WhatsApp untuk memastikan sumber aliran sekaligus memberikan ruang kepada pihak Polresta Bogor Kota untuk menjelaskan langkah penanganan yang telah dilakukan.
“Kami menerima keluhan warga terkait saluran air di samping Polresta Bogor Kota yang berbau dan diduga berasal dari pembuangan WC Polresta. Apakah benar aliran tersebut berasal dari instalasi pembuangan Polresta? Jika benar, langkah apa yang telah dilakukan untuk mengatasi keluhan warga?”
Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi resmi dari pihak Polresta Bogor Kota atas konfirmasi yang telah disampaikan.
Edwar: Jangan Sampai Keluhan Warga Dianggap Angin Lalu
Persoalan tersebut turut mendapat perhatian Edwar, Ketua DPD IMW Jawa Barat. Ia menilai keluhan masyarakat semestinya mendapatkan respons yang jelas, terlebih menyangkut persoalan lingkungan yang berada di sekitar institusi kepolisian.
“Kalau memang ada keluhan masyarakat mengenai saluran air yang bau, tergenang dan menyebabkan banjir, tentu harus segera ditelusuri. Jangan sampai masyarakat sudah mengeluh, tetapi justru tidak mendapatkan penjelasan,” ujar Edwar.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak seharusnya berhenti pada saling menduga. Jika benar sumber aliran berasal dari instalasi pembuangan Polresta, maka harus ada langkah nyata untuk memperbaikinya. Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak benar, pihak Polresta juga memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi dan menunjukkan fakta yang sebenarnya.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan saling menyalahkan, tetapi kepastian dan keterbukaan. Kalau tidak berasal dari Polresta, sampaikan. Kalau memang berasal dari instalasi Polresta dan menimbulkan persoalan, ya harus diperbaiki. Jangan dibiarkan menjadi polemik,” tegasnya.
Edwar juga menyoroti pentingnya keterbukaan institusi publik ketika mendapat pertanyaan dari masyarakat maupun media.
“Jangan sampai diamnya pihak terkait justru menimbulkan persepsi bahwa keluhan masyarakat tidak dianggap penting. Institusi kepolisian seharusnya berada di depan dalam memberikan contoh bagaimana persoalan lingkungan ditangani secara terbuka dan bertanggung jawab,” katanya.
Sementara itu, media ini masih memberikan ruang kepada Polresta Bogor Kota untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab terkait dugaan sumber aliran, kondisi saluran, serta langkah penanganan terhadap keluhan warga.
Perlu ditegaskan, dugaan bahwa aliran tersebut berasal dari pembuangan WC Polresta Bogor Kota belum dapat dinyatakan sebagai fakta sebelum terdapat verifikasi atau keterangan resmi dari pihak berwenang.
Publik kini menunggu satu hal sederhana namun penting: apa sebenarnya sumber aliran tersebut, dan langkah apa yang akan dilakukan untuk menjawab keluhan warga?
Heri




















