Perdagangan saham-saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Oktober 2026 bergerak konsolidasi dengan penguatan selektif pada sejumlah saham perbankan dan industri. Nilai transaksi bursa pada hari itu mencapai Rp17,7 triliun.
Investor asing mencatat aksi jual bersih tipis senilai Rp12,49 miliar, di tengah volume transaksi yang menembus 35,06 miliar saham. Angka net sell yang kecil menunjukkan tekanan jual asing tidak cukup kuat membalik arah pasar secara keseluruhan.
Di antara saham berperforma kuat, sebagian besar dihuni emiten dengan rasio valuasi rendah. Dua ukuran yang paling sering dipakai investor untuk menilainya adalah PER dan PBV.
PER (Price Earning Ratio) — menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.
Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham. Semakin rendah PBV, semakin murah harga saham relatif terhadap nilai buku emiten.
Saham PER Rendah Memimpin Penguatan
Kelompok saham dengan PER terendah di LQ45 mencatat penguatan cukup merata. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menjadi pemenang dengan kenaikan tertinggi mencapai 4,44%.
BBTN ditutup di level 940 dengan PER 2,75 kali dan PBV 0,35 kali. Posisi ini menjadikannya saham paling murah di kelompok tersebut berdasarkan rasio laba.
Menyusul di belakangnya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 3,92% ke level 795. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turut menguat 2,30% pada harga 1.335.
Sejumlah nama lain mencatat kenaikan lebih tipis. JPFA naik 1,74%, AADI menguat 1,37%, dan BBNI menanjak 0,93% dengan PER 5,63 kali.
| Kode | Close |
|---|---|
| PER | PBV |
| Perubahan | — |
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi satu-satunya emiten di kelompok ini yang terkoreksi, turun tipis 0,73% ke level 2.720 dengan PER 5,11 kali dan PBV 1,75 kali.
Sementara itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) bergerak stagnan pada harga 7.075 dan 1.595.
BRPT Pimpin Kelompok Valuasi Tinggi
Pada kelompok saham gabungan dengan PER lebih tinggi, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat penguatan terbesar, menanjak 3,48% ke level 1.485. Saham ini memiliki PER 20,34 kali dan PBV 3,20 kali.
Penguatan lanjutan dicatatkan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 0,78% dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang menguat 0,58%. Adapun AMMN naik tipis 0,27% pada harga 3.740.
Sebaliknya, PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami koreksi terdalam di kelompok ini sekaligus menjadi penurun terbesar bursa, turun 1,54% ke level 24.000. Saham ini memiliki PER 46,78 kali dengan PBV 0,93 kali.
Sebagian besar saham lainnya bergerak stagnan, termasuk PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di level 505, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di 26, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di 2.200.
CUAN tercatat sebagai saham dengan PER paling tinggi di antara 20 saham gabungan, yakni 84,17 kali, dengan PBV 9,18 kali. INDY menyusul dengan PER 30,29 kali dan GOTO 26,00 kali.
Di sisi lain, INKP tetap kokoh memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, yakni 0,30 kali — jauh di bawah emiten lain di daftar yang sama.
- Nilai transaksi bursa 21 Oktober 2026 mencapai Rp17,7 triliun dengan volume 35,06 miliar saham.
- BBTN memimpin penguatan kelompok PER rendah dengan kenaikan 4,44%.
- UNTR menjadi penurun terdalam bursa dengan koreksi 1,54%.
Pergerakan yang terbelah antara saham bervaluasi murah dan mahal ini mencerminkan selektivitas investor. Arus dana tidak mengalir merata, melainkan condong ke emiten dengan rasio harga terhadap laba yang lebih rendah.
Net sell asing yang hanya Rp12,49 miliar menunjukkan tekanan jual dari luar negeri tidak mendominasi. Dengan nilai transaksi Rp17,7 triliun, posisi asing relatif kecil dibanding total perputaran bursa hari itu.
Pertanyaan Umum
Apa itu PER dan PBV pada saham?
PER menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya. PBV membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham. Keduanya dipakai untuk menilai apakah harga saham tergolong murah atau mahal.
Saham mana yang memimpin penguatan pada 21 Oktober 2026?
BBTN mencatat kenaikan tertinggi di kelompok PER rendah sebesar 4,44%, disusul NCKL 3,92% dan PGAS 2,30%. Di kelompok valuasi lebih tinggi, BRPT memimpin dengan penguatan 3,48%.
Saham apa yang mencatat PBV terendah?
INKP memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, yakni 0,30 kali, dengan harga penutupan 7.075 dan PER 2,91 kali.
Sumber: Kontan
