Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

RAPIDIN SIMBOLON, MM, Sumbang RP 50 Juta Untuk Restorasi Kawasan Eks HGU TPL Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Sumatera Utara

×

RAPIDIN SIMBOLON, MM, Sumbang RP 50 Juta Untuk Restorasi Kawasan Eks HGU TPL Kecamatan Harian Kabupaten Samosir Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta,- Peringatan Yubileum Santo Fransiskus Asisi tahun 2026 ditandai dengan aksi penanaman pohon di kawasan Baniara, Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di lahan bekas PT TPL yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan Hutan Tombak Raja Tele, dan melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Dari Fraksi PDI Perjuangan
Drs.Rapidin Simbolon,MM para pastor dari Keuskupan Agung Medan, masyarakat adat, serta pegiat lingkungan.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Aksi penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya pemulihan ekosistem di kawasan Danau Toba yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami degradasi akibat alih fungsi lahan, erosi, dan sedimentasi yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan.

Ketua Pergerakan Penyelamatan Kawasan Danau Toba (PP-DT), Dr Wilmar Eliaser Simandjorang, menegaskan bahwa kegiatan ini harus menjadi momentum serius untuk membenahi tata kelola lingkungan secara menyeluruh, bukan sekadar aksi simbolis.

“Pemulihan hutan di Tele bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat di sekitar Danau Toba,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketum dan Sekjen XTC Indonesia Hadiri Muscab DPC Kabupaten Bandung

Ia mengingatkan bahwa kondisi Danau Toba saat ini menghadapi tekanan berat akibat kerusakan hutan, erosi, dan perubahan tata guna lahan yang tidak terkendali. Jika tidak segera ditangani secara terpadu, hal tersebut berpotensi mempercepat penurunan kualitas air dan mengancam kehidupan masyarakat yang bergantung pada danau.

Menurutnya, upaya penyelamatan harus dilakukan melalui pendekatan yang seimbang antara aspek ekologis, sosial, dan kemudahan implementasi.

Ia menekankan pentingnya penerapan teknik konservasi tanah dan air sebagai langkah paling efektif dan realistis dalam jangka pendek, disertai pengembangan agroforestry yang dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan.

Selain itu, rehabilitasi hutan tetap diperlukan sebagai investasi jangka panjang untuk dapat segera upaya memulihkan keanekaragaman hayati dan fungsi hidrologis, meskipun membutuhkan waktu, biaya, dan dukungan yang besar.

Baca Juga :  Papa Rico Berdemo Berjuang Pahit Untuk Negara , Pingsan di Bawa RSUD Tanah Abang

Wilmar juga menekankan bahwa keberhasilan upaya tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, akademisi, dan sektor lainnya.

“Pengelolaan Danau Toba tidak bisa setengah hati. Harus ada sinergi dan komitmen bersama agar kelestarian lingkungan sejalan dengan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh JPIC Keuskupan Agung Medan bersama Pastor Walden Sitanggang OFM Cap, dengan menggandeng Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) Tano Batak dan masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat adat dinilai penting untuk memastikan upaya rehabilitasi hutan berjalan selaras dengan kearifan lokal.

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs.Rapidin Simbolon,MM yang turut hadir serta memberikan bantuan menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,
“Ini bukan sekadar seremonial”.
Kita ingin memastikan hutan di kawasan Danau Toba kembali pulih dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” katanya.

Baca Juga :  StafSus Komisi III RI" Habib Muchdar : Tanah Pak Johanis Sah!!! Disinyalir Ada Kejanggalan Putusan" Sebab Sertifikat Lawan Tidak Pernah di Buktikan?

“Sebagai bentuk dukungan nyata, dirinya memberi
sumbangkan dana pribadinya sebesar Rp50 juta untuk mendukung upaya pemulihan kawasan hutan agar kembali berfungsi sebagai daerah tangkapan air Danau Toba.

Meski tidak seberapa, tapi ini bagian dari kegigihan untuk upaya Untuk mengembalikan fungsi hutan,” Mari kita berjuang bersama, membebaskan ‘penderitaan’ pohon-pohon di sini, agar kembali merdeka dan burung-burung kembali ke habitatnya, dan Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen PDI Perjuangan untuk peduli terhadap lingkungan tandasnya.

“Dalam semangat Santo Fransiskus Asisi, kami diajak untuk merawat ciptaan. Menanam pohon berarti menanam harapan bagi bumi,”.
Menurutnya Keterlibatan gereja dalam gerakan lingkungan sebagai bagian dari panggilan moral.

Aksi penanaman pohon berlangsung dalam suasana kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat adat, serta diharapkan menjadi langkah awal pemulihan lingkungan secara berkelanjutan di kawasan Danau Toba.(DW)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600