Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Puluhan Pengunjung Terindikasi Positif, BNNK Sumenep Pertegas Perang terhadap Narkoba

×

Puluhan Pengunjung Terindikasi Positif, BNNK Sumenep Pertegas Perang terhadap Narkoba

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

SUMENEP — Operasi pemberantasan narkotika kembali mengguncang aktivitas tempat hiburan malam di Kabupaten Sumenep. BNNP Jawa Timur bersama BNNK Sumenep menggelar operasi gabungan di Mr Ball pada Minggu (1/11/2026) dini hari. Operasi yang berlangsung sejak sekitar pukul 02.00 WIB itu menyasar ratusan pengunjung yang berada di lokasi.

Sebanyak 37 personel BNNP Jawa Timur dan BNNK Sumenep diterjunkan dalam operasi tersebut. Ketika petugas memasuki lokasi, suasana hiburan seketika berubah. Lampu ruangan dinyalakan dan pengunjung diarahkan untuk menjalani pemeriksaan serta tes urine. Petugas juga melakukan penyisiran terhadap sejumlah area di dalam tempat hiburan sebagai bagian dari upaya mendeteksi potensi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Hasilnya menjadi perhatian serius. Puluhan pengunjung dilaporkan menunjukkan hasil skrining urine yang terindikasi positif Amfetamin dan/atau Metamfetamin. Namun, hasil skrining tersebut tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan proses lebih lanjut sesuai prosedur. Prinsip kehati-hatian ini penting agar setiap tindakan terhadap masyarakat tetap berbasis bukti dan ketentuan hukum.

Baca Juga :  Gelar Rapat Konsolidasi, Yayasan GANN Jawa Barat Mantapkan Kepengurusan

Operasi yang berlangsung sekitar delapan jam tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa tempat hiburan malam bukan wilayah yang kebal dari pengawasan aparat. Pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui kampanye antinarkoba, seminar, maupun sosialisasi. Ketika indikasi penyalahgunaan ditemukan di lapangan, aparat harus hadir, memeriksa, menindak sesuai kewenangan, dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan.

Di bawah kepemimpinan Kombes Pol F. Sandy Sitepu, BNNK Sumenep dinilai menunjukkan komitmen untuk memperkuat langkah pemberantasan penyalahgunaan narkotika di wilayahnya. Operasi bersama BNNP Jawa Timur tersebut menjadi bagian penting dari upaya mempersempit ruang penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan yang memiliki potensi kerawanan.

Baca Juga :  Pelajar Demak Deklarasikan Pembubaran Geng, Cegah Tawuran Berulang

Pimpinan Redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (KabarSBI.com), Ketua Umum GMOCT, sekaligus Ketua II DPP LPK-RI, Agung Sulistio, memberikan apresiasi terhadap langkah BNNP Jawa Timur dan BNNK Sumenep. Menurutnya, operasi semacam itu harus dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

«“Kalau negara ingin serius perang terhadap narkoba, maka pengawasan harus dilakukan secara nyata. Jangan hanya menunggu laporan masyarakat setelah persoalan menjadi besar. Temuan di lapangan harus ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan berdasarkan hukum,” tegas Agung.»

Agung juga meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak sekadar melihat persoalan tersebut sebagai urusan BNN. Jika pemeriksaan lanjutan menemukan pelanggaran hukum, penyalahgunaan narkotika, atau persoalan terkait perizinan dan operasional tempat hiburan, maka instansi yang berwenang perlu melakukan evaluasi sesuai ketentuan. Keselamatan masyarakat dan masa depan generasi muda harus ditempatkan di atas kepentingan bisnis hiburan.

Baca Juga :  Sinergi Polri dan Buruh, Kapolda Jabar Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Lewat Deklarasi ‘Sauyunan Ngajaga Lembur

Operasi di Mr Ball menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keberanian sekaligus konsistensi. BNN, Polri, pemerintah daerah, Satpol PP, pengelola tempat hiburan, tokoh masyarakat, keluarga, dan masyarakat luas memiliki tanggung jawab masing-masing. Jangan biarkan tempat hiburan berubah menjadi ruang yang memberi celah bagi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Bagi Sumenep, operasi tersebut seharusnya tidak berhenti pada pemeriksaan satu lokasi. Jika terdapat indikasi pelanggaran, publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai tindak lanjutnya. Sebab, keberhasilan pemberantasan narkoba bukan hanya diukur dari berapa banyak orang yang diperiksa, tetapi dari seberapa konsisten aparat menutup ruang penyalahgunaan, membongkar jaringan, dan melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.

Lepi

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600