KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar surat utang domestik kembali mendapat sokongan dari membaiknya sentimen global. Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas Ridwan Adi Gunawan memproyeksikan imbal hasil atau yield Surat Utang Negara (SUN) bertenor 10 tahun bergerak di rentang menarik pada perdagangan hari ini, Rabu (7/10/2026), yakni 7,10% hingga 7,25%.
Proyeksi itu muncul setelah Wall Street melanjutkan relinya pada Selasa. Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi baru, ditopang turunnya imbal hasil US Treasury dan melemahnya harga minyak dunia.
Kedua faktor tersebut meredakan kekhawatiran pasar atas arah suku bunga dan inflasi. Indeks S&P 500 naik 0,58%, Nasdaq menguat 0,45%, dan Dow Jones bertambah 0,49%.
Saham-saham kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor tetap menjadi penggerak utama indeks. Perhatian investor kini beralih menuju musim laporan laba kuartal III-2026.
Tekanan Eksternal Masih Membayangi
Dari sisi makroekonomi Amerika Serikat, defisit perdagangan melebar menjadi USD 105,6 miliar pada Agustus 2026. Angka itu naik dari revisi bulan Juli sebesar USD 92,8 miliar dan melampaui konsensus pasar yang mematok USD 102,0 miliar.
Peningkatan impor sebesar USD 17,2 miliar ke rekor USD 420,8 miliar menutupi kenaikan ekspor yang hanya USD 4,5 miliar. Data ini menjadi catatan tersendiri bagi pelaku pasar global.
Di Eropa, pesanan pabrik Jerman justru terkontraksi 10,6% secara bulanan pada Agustus 2026. Realisasi itu membalikkan tren kenaikan revisi pada Juli lalu dan jauh di bawah ekspektasi pasar.
Kombinasi data ekonomi AS dan Eropa yang beragam membuat pelaku pasar domestik menimbang ulang posisi pada aset berpendapatan tetap, termasuk SUN.
Lelang Sukuk Ramai, Pasar Sekunder Justru Tertekan
Beralih ke pasar domestik, lelang Sukuk pada Selasa berhasil menarik total penawaran Rp 32,61 triliun. Angka itu meningkat dari lelang sebelumnya yang sebesar Rp 26,89 triliun.
Permintaan terpusat pada Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) bertenor pendek. Seri tersebut mendominasi 52,6% dari total permintaan yang masuk.
Meski lelang ramai, pasar sekunder bergerak berlawanan. Yield SUN diperdagangkan lebih tinggi 1 hingga 4 basis poin (bps).
Imbal hasil untuk tenor 5 tahun dan 10 tahun masing-masing ditutup pada level 7,06% dan 7,18%.
- Proyeksi yield SUN 10 tahun hari ini: 7,10%–7,25%.
- Lelang Sukuk Selasa menyerap penawaran Rp 32,61 triliun, naik dari Rp 26,89 triliun.
- SPNS tenor pendek mendominasi 52,6% total permintaan lelang.
Rupiah dan Dolar AS
Di pasar valas, nilai tukar rupiah (USD/IDR) tergelincir tipis 0,04% ke level Rp 17.900 per dolar AS pada hari Selasa. Pelemahan itu relatif terbatas.
Tekanan eksternal terhadap rupiah sedikit mereda berkat harga minyak mentah yang lebih lunak. Indeks dolar AS (DXY) juga turun 0,15% ke level 102,01.
Penurunan DXY memberi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menahan pelemahan lebih dalam.
Yield SUN — imbal hasil yang diperoleh investor dari kepemilikan Surat Utang Negara, naik saat harga obligasi turun.
Rekomendasi Seri Obligasi
Dalam risetnya, Ridwan menyebut sejumlah seri obligasi pemerintah yang dinilai atraktif untuk diperdagangkan pada hari ini.
“Mengingat perkembangan terbaru di pasar global dan domestik, kami memperkirakan imbal hasil Indo-GB tenor 10 tahun akan diperdagangkan di kisaran 7,10-7,25% untuk hari ini.”
— Ridwan Adi Gunawan, Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas
Seri-seri yang direkomendasikan meliputi PBS003, PBS030, FR0082, FR0100, dan FR0083. Kelima seri itu dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi pelaku pasar pada perdagangan hari ini.
Pertanyaan Umum
Berapa proyeksi yield SUN 10 tahun hari ini?
MNC Sekuritas memproyeksikan yield SUN tenor 10 tahun bergerak di rentang 7,10% hingga 7,25% pada perdagangan Rabu (7/10/2026).
Berapa hasil lelang Sukuk Selasa?
Lelang Sukuk pada Selasa menarik total penawaran Rp 32,61 triliun, meningkat dari lelang sebelumnya sebesar Rp 26,89 triliun, dengan SPNS tenor pendek mendominasi 52,6% permintaan.
Seri obligasi apa saja yang direkomendasikan?
Seri yang dinilai atraktif untuk diperdagangkan adalah PBS003, PBS030, FR0082, FR0100, dan FR0083.
Sumber: Kontan
