Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Investigasi

Proyek Drainase Rp284 Juta di Depok Bau Suap: Klarifikasi Berubah Jadi “Uang Ngopi” Rp150 Ribu untuk Wartawan!

23
×

Proyek Drainase Rp284 Juta di Depok Bau Suap: Klarifikasi Berubah Jadi “Uang Ngopi” Rp150 Ribu untuk Wartawan!

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Depok_HARIANEIA.COM_Skandal proyek drainase di Jalan Pahlawan Jalan Ciliwung, RT 01 RW 01, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, semakin bau busuk. Setelah diberitakan media ini pada 26 Agustus 2025 dengan judul “Proyek Drainase Rp284 Juta di Kalimulya Dipertanyakan, Mandor Balas ‘Ha-ha-ha’ LSM: Pelecehan Publik, Langgar UU KIP!!”, pelaksana proyek bukannya memberikan klarifikasi transparan, malah menambah noda baru.

Pada 28 Agustus 2025, Juan Pardede selaku pelaksana proyek mengundang media ini untuk bertemu. Namun, yang terjadi sungguh mengejutkan. Di tengah pertemuan, Juan justru mengeluarkan uang tiga lembar pecahan Rp50.000.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Media ini sontak menolak keras. Ketika ditanya maksud pemberian itu, Juan dengan santai menjawab:

Baca Juga :  Pemuda Mabuk, Intip Warga Sedang Mandi diamankan Warga dan Diserahkan Ke Polsek

“Uang untuk ngopi, sama seperti teman-teman yang lain juga, Bang, Rp50 ribu.”

Pernyataan enteng ini seolah membuka tabir praktik kotor yang selama ini ditutupi: upaya membeli diamnya wartawan dengan uang recehan.

Ketua DPD Jawa Barat LSM Indonesia Morality Watch, Edwar, langsung melontarkan kecaman keras. “Apakah ini bukti nyata pelaksana proyek mencoba menyuap wartawan? Kalau benar, ini bukan sekadar pelecehan terhadap pers, tapi penghinaan terhadap masyarakat dan pelanggaran hukum!” tegasnya.

Baca Juga :  Upaya Banding DPRD Kota Bogor Terhadap Pengesahan Raperda Pinjol Temui Titik Terang

Proyek drainase senilai Rp284.397.164 dari APBD Kota Depok ini dikerjakan oleh CV Abyakta Camani Cemerlang, dengan konsultan supervisi Jirolu Saka Tama dan perencana Nurmulya Abadi Sejahtera. Dari awal, proyek ini sudah dinilai tidak transparan, penuh misteri, dan rawan penyimpangan.

Kini fakta semakin telanjang: klarifikasi yang dijanjikan malah berubah menjadi dugaan suap berkedok “uang ngopi”. Proyek publik ratusan juta rupiah justru dipertontonkan dengan praktik-praktik murahan yang mencederai akuntabilitas, melecehkan pers, dan menipu rakyat.

Baca Juga :  Drainase Baru Sudah Rusak, Dinas PUPR Depok Diduga Gagal Total.!! Ancam Keselamatan Warga

Proyek drainase Kalimulya bukan lagi sekadar dipertanyakan melainkan diduga sudah busuk dari akar hingga pelaksanaannya.

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600