TANGERANG_HARIANESIA.COM_ Sabtu 13 Juni 2026,Badan Narkotika Nasional Kota Tangerang mencatat prevalensi penyalahgunaan narkoba di wilayahnya naik ke angka 4,3. Angka tersebut meningkat dari kisaran 3 pada 2023-2024.
Kepala BNN Kota Tangerang Kombes Pol. Dr. Josephein Vivick Tjangkung, S.Sos., M.I.Kom menyampaikan hal itu saat Diskusi Bebas Narkoba bertema “Pemuda Bersih, Indonesia Pulih” di Rumah Belajar Gesuri Mesias Bintang Merah, Sabtu, 13 Juni 2026. Diskusi untuk memperingati Bulan Bung Karno 2026 itu digelar dirumah baca serta dihadiri ratusan anak muda.
“Narkoba di Kota Tangerang memang belum ada hasil riset yang spesifik, tetapi secara keseluruhan frekuensi narkoba sudah mencapai hampir 4,3. Kalau 2023-2024 masih di angka 3 tapi sekarang sudah masuk angka 4, tandanya masalah narkoba sudah sangat mengkhawatirkan,” ujar Josephien.
Josephien menyebut jaringan narkoba kini menyasar pemuda dan ibu muda melalui tempat nongkrong serta game online. Modus baru yang marak adalah vape berisi cairan narkotika dengan aroma buah-buahan, bunga-bungaan, dan permen.
“Jaringan narkoba berusaha membuat varian baru. Cairan vape itu sudah banyak dengan aroma buah-buahan, bunga-bungaan, permen. Tidak disadari bahwa yang sudah masuk dalam narkoba itu merasuk tubuh pelan-pelan,” katanya.
Kota Tangerang juga kerap dijadikan jalur transit narkoba. Dalam sebulan terakhir terdapat 2 kasus besar berupa transit barang bukti 10 kilogram sabu dan 3 kilogram ganja yang dikirim melalui jasa ekspedisi JNE. Namun pengungkapan belum bisa dilakukan.
“Tempat kita ini selain sebagai transit barang juga mencoba menyasar kalangan muda-mudi. Jaringan sangat lihai melihat gestur dan lingkungan yang masa bodoh dengan keadaan,” katanya.
Josephien mengingatkan ciri pengguna narkoba meliputi perubahan fisik seperti mata merah, gigi menggeram, kulit pucat, hidung gatal, serta perubahan mental seperti menarik diri dan berbohong.
Diskusi tersebut melibatkan Gesuri Mesias Bintang Merah, B.Commun, Anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi PDI Perjuangan dan Yulius Setiarto, S.H., M.H., Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan.
Gesuri Mesias Bintang Merah, B.Commun mengatakan kegiatan ini penting untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba. “Narkoba berdampak besar bagi pembangunan dan kemajuan Indonesia, khususnya Kota Tangerang. Karena itu kami menargetkan anak muda sebagai generasi bangsa agar lebih mawas diri,” ujarnya.
Yulius Setiarto, S.H., M.H. berpesan kepada pemuda agar bijak memilih masa depan. “Masa depan ada di tangan kalian masing-masing. Jadi pilihlah masa depan yang terbaik untuk kalian,” kata Yulius.
Josephien mengajak pemuda meneladani semangat Bung Karno untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan, termasuk narkoba. BNNRI fokus pada program edukasi dan meminta pelajar menjadi “mata dan telinga” aparat untuk mencegah peredaran narkoba.
Dwi
