Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Polrestabes Semarang Waspadai Ancaman Karhutla, 24 Titik Kebakaran Terdeteksi dalam Dua Bulan

×

Polrestabes Semarang Waspadai Ancaman Karhutla, 24 Titik Kebakaran Terdeteksi dalam Dua Bulan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

SEMARANG, Sabtu (5/9/2026) — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Semarang menjadi perhatian Polrestabes Semarang. Dalam dua bulan terakhir, sedikitnya 24 titik kebakaran telah dilaporkan kepada kepolisian, dengan sejumlah kejadian terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Tembalang, Banyumanik, dan Mijen.

Berdasarkan laporan petugas di lapangan, sebagian besar kebakaran terjadi pada lahan kosong yang ditumbuhi rumput dan ilalang kering. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penjalaran api, terutama ketika cuaca panas dan kondisi vegetasi cukup kering.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Meski demikian, berdasarkan kategori Level Bahaya Kebakaran Berdasarkan Cuaca (SPBK) BMKG, kondisi saat ini masih berada pada level kuning atau relatif masih dapat dikendalikan. Namun, Polrestabes Semarang menilai kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena potensi kebakaran dapat meningkat sewaktu-waktu seiring perubahan cuaca dan kondisi lingkungan.

Baca Juga :  Kapolri dan Panglima TNI Cek Kesiapan Jajaran TNI-Polri Dukung Program Ketahanan Pangan

Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi, tetapi juga membutuhkan langkah pencegahan, pemantauan, serta kesiapsiagaan sejak dini.

“Karhutla merupakan persoalan yang harus diantisipasi bersama. Polrestabes Semarang terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dengan seluruh stakeholder agar setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang lebih luas,” ujar Kompol Riki.

Menurutnya, Polrestabes Semarang terus membangun sinergi dengan berbagai unsur terkait, di antaranya Satuan Brimob Polda Jawa Tengah, BPBD Jawa Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP Kota Semarang, serta relawan dan masyarakat.

Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan setiap laporan kebakaran dapat direspons secara cepat sekaligus meminimalkan risiko meluasnya api ke area permukiman maupun kawasan lain yang memiliki potensi terdampak.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Dramaga Giat Cooling Sistem Sambang Kamtibmas Beri Himbauan Dan Ajak Jaga Kondusifitas Cegah Kriminalitas

Kehadiran personel kepolisian di lapangan juga menjadi bagian dari upaya pemantauan dan pengamanan. Petugas turut memperhatikan kondisi lingkungan, keberadaan lahan yang mudah terbakar, serta titik-titik yang dinilai memiliki potensi menjadi lokasi munculnya api.

Kompol Riki menegaskan, keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah, rumput, maupun lahan secara sembarangan, khususnya pada kondisi cuaca panas dan lingkungan yang kering.

“Kami mengajak masyarakat menjadi bagian dari upaya pencegahan. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin. Keselamatan masyarakat, personel, dan lingkungan menjadi prioritas,” tegasnya.

Baca Juga :  Pimpinan Redaksi KabarSBI.com dan Tim Hukum Penuhi Panggilan Penyidik Polres Kuningan Terkait Kasus Penggerudukan Rumah Wartawan oleh Oknum Ormas LMPI

Polrestabes Semarang juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh kebakaran yang muncul di lahan kosong. Api yang awalnya terlihat kecil dapat dengan cepat membesar apabila terdapat material kering dan kondisi angin yang mendukung.

Karena itu, langkah deteksi dini dan pelaporan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat respons petugas.

Polrestabes Semarang bersama seluruh stakeholder terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang memiliki potensi karhutla, sekaligus memperkuat langkah preventif dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran.

Upaya tersebut diharapkan mampu mencegah titik api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di wilayah Kota Semarang.

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600