TNI-POLRI

Polres Sragen dan Tim Terpadu Gerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan Jati di Miri

SRAGEN – Respons cepat ditunjukkan Polres Sragen bersama tim terpadu saat kebakaran melanda lahan perkebunan jati di Dukuh Mendalan, RT 08, Desa Jeruk, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, Kamis (3/9/2026) petang.

Kebakaran yang diketahui sekitar pukul 18.00 WIB itu membakar daun-daun kering di kawasan lahan jati dengan luas sekitar 10.000 meter persegi.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam peristiwa tersebut.
Begitu menerima laporan masyarakat, jajaran Polsek Miri bergerak menuju lokasi bersama personel Koramil Miri, satu unit Damkar Gemolong, BPBD Sragen, serta para relawan. Kapolsek Miri AKP Mu’alim, memimpin langsung penanganan di lokasi bersama anggota.

Medan menuju titik api menjadi tantangan tersendiri karena kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau lokasi. Petugas bersama warga kemudian melakukan pemadaman secara manual untuk mencegah api meluas ke area perkebunan lainnya.

Upaya terpadu tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 19.00 WIB, api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman. Petugas selanjutnya melakukan pengecekan di sekitar lokasi guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengatakan, respons cepat personel kepolisian bersama unsur terkait merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran lahan di tengah kondisi musim kemarau.

“Setiap laporan masyarakat harus segera direspons. Sinergi antara Polri, TNI, pemadam kebakaran, BPBD, relawan dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mencegah kebakaran meluas,” ujar AKBP Dewiana.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, penyebab kebakaran belum diketahui. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui asal mula munculnya api.

Polres Sragen juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Daun dan ranting kering yang menumpuk di kawasan perkebunan sangat mudah terbakar, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

Kecepatan petugas dan solidnya kerja tim terpadu menjadi kunci penanganan kebakaran tersebut. Api berhasil dijinakkan sebelum menjalar lebih luas, sementara kawasan sekitar kembali dalam kondisi aman.

Lepi

Exit mobile version