Cirebon – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Series 3 bertajuk “Penguatan Pelaksanaan Deradikalisasi Terpadu Wilayah Zonasi 3 Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur Tahun 2026” yang diselenggarakan pada Kamis–Jumat, 29–30 Oktober 2026, bertempat di Aston Cirebon Hotel & Convention Center, Jawa Barat. Keikutsertaan Lapas Pati dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap optimalisasi penanganan narapidana terorisme dalam sistem pemasyarakatan, khususnya melalui penguatan program pembinaan yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur strategis, di antaranya Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian, Deputi Bidang Deradikalisasi BNPT RI, Sekretaris Utama BNPT RI, Densus 88 AT, Kasubdit Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian, serta pamong atau wali dan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas dari wilayah Zonasi 3 yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Melalui forum diskusi ini, para peserta memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi dalam pelaksanaan deradikalisasi terpadu, termasuk peran petugas pemasyarakatan dan pembimbing kemasyarakatan dalam mendukung proses pembinaan, perubahan pola pikir, serta reintegrasi sosial narapidana terorisme.
Kalapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam FGD ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas petugas dalam melaksanakan pembinaan narapidana terorisme secara optimal. “Pelaksanaan deradikalisasi membutuhkan komitmen, pendekatan yang tepat, serta sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap melalui kegiatan ini, jajaran Lapas Pati dapat semakin memperkuat pelaksanaan pembinaan yang profesional dan berkelanjutan, sehingga warga binaan dapat memahami nilai-nilai kebangsaan, menumbuhkan sikap toleransi, serta mempersiapkan diri untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat,” ujar Suprihadi. Melalui kegiatan ini, Lapas Pati berkomitmen mendukung sistem pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada perubahan perilaku, serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan keamanan bangsa.
Mariyo




















