Sragen – Upaya pencarian terhadap seorang mahasiswa yang diduga tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, Dukuh Gawan Kecamaran Tanon Sragen, terus dilakukan secara intensif oleh aparat kepolisian bersama tim gabungan.
Hingga Minggu malam (19/7/2026), korban bernama Irsad Rivai Musslih (19), warga Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, masih belum ditemukan setelah terseret derasnya arus sungai saat berenang bersama rekannya.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Tanon Iptu Priyatno, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di aliran Sungai Bengawan Solo, Dukuh Ngipang, Desa Gawan, Kecamatan Tanon.
Menurut Iptu Priyatno, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, korban semula bermain di tepi sungai bersama seorang rekannya sebelum akhirnya memutuskan untuk berenang.
Namun nahas, korban yang diduga tidak memiliki kemampuan berenang terseret arus sungai yang cukup deras.
“Rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat keduanya ikut hanyut. Beruntung saksi berhasil diselamatkan oleh warga yang berada di sekitar lokasi setelah dilakukan upaya penyelamatan menggunakan pelampung darurat,” ujar Iptu Priyatno.
Rekan korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tanon I untuk mendapatkan penanganan medis, sementara korban hilang dan diduga tenggelam di aliran Bengawan Solo.
Sejak menerima laporan, personel Polsek Tanon bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian. Operasi kemanusiaan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Sragen, Tim TRC, Damkar Kabupaten Sragen, Tim Medis, Inafis Polres Sragen, personel Samapta Polres Sragen, serta unsur relawan yang menyisir aliran sungai dari lokasi korban terakhir terlihat.
Posko pencarian juga telah didirikan di sekitar lokasi kejadian sebagai pusat koordinasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi.
Meski demikian, proses pencarian menghadapi tantangan berat. Kondisi malam yang gelap serta karakteristik arus Bengawan Solo yang cukup kuat membuat penyisiran harus dilakukan dengan ekstra hati-hati demi keselamatan seluruh personel.
Kapolsek Tanon menegaskan pencarian akan kembali dilanjutkan secara maksimal hingga korban berhasil ditemukan.
“Kami bersama seluruh unsur tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berenang di Sungai Bengawan Solo, terutama pada titik-titik yang memiliki arus deras dan kedalaman yang berbahaya,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama di musim dengan debit air yang masih tinggi.
Aparat kepolisian mengajak seluruh warga agar selalu mengutamakan keselamatan serta menghindari aktivitas yang berisiko di sungai guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Mariyo























