Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Pencarian Korban Tenggelam di Bengawan Solo Terus Berlanjut, Polisi Dirikan Posko Wilayah Tanon Sragen

×

Pencarian Korban Tenggelam di Bengawan Solo Terus Berlanjut, Polisi Dirikan Posko Wilayah Tanon Sragen

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Sragen – Upaya pencarian terhadap seorang mahasiswa yang diduga tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, Dukuh Gawan Kecamaran Tanon Sragen, terus dilakukan secara intensif oleh aparat kepolisian bersama tim gabungan.

Hingga Minggu malam (19/7/2026), korban bernama Irsad Rivai Musslih (19), warga Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, masih belum ditemukan setelah terseret derasnya arus sungai saat berenang bersama rekannya.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Tanon Iptu Priyatno, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di aliran Sungai Bengawan Solo, Dukuh Ngipang, Desa Gawan, Kecamatan Tanon.

Menurut Iptu Priyatno, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, korban semula bermain di tepi sungai bersama seorang rekannya sebelum akhirnya memutuskan untuk berenang.

Baca Juga :  Hari Pertama, SPPG Eromoko Salurkan Ribuan Porsi Makan Bergizi Gratis ke Sekolah-Sekolah

Namun nahas, korban yang diduga tidak memiliki kemampuan berenang terseret arus sungai yang cukup deras.

“Rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun derasnya arus membuat keduanya ikut hanyut. Beruntung saksi berhasil diselamatkan oleh warga yang berada di sekitar lokasi setelah dilakukan upaya penyelamatan menggunakan pelampung darurat,” ujar Iptu Priyatno.

Rekan korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Tanon I untuk mendapatkan penanganan medis, sementara korban hilang dan diduga tenggelam di aliran Bengawan Solo.

Sejak menerima laporan, personel Polsek Tanon bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan pencarian. Operasi kemanusiaan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Sragen, Tim TRC, Damkar Kabupaten Sragen, Tim Medis, Inafis Polres Sragen, personel Samapta Polres Sragen, serta unsur relawan yang menyisir aliran sungai dari lokasi korban terakhir terlihat.

Baca Juga :  Pendistribusian Makan Bergizi Gratis di Ngadirojo Capai Ribuan Porsi, Polri Lakukan Pengawasan Ketat

Posko pencarian juga telah didirikan di sekitar lokasi kejadian sebagai pusat koordinasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

Meski demikian, proses pencarian menghadapi tantangan berat. Kondisi malam yang gelap serta karakteristik arus Bengawan Solo yang cukup kuat membuat penyisiran harus dilakukan dengan ekstra hati-hati demi keselamatan seluruh personel.

Kapolsek Tanon menegaskan pencarian akan kembali dilanjutkan secara maksimal hingga korban berhasil ditemukan.

Baca Juga :  Polres Karanganyar Dukung Ketahanan Pangan Nasional Gelar Tanam Raya Jagung Serentak Kuartal IV

“Kami bersama seluruh unsur tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berenang di Sungai Bengawan Solo, terutama pada titik-titik yang memiliki arus deras dan kedalaman yang berbahaya,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan, terutama di musim dengan debit air yang masih tinggi.

Aparat kepolisian mengajak seluruh warga agar selalu mengutamakan keselamatan serta menghindari aktivitas yang berisiko di sungai guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600