Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Panen 1,25 Ton Bawang Putih di Tawangmangu, Wakapolda Jateng Dorong Petani Perkuat Ketahanan Pangan

×

Panen 1,25 Ton Bawang Putih di Tawangmangu, Wakapolda Jateng Dorong Petani Perkuat Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Karanganyar_HARIANESIA.COM– Hamparan tanaman bawang putih di kawasan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, menjadi salah satu titik pelaksanaan Panen Bawang Serentak dalam rangka mendukung Ketahanan Pangan Tahun 2026, Rabu (19/8/2026).

Panen yang berlangsung di Lingkungan Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, tersebut dipimpin langsung Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Kegiatan di Pancot merupakan bagian dari gerakan penanaman dan panen bawang serentak yang dilaksanakan di 17 provinsi di Indonesia. Secara nasional, kegiatan tersebut dipusatkan di Nusa Tenggara Barat dan dipimpin langsung oleh Kapolri, sementara Polda Jawa Tengah mengikuti rangkaian kegiatan secara daring dari lokasi panen di Tawangmangu.

Di Pancot, panen dilakukan di lahan Kelompok Tani Taruna Tani Maju yang berada di wilayah Pancot Lor RT 01/RW 05, Kelurahan Kalisoro. Lahan seluas sekitar 750–1.200 meter persegi tersebut ditanami bawang putih varietas Tawangmangu Baru pada 5 April 2026.

Baca Juga :  Kasdim Serahkan Hasil Bulan Dana PMI Kabupaten Grobogan

Sebanyak 150 kilogram bibit ditanam dan menghasilkan sekitar 1.250 kilogram atau 1,25 ton bawang putih saat panen. Produktivitas tersebut menjadi gambaran potensi pertanian bawang putih di kawasan Tawangmangu yang terus dikembangkan oleh para petani.

Kelompok Tani Taruna Tani Maju memiliki sekitar 30 anggota, dengan Bejo Supriyanto sebagai ketua kelompok sekaligus pemilik lahan.

Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr. Latif Usman mengatakan, varietas Tawangmangu Baru merupakan salah satu potensi pertanian yang menjadi kebanggaan Jawa Tengah dan perlu terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan bawang putih nasional.

“Dari Tawangmangu ini merupakan varietas baru dari Tawangmangu, yang merupakan kebanggaan kita. Dari Jawa Tengah ini 63 persen penyokong utama kebutuhan nasional,” ujar Brigjen Pol. Latif Usman kepada awak media.

Baca Juga :  Polres Wonogiri Salurkan Bansos dan Gelar Cek Kesehatan Gratis bagi Dhuafa

Menurutnya, Polri memiliki komitmen untuk terus mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan dengan mendorong kelompok tani meningkatkan produktivitas pertanian.

Dukungan tersebut, kata dia, tidak berhenti pada kegiatan penanaman maupun panen, tetapi juga dilakukan melalui koordinasi dengan instansi terkait guna membantu memenuhi kebutuhan para petani di lapangan.

“Polri dalam hal ini mendukung program pemerintah, dalam hal ini mengajak kelompok tani untuk semakin meningkatkan produktivitas bawang putih. Tentunya Polri selalu berkoordinasi dengan instansi terkait masalah kebutuhan para petani, termasuk alsintan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Polri juga akan terus menyerap aspirasi dari kelompok tani sehingga kebutuhan yang dihadapi petani dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama.

Baca Juga :  Spesialis Pencuri Spion Mobil di Jakarta Barat Berhasil Diamankan Polsek Grogol Petamburan

“Kami akan menyerap apa yang dibutuhkan dan diinginkan para petani,” tegasnya.

Brigjen Pol. Latif Usman menambahkan, potensi produksi bawang putih di Jawa Tengah cukup luas. Selain Tawangmangu, sejumlah wilayah lain seperti Batang, Tegal, Pekalongan, Temanggung, dan Semarang juga turut berkontribusi dalam produksi bawang putih.

Panen di Pancot menjadi bukti bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari sektor pertanian lokal. Dengan sinergi antara Polri, pemerintah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan, produktivitas pertanian diharapkan terus meningkat dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan pangan nasional.

Dari Tawangmangu, pesan itu kembali ditegaskan: ketahanan pangan nasional dibangun dari lahan-lahan pertanian yang produktif dan petani yang terus bergerak.

Mariyo

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600