Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

Outlook 2027: Dunia Usaha Perlu Perkuat Daya Saing

×

Outlook 2027: Dunia Usaha Perlu Perkuat Daya Saing

Sebarkan artikel ini
Outlook 2027: Dunia Usaha Perlu Perkuat Daya Saing — Forum OUTLOOK 2027 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dihadiri pemimpin bisnis dan pembuat kebijakan
Forum OUTLOOK 2027 digelar IKA Prasmul bersama Prasmul ELI dan CEO Club Prasmul di Jakarta.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Dunia usaha Indonesia perlu memperkuat produktivitas, inovasi, dan daya saing untuk menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus menangkap peluang pertumbuhan pada 2027.

Kebutuhan itu menjadi benang merah dalam forum OUTLOOK 2027: Winning the Next Growth Cycle, The 2027 C-Suite Agenda for Growth, Leadership and Competitive Advantage yang digelar Ikatan Alumni Prasetiya Mulya (IKA Prasmul) bersama Prasmul Executive Learning Institute (Prasmul ELI) dan CEO Club Prasmul.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Acara berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (16/10), dan dihadiri lebih dari 200 pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, serta akademisi.

Kolaborasi sebagai Fondasi Pertumbuhan

Ketua Umum IKA Prasmul, Edy Sutrisman, menekankan bahwa menghadapi perubahan ekonomi yang cepat menuju 2027 menuntut kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, tidak ada bisnis yang bisa tumbuh sendirian di tengah tekanan global yang terus berubah.

“Kami percaya bahwa di tengah perubahan yang begitu cepat, tidak ada bisnis yang dapat tumbuh sendirian. Pertumbuhan lahir dari kolaborasi: antarperusahaan, antarindustri, serta antara swasta, pemerintah, dan dunia pendidikan. Semangat yang sama berlaku bagi komunitas alumni,” ujar Edy.

— Edy Sutrisman, Ketua Umum IKA Prasmul

Pandangan itu menempatkan kolaborasi bukan sekadar wacana, melainkan prasyarat bagi perusahaan untuk bertahan dan berkembang pada siklus pertumbuhan berikutnya.

Tiga Landasan Strategi Bisnis

Sesi utama menghadirkan Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum KADIN Indonesia periode 2024–2029, dengan topik Where Growth, Capital and Private-Sector Competitiveness Will Move Next.

Dalam paparannya, Anindya menyoroti tiga aspek yang perlu menjadi landasan strategi bisnis: crisis, competition, dan compassion.

  • Crisis — kesiapan menghadapi krisis.
  • Competition — penguatan daya saing.
  • Compassion — kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif.

Ketiga aspek tersebut menegaskan bahwa kesiapan menghadapi guncangan, kemampuan bersaing, dan kepedulian terhadap pertumbuhan inklusif tidak bisa dipisahkan dalam perencanaan strategi perusahaan.

Prospek Investasi dan Tantangan Kepemimpinan

Forum juga menghadirkan Ichsan Zulkarnaen, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Ia membahas prospek investasi Indonesia serta implikasinya terhadap strategi pertumbuhan perusahaan, memberi gambaran bagaimana arah modal dan kebijakan investasi akan memengaruhi keputusan bisnis.

Dari sisi kepemimpinan, Ric Roi, Professor of Leadership and Organization serta Academic Director for IMD Voyager, mengupas tantangan pemimpin dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus membangun kapabilitas organisasi untuk menghadapi peluang jangka panjang.

Bagi jajaran eksekutif, keseimbangan antara kinerja jangka pendek dan kesiapan jangka panjang menjadi ujian utama memasuki 2027.

Persoalan ini relevan karena banyak perusahaan dituntut tetap efisien di tengah ketidakpastian, tanpa mengorbankan investasi pada kompetensi dan inovasi.

Jejaring Alumni Lintas Kampus

OUTLOOK 2027 turut melibatkan jejaring alumni lintas perguruan tinggi, termasuk IA-ITB, KAGAMA, IKA Usakti, IKA PPM, dan IA IPMI.

Keterlibatan berbagai komunitas ini membuka ruang pertukaran pengetahuan dan peluang kolaborasi profesional lintas industri, memperluas manfaat forum di luar lingkaran satu almamater.

Edy menjelaskan bahwa forum ini lahir dari kolaborasi IKA Prasmul bersama CEO Club Prasmul dan Prasmul ELI.

“Forum ini lahir dari kolaborasi IKA Prasmul bersama CEO Club Prasmul dan Prasmul ELI. Kami ingin menghadirkan ruang bagi para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, dan akademisi untuk bertukar perspektif tentang arah bisnis dan ekonomi Indonesia menuju 2027, sejalan dengan semangat tema kita: learning from where we have been, shaping where we go next,” ujar Edy.

— Edy Sutrisman

Dengan menghimpun pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, dan akademisi dalam satu ruang, forum ini menempatkan pertukaran perspektif sebagai bekal menyusun agenda pertumbuhan, kepemimpinan, dan keunggulan kompetitif menuju 2027.

Pertanyaan Umum

Apa itu forum OUTLOOK 2027?

Forum bertema Winning the Next Growth Cycle, The 2027 C-Suite Agenda for Growth, Leadership and Competitive Advantage yang digelar IKA Prasmul bersama Prasmul ELI dan CEO Club Prasmul di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada Jumat (16/10).

Siapa saja pembicara dalam forum ini?

Pembicara meliputi Edy Sutrisman (Ketua Umum IKA Prasmul), Anindya Novyan Bakrie (Ketua Umum KADIN Indonesia 2024–2029), Ichsan Zulkarnaen (Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM), serta Ric Roi (Professor of Leadership and Organization dan Academic Director for IMD Voyager).

Apa tiga landasan strategi bisnis yang disoroti Anindya Bakrie?

Anindya menyoroti crisis, competition, dan compassion, yang mencakup kesiapan menghadapi krisis, penguatan daya saing, serta kolaborasi untuk mendukung pertumbuhan inklusif.

Sumber: Katadata

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Baca Juga :  Tekan Kemiskinan, Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa
Banner Iklan Harianesia 120x600