BANDUNG_HARIANESIA.COM, 19 Juli 2026 – Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Nasional akhirnya resmi melegitimasi kepemimpinan baru. Setelah dinamika panjang di Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak menghasilkan keputusan, sidang MPA lanjutan yang digelar di Bandung berhasil memilih Yohanes Tola sebagai Mandataris MPA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) PMKRI Periode 2026–2028.
Dialektika dan adu gagasan mewarnai jalannya MPA lanjutan di Bandung hingga mencapai puncaknya pada penetapan ketua terpilih secara sah. Terpilihnya Yohanes Tola membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi konsolidasi organisasi di tingkat nasional.
Pernyataan Ketua Presidium PP PMKRI Terpilih
Dalam pidato perdananya usai ditetapkan sebagai Mandataris MPA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PP PMKRI, Yohanes Tola menyampaikan terima kasih atas kepercayaan seluruh cabang serta menekankan pentingnya persatuan internal.
“Dinamika yang kita lalui dari Ruteng hingga Bandung adalah bukti ketangguhan dan kedewasaan berorganisasi seluruh kader PMKRI. Perbedaan pandangan adalah hal lumrah, namun komitmen terhadap pembinaan dan perjuangan organisasi adalah yang utama. Hari ini, tidak ada lagi sekat. Kita berjalan bersama merawat konsolidasi internal, menguatkan nilai tiga benang merah organisasi: Fraternitas, Kristianitas, dan Intelektualitas, serta mengembalikan peran strategis PMKRI di tengah gereja dan bangsa,” ujar Yohanes Tola, Mandataris MPA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium PP PMKRI periode 2026–2028.
Fokus dan Agenda Strategis Kepengurusan
Di bawah kepemimpinan Yohanes Tola, Pengurus Pusat PMKRI akan berfokus pada beberapa agenda prioritas:
1. Penyusunan Kabinet PP PMKRI Menuntaskan formasi kepengurusan baru dalam kapasitasnya sebagai Formatur Tunggal secara inklusif dan akuntabel.
2. Rekonsiliasi & Konsolidasi Nasional Mengutuhkan kembali potensi seluruh cabang di Indonesia pasca-MPA XXXIII.
3. Penguatan Kaderisasi & Respon Isu Nasional Menatap tantangan zaman dengan mempertajam arah pembinaan kader serta respons aktif terhadap isu-isu sosial, politik, dan kebangsaan.
Selesainya MPA XXXIII di Bandung ini menandai dimulainya babak baru bagi PMKRI untuk terus hadir sebagai wadah pembinaan mahasiswa Katolik yang kritis, solutif, dan berdampak bagi Indonesia.
(DW)
