Bisnis

Kinerja 13 Saham Lo Kheng Hong pada 2-6 November 2026

Kinerja 13 Saham Lo Kheng Hong pada 2-6 November 2026 — Ilustrasi pergerakan saham Lo Kheng Hong pekan 2-6 November 2026
Sebanyak 13 saham dalam portofolio Lo Kheng Hong menjadi sorotan sepanjang pekan perdagangan 2-6 November 2026.

Harianesia — Sebanyak 13 saham yang tercatat dalam daftar kepemilikan investor kawakan Lo Kheng Hong menjadi sorotan pelaku pasar sepanjang pekan perdagangan 2–6 November 2026. Dari 13 emiten itu, mayoritas bergerak melemah, sementara tiga saham tercatat stagnan dan satu lainnya masih berstatus disuspensi.

Berdasarkan data KSEI per 30 Oktober 2026, Lo Kheng Hong memiliki kepemilikan di atas 1% pada 13 emiten. Portofolionya tersebar di sektor energi, properti, perkebunan, industri, otomotif, media, pembiayaan, hingga ritel.

Meski begitu, jumlah dan persentase kepemilikan saham dapat berubah karena transaksi jual beli maupun aksi korporasi. Karena itu, daftar 13 saham tersebut perlu dibaca sebagai potret kepemilikan pada tanggal tertentu, bukan daftar portofolio yang dijamin masih sama seluruhnya saat ini.

Daftar 13 saham Lo Kheng Hong

Berikut daftar saham yang tercatat dalam data kepemilikan KSEI per 30 Oktober 2026, lengkap dengan persentase kepemilikan:

Kode Nama Emiten Kepemilikan
ABMM PT ABM Investama Tbk 5,70%
ADMG PT Polychem Indonesia Tbk 1,29%
BEST PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk 4,35%
BMTR PT Global Mediacom Tbk 6,44%
CFIN PT Clipan Finance Indonesia Tbk 2,20%
DILD PT Intiland Development Tbk 7,70%
GJTL PT Gajah Tunggal Tbk 7,05%
LSIP PT PP London Sumatra Indonesia Tbk 1,43%
MAIN PT Malindo Feedmill Tbk 1,24%
PNIN PT Paninvest Tbk 1,23%
RALS PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk 3,02%
SIMP PT Salim Ivomas Pratama Tbk 5,26%
SRIL PT Sri Rejeki Isman Tbk 1,02%

Sejumlah saham mengalami penguatan, sementara sebagian lainnya terkoreksi di tengah dinamika perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pergerakan harga dihitung dengan membandingkan harga penutupan 2 November 2026 dengan harga terakhir yang tersedia pada 6 November 2026.

Perlu diperhatikan, data 6 November masih merupakan pembaruan awal sesi perdagangan. Dengan demikian, persentase perubahan di bawah ini belum mencerminkan hasil akhir perdagangan pekan tersebut.

Pergerakan harga sepekan

Mengutip data BEI, berikut perubahan harga saham selama periode pengamatan sepekan terakhir dengan data sesi 1 perdagangan Jumat (6/11) pukul 10.00 WIB:

Kode Harga 2 Nov Harga terakhir tersedia Perubahan Kinerja
ABMM Rp2.600 Rp2.460 -Rp190 -5,38%
ADMG Rp192 Rp189 -Rp3 -1,56%
BEST Rp98 Rp95 -Rp2 -2,04%
BMTR Rp55 Rp55 Rp0 0%
CFIN Rp334 Rp334 Rp0 0%
DILD Rp101 Rp100 -Rp1 -0,99%
GJTL Rp1.090 Rp1.080 -Rp10 -0,92%
LSIP Rp1.480 Rp1.475 -Rp5 -0,34%
MAIN Rp575 Rp540 -Rp35 -6,09%
PNIN Rp560 Rp550 -Rp10 -1,79%
RALS Rp368 Rp360 -Rp8 -2,17%
SIMP Rp545 Rp545 Rp0 0%
SRIL Tidak tersedia Tidak tersedia — Disuspensi

Catatan: Harga terakhir untuk ABMM, CFIN, DILD, GJTL, LSIP, MAIN, PNIN, RALS, dan SIMP mengacu pada pembaruan awal perdagangan 6 November 2026 sesi 1.

Dari tabel di atas, MAIN mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 6,09% ke Rp540 dari sebelumnya Rp575. Disusul ABMM yang turun 5,38% menjadi Rp2.460 dari Rp2.600, atau setara -Rp190 per saham.

Sementara itu, tiga saham tercatat tidak berubah harga sama sekali, yakni BMTR di Rp55, CFIN di Rp334, dan SIMP di Rp545. Ketiganya mencatat perubahan Rp0 atau 0% dibanding posisi 2 November 2026.

SRIL menjadi satu-satunya emiten dalam daftar yang tidak memiliki data harga lantaran masih dalam status disuspensi. Alhasil, tidak ada perbandingan harga yang bisa ditampilkan untuk saham PT Sri Rejeki Isman Tbk tersebut.

  • Lo Kheng Hong tercatat memiliki di atas 1% pada 13 emiten per 30 Oktober 2026.
  • MAIN mencatat koreksi terdalam sepekan ini, turun 6,09% ke Rp540.
  • Tiga saham stagnan di posisi harga 2 November: BMTR, CFIN, dan SIMP, sementara SRIL masih disuspensi.

Kepemilikan pada saham dengan porsi terbesar dalam daftar ini adalah DILD dengan 7,70%, disusul GJTL 7,05%, BMTR 6,44%, ABMM 5,70%, dan SIMP 5,26%. Sisanya berada di kisaran 1% hingga 4,35%.

Bagi investor yang mengikuti jejak Lo Kheng Hong, data KSEI dan pergerakan harga ini bisa menjadi bahan awal untuk menelaah kinerja jangka pendek emiten-emiten tersebut. Namun, keputusan investasi tetap memerlukan pembacaan atas laporan keuangan, prospek sektor, dan risiko masing-masing emiten.

Pertanyaan Umum

Berapa saham yang masuk daftar kepemilikan Lo Kheng Hong?

Berdasarkan data KSEI per 30 Oktober 2026, ada 13 emiten dengan kepemilikan Lo Kheng Hong di atas 1%.

Saham mana yang turun paling dalam sepekan ini?

MAIN mencatat penurunan terbesar, yakni 6,09% dari Rp575 menjadi Rp540, berdasarkan data sesi 1 perdagangan 6 November 2026 pukul 10.00 WIB.

Mengapa SRIL tidak memiliki data harga?

SRIL masih berstatus disuspensi, sehingga tidak tersedia harga pembanding untuk periode pengamatan ini.

Baca juga: Ini 3 Emiten yang Disuspensi BEI per 5-6 November 2026: Ada ARKO hingga MKNT

Baca juga: 64 Emiten Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I 2026, BEI Lanjutkan Suspensi

Tonton: Transformasi Perbankan Ritel: Cara KB Bank Membaca Kebutuhan Nasabah

Sumber: Kontan

Exit mobile version