TNI-POLRI

Kebakaran Lahan Kosong di Komplek POJ Semarang Barat, Polisi Periksa Lima Orang Berstatus Saksi

Semarang – Kebakaran melanda lahan kosong milik LIPPO di kawasan Komplek POJ, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Kobaran api membakar semak belukar kering di lahan seluas sekitar satu hektare dan berhasil dipadamkan petugas pemadam kebakaran pada Kamis (17/9/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut diketahui saat petugas keamanan POJ City yang sedang melakukan patroli melihat empat orang keluar berlari dari area semak-semak lahan kosong. Petugas kemudian memanggil mereka, namun hanya tiga orang yang berhenti, sementara satu orang lainnya yang diketahui bernama Sigit melarikan diri.

Saat dilakukan pengecekan, petugas melihat api telah membesar di area lahan. Pada saat yang sama, staf POJ City yang berada di sekitar lokasi segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang untuk mendapatkan penanganan.

Piket fungsi Polsek Semarang Barat yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 18.30 WIB. Petugas langsung mengamankan lokasi, melakukan pengumpulan bahan keterangan dari saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dalam proses penanganan api.

Lima unit mobil Damkar Kota Semarang tiba di lokasi sekitar pukul 19.41 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar kering serta terdapat sejumlah titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam membuat proses pemadaman membutuhkan waktu. Setelah dilakukan penanganan secara intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 01.29 WIB.

Dalam penanganan kejadian tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang berada di sekitar lokasi, masing-masing AOS (29), YP (26), dan DAP (29). Ketiganya saat ini masih berstatus sebagai saksi dan sedang menjalani pemeriksaan oleh Unit Reskrim Polsek Semarang Barat untuk mengetahui secara lebih jelas rangkaian kejadian serta memastikan penyebab kebakaran.

Berdasarkan keterangan sementara yang diberikan dalam pemeriksaan, ketiga orang tersebut mengaku datang ke kawasan tersebut untuk mencari ikan dan kerang. Mereka juga menerangkan bahwa salah satu rekan mereka, Sigit, diduga membakar semak belukar saat berada di lokasi, yang kemudian api dengan cepat membesar dan menyebar.

Kapolsek Semarang Barat AKP Darwin Tamba, S.T.K., S.I.K., mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum menyimpulkan keterlibatan ketiga orang yang diamankan dalam peristiwa tersebut.

“Untuk tiga orang yang kami amankan saat ini masih berstatus sebagai saksi dan sedang kami periksa. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi secara utuh mengenai keberadaan mereka di lokasi, rangkaian kejadian, serta mengetahui penyebab pasti kebakaran. Kami masih mendalami keterangan dan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan,” ujar AKP Darwin.

Ia menambahkan, pihak Polsek Semarang Barat telah mengeluarkan Laporan Polisi  akibat dapak yang diakibatkan untuk kepentingan umum dengan menggunakan pasal 308 UU No. 1 th. 2023, penyidik terus masih mengumpulkan keterangan dari saksi lain serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penyebab kebakaran secara menyeluruh.

“pihak kami juga mengaman sebuah korek api gas dan celana hitam, Kami tidak ingin mengambil kesimpulan secara terburu-buru. saat ini pihak kami sedang melakukan penyelidikan terhadap satu orang berinisial S dari hasil saksi-saksi yang diperiksa. pihak kepolisian saat ini telah mengeluarkan laporan polisi terkait kejadian kebakaran Apabila nantinya ditemukan adanya unsur pelanggaran hukum, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Kapolsek mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Semak dan rerumputan yang mengering dapat membuat api dengan cepat menjalar dan membahayakan lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, semak, maupun lahan secara sembarangan. Termasuk tidak membuang puntung rokok di area yang terdapat vegetasi kering. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas dan jangan melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan diri sendiri,” tegas AKP Darwin.

Polsek Semarang Barat juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan dan segera memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kepedulian dan respons cepat masyarakat dinilai penting untuk mencegah api berkembang dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Setelah api berhasil dipadamkan pada Kamis dini hari, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Polisi masih melanjutkan pemeriksaan terhadap tiga orang yang diamankan serta pendalaman terhadap penyebab kebakaran.

Mariyo

Exit mobile version