Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Kesehatan

Jaringan ovarium dibekukan 23 tahun, perempuan 44 tahun melahirkan bayi sehat

×

Jaringan ovarium dibekukan 23 tahun, perempuan 44 tahun melahirkan bayi sehat

Sebarkan artikel ini
Jaringan ovarium dibekukan 23 tahun — Ilustrasi jaringan ovarium yang dibekukan, terkait keberhasilan kelahiran bayi setelah penyimpanan 23 tahun.
Kassandra Bacon, 44 tahun, melahirkan bayi laki-laki bernama Landon setelah jaringan ovariumnya dibekukan selama 23 tahun.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Seorang perempuan di London melahirkan bayi laki-laki setelah jaringan ovariumnya dibekukan selama 23 tahun, sebuah rentang penyimpanan yang belum pernah tercatat sebelumnya dalam sejarah kedokteran reproduksi. Bayi bernama Landon itu lahir bulan lalu, ketika ibunya, Kassandra Bacon, berusia 44 tahun.

Kassandra didiagnosis mengidap sejenis kanker darah langka ketika berusia 17 tahun. Kemoterapi awal sempat membuat penyakitnya masuk masa remisi, tetapi setahun kemudian kanker kembali muncul dengan kondisi yang lebih parah. Dokter mengatakan ia harus segera menjalani kemoterapi dosis lebih agresif.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Ketika sedang belajar mengemudi dan tengah menjalani A-level, tentu bukan sesuatu yang saya ingin alami di usia seperti itu. Rasanya sangat berat,” kata Kassandra kepada Newshour, program BBC World Service.

Meski masih remaja, Kassandra sudah memikirkan dampak pengobatan terhadap masa depannya. Salah satu yang paling menjadi perhatiannya adalah bagaimana menjaga kesuburan.

Mengejar Waktu Sebelum Kemoterapi Agresif

Pembekuan sel telur merupakan prosedur yang lebih umum bagi perempuan yang berisiko tidak bisa hamil secara alami. Namun prosedur itu membutuhkan beberapa minggu suntikan hormon sebelum sel telur dapat diambil.

Kassandra diberi tahu bahwa ia tidak punya waktu selama itu menunggu siklus menstruasi bulanannya. Ia pun mencari pilihan lain yang saat itu masih tergolong eksperimental, yaitu transplantasi jaringan ovarium.

“Saya tidak tahu kenapa, tetapi saya tidak bisa menerima kenyataan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk memberi saya harapan. Terutama jika pada akhirnya kondisi saya benar-benar memburuk dan saya tidak bisa hamil secara alami,” katanya.

Kassandra kemudian meyakinkan dokternya agar sebagian jaringan ovariumnya diambil sebelum pengobatan kanker dimulai. Ia menemukan Dr. Sara Matthews, salah satu dari sedikit dokter bedah di Inggris yang memiliki kemampuan melakukan operasi khusus tersebut.

Matthews mengambil empat sampel jaringan dari ovarium Kassandra. Saat itu belum ada jaminan bahwa jaringan tersebut suatu hari nanti bisa membantunya memiliki anak.

Kasus ini penting karena menunjukkan bahwa penyimpanan jaringan ovarium jangka sangat panjang dapat mempertahankan fungsi reproduksi, sebuah harapan baru bagi pasien kanker muda yang harus segera menjalani pengobatan agresif.

Baca Juga :  Sembunyikan Belasan Kilo Sabu di Dasbord Mobil, 2 Kurir Narkotika Ditangkap Polisi di Pelabuhan Tanjung Emas

Pengobatan yang dijalani Kassandra untuk menyelamatkan nyawanya, termasuk transplantasi sumsum tulang dan kemoterapi, berhasil. Ia kembali dinyatakan bebas dari kanker.

Tetapi seperti yang sudah diperkirakan dokter, pengobatan agresif tersebut menyebabkan kerusakan parah pada ovariumnya. Pada usia 33 tahun, Kassandra mengalami menopause dini.

Perjuangan Sepuluh Tahun Mencari Klinik

Saat sudah siap memiliki anak, Kassandra memulai perjuangan selama 10 tahun untuk menemukan dokter yang bisa mentransplantasikan kembali jaringan ovarium sehat yang telah dibekukan ke dalam tubuhnya.

Operasi pengambilan jaringan ovariumnya dilakukan sebelum Inggris memiliki aturan khusus mengenai prosedur tersebut. Akibatnya, ia tidak memiliki dokumen yang kini diwajibkan untuk melakukan transplantasi jaringan ovarium, meskipun sudah lebih dari 20 tahun berlalu.

Matthews terus mendampingi Kassandra selama proses itu. Hingga akhirnya ia membantu Kassandra menemukan sebuah klinik di Israel yang bersedia melakukan prosedur tersebut. Jaringan ovarium Kassandra kemudian dikirim ke Sheba Medical Center di kota Ramat Gan.

Namun prosedur yang sudah lama dinantikannya kembali tertunda setelah kelompok Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, yang kemudian memicu serangan militer besar-besaran Israel di Gaza.

“Saya berpikir, ‘Apakah satu-satunya harapan saya akan hancur?’” tutur Kassandra kepada BBC World Service.

Pada Mei 2024, gencatan senjata sementara memungkinkan Kassandra melakukan perjalanan ke Israel dan menjalani prosedur tersebut dengan aman. Namun hanya beberapa jam setelah ia naik pesawat untuk kembali ke Inggris, gencatan senjata itu berakhir.

“Rasanya seperti sesuatu yang bahkan tidak mungkin bisa kamu tulis dalam sebuah cerita,” katanya.

Cara Kerja Transplantasi Jaringan Ovarium

Dokter bedah mengambil sebagian jaringan dari ovarium yang mengandung sel-sel yang dapat menghasilkan sel telur. Jaringan itu kemudian disimpan dan dibekukan di laboratorium hingga pasien siap memiliki anak.

Ketika pasien sudah siap, jaringan tersebut dicairkan dan ditransplantasikan kembali ke tubuhnya. Prosedurnya mirip dengan cangkok kulit.

Baca Juga :  Iqbal Afra Fasilitasi Fogging di RW 022 Kota Baru, Respons Cepat atas Kekhawatiran Warga soal DBD

Jaringan yang ditanam kembali di sekitar ovarium yang masih tersisa diharapkan dapat terhubung kembali dengan pembuluh darah di sekitarnya. Jika berhasil, ovarium dapat kembali berfungsi dan mulai melepaskan sel telur setiap bulan.

Menurut sebuah penelitian pada 2024, siklus reproduksi perempuan dapat kembali berfungsi pada hingga 94% kasus. Sementara itu, penelitian lain pada 2022 menunjukkan sekitar 28% transplantasi jaringan ovarium menghasilkan kelahiran hidup.

Secara global, diperkirakan lebih dari 200 bayi telah lahir setelah orang tua mereka menjalani transplantasi jaringan ovarium.

Usia saat diagnosis17 tahun
Usia saat menopause dini33 tahun
Usia saat transplantasi ulang44 tahun
Lama jaringan dibekukan23 tahun
Jumlah sampel jaringan diambil4 sampel

Pada 2016, Moaza Al Matrooshi, perempuan berusia 24 tahun asal Dubai, disebut sebagai orang pertama di dunia yang melahirkan setelah menjalani transplantasi jaringan ovarium yang telah dibekukan sebelum dirinya memasuki masa pubertas.

Dari IVF hingga Kelahiran Landon

Hanya beberapa bulan setelah menjalani transplantasi pada 2024, menstruasi Kassandra kembali datang. Kassandra dan pasangannya kemudian mencoba memiliki anak secara alami, tetapi belum berhasil. Dokter akhirnya menyarankan mereka menjalani program bayi tabung (IVF).

Pasangan ini menjalani tiga kali proses IVF. Hingga akhirnya, pada Hari Natal 2025, Kassandra menggenggam alat tes kehamilan yang menunjukkan hasil positif.

“Tubuh saya yang sangat subur ketika berusia 19 tahun seolah membawa saya kembali hidup pada usia 43 tahun,” katanya.

Putranya, Landon, lahir pada September tahun ini. Saat itu, Kassandra juga sudah 25 tahun terbebas dari kanker.

“Saya masih mencoba membayangkan diri saya seperti ketika berusia 18 tahun dan berpikir, ‘Bagaimana dulu saya bisa begitu gigih?’”

— Kassandra Bacon

Jaringan ovarium dibekukan 23 tahun, perempuan 44 tahun melahirkan bayi sehat

Sejak membagikan kisahnya, Kassandra mengatakan ia menerima banyak sekali pesan dari perempuan yang merasa terinspirasi oleh pengalamannya.

Menurut Matthews, pembahasan mengenai pilihan untuk mempertahankan kesuburan pada pasien kanker yang masih muda kini semakin mendapat perhatian. Hal ini seiring dengan semakin baiknya peluang kesembuhan pada anak-anak yang menderita kanker.

“Kami ingin anak-anak ini tumbuh hingga dewasa dan bisa menjalani kehidupan seperti orang dewasa pada umumnya. Dan bagian penting dari kehidupan itu adalah kemampuan untuk membangun sebuah keluarga.”

— Dr. Sara Matthews

Seperti banyak orang yang mendengar kisahnya, Kassandra sendiri merasa kagum ketika mengingat betapa gigihnya dirinya saat masih sangat muda.

“Saya masih mencoba membayangkan diri saya seperti ketika berusia 18 tahun dan berpikir, ‘Bagaimana dulu saya bisa begitu gigih? Bagaimana saya bisa begitu bertekad?’ Dan saya rasa, ini adalah salah satu hal yang membuat saya harus melihat kembali masa itu dan berterima kasih kepada diri saya sendiri,” ucapnya.

Jaringan ovarium dibekukan 23 tahun, perempuan 44 tahun melahirkan bayi sehat

  • Jaringan ovarium Kassandra dibekukan selama 23 tahun sebelum ditransplantasikan kembali.
  • Ia menjalani tiga kali IVF sebelum dinyatakan positif hamil pada Hari Natal 2025.
  • Kassandra sudah 25 tahun terbebas dari kanker saat putranya lahir.

Pertanyaan Umum

Apa itu transplantasi jaringan ovarium?

Prosedur di mana sebagian jaringan ovarium yang mengandung sel penghasil sel telur diambil, dibekukan, lalu ditanam kembali ke tubuh pasien saat siap memiliki anak. Jaringan diharapkan terhubung kembali dengan pembuluh darah dan memulihkan fungsi ovarium.

Berapa lama jaringan ovarium bisa disimpan?

Kasus Kassandra menunjukkan jaringan ovarium dapat disimpan lebih dari 20 tahun dan masih berfungsi. Landon diperkirakan menjadi bayi pertama yang lahir dari jaringan ovarium yang dibekukan lebih dari 20 tahun.

Mengapa Kassandra tidak menjalani pembekuan sel telur?

Pembekuan sel telur membutuhkan beberapa minggu suntikan hormon sebelum pengambilan. Kassandra diberi tahu bahwa ia tidak punya waktu selama itu karena harus segera menjalani kemoterapi agresif.

Jaringan ovarium dibekukan 23 tahun, perempuan 44 tahun melahirkan bayi sehat

  • Kasus langka perempuan hamil anak kembar oleh dua pria sekaligus
  • Kisah perempuan yang lahir tanpa rahim – ‘Sahabat saya mengandung anak saya’
  • Kisah janin yang dioperasi saat masih berada di dalam rahim ibunya

Sumber: BBC News Indonesia

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600