Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Ilyas dan Asep Bapung Jadi Cerminan Pelayanan Prima Pegawai Dukcapil Kabupaten Bogor

×

Ilyas dan Asep Bapung Jadi Cerminan Pelayanan Prima Pegawai Dukcapil Kabupaten Bogor

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Junjung 5S: Sapa, Senyum, Sopan, Santun, Salam. Warga Merasa Dilayani, Bukan Dipersuli

BOGOR_HARIANESIA.COM_Di balik loket dan meja pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bogor, ada wajah-wajah yang kini jadi rujukan.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Ilyas dan Asep Bapung disebut warga sebagai cermin dari budaya para pegawai kerja baru Dukcapil: humanis, cepat, dan tanpa pungli.

Keduanya bukan sekadar pegawai struktural, Ilyas dan Asep Bapung menekankan prinsip standart tinggi dalam kualitas penerapan pelayanan terhadap masyarakat: Sapa, Senyum, Sopan, Santun, Salam ( 5 S ) kepada setiap pemohon layanan.

“Kalau orang datang urus KTP, KK, atau akta, mereka datang dengan kebutuhan mendesak. Tugas kami buat mereka pulang dengan rasa lega, bukan kecewa,” ujar Asep Bapung saat ditemui di Kantor Dukcapil Pelayanan Publik, Selasa 4 Agustus 2026.

Dari Antrean Panjang ke Pelayanan Humanis

Selama setahun terakhir, Dukcapil Kabupaten Bogor berbenah. Antrean yang dulu mengular kini dipangkas dengan sistem antrean digital dan layanan “jemput bola” ke desa.

Baca Juga :  Kunjungi Warga Kurang Mampu, Lurah Kotabaru Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan di RT 006 RW 001

Yang membedakan, menurut warga, adalah sikap petugasnya.
“Saya urus akta lahir cucu. Petugasnya nyapa duluan, senyum, jelasin pelan-pelan. Padahal saya sudah sepuh. Rasanya dihargai,” kata Enah, 62, warga Cibinong.

Hal yang sama dirasakan Dedi, pemohon KTP-el di Cisarua. “Dulu takut ke Dukcapil. Sekarang petugasnya sapa, ramah. Urusan 15 menit selesai.”

Ilyas menyebut, 5S bukan sekadar slogan di dinding. “Ini Standar Operasional Prosedur ( SOP ) Kami evaluasi lewat CCTV, survei kepuasan, dan grup pengaduan. Pegawai yang melayani dengan hati, tegasnya.

Arahan Kadis: Pelayanan Adalah Wajah Negara

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah, S.Sos. memberikan arahan langsung kepada seluruh jajaran pada setiap waktu apel pagi.

Baca Juga :  ​Realisasi Anggaran Kecamatan di Kota Bogor Capai 95%, Komisi I Soroti Krisis Fasilitas Kelurahan

“Ingat, Dukcapil adalah wajah negara di mata rakyat. Masyarakat tidak butuh birokrasi yang berbelit. Mereka butuh kepastian, kecepatan, dan perlakuan manusiawi,” kata Renaldi.

Ia menekankan 3 poin utama untuk seluruh pegawai:

1. *Prioritaskan 5S dalam setiap interaksi.* “Sapa dulu, senyum dulu. Itu gratis, tapi dampaknya besar.”

2. *Zero komplain, zero pungli.* “Gunakan aplikasi pengaduan. Setiap laporan harus selesai dalam 1×24 jam.”

3. Inovasi harus menyentuh. “Digitalisasi bagus, tapi jangan lupakan lansia dan disabilitas, Jemput bola ke desa harus terus jalan.”

“Kita ingin ketika orang pulang dari Dukcapil, mereka bilang: ‘pelayanannya enak’. Itu target kita 2026,” pungkas Renaldi.

Dampak ke Kepuasan Publik

Berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat internal Pemkab Bogor semester I 2026, indeks kepuasan layanan Dukcapil naik ke 88,7 dari sebelumnya 81,2. Keluhan terlama juga turun dari 7 hari kerja menjadi rata-rata 3 hari kerja.

Baca Juga :  Anhar Tanjung Tegaskan Tak Terlibat Website “Yayasan Anhar Tanjung Baru”, Minta Publik Waspada

Dengan gaya pelayanan yang humanis itu, nama Ilyas dan Asep Bapung kini sering disebut warga sebagai cermin bukan karena seorang staf pegawai saja, tapi karena mereka menghidupkan 5S setiap hari.

Bagi Renaldi, pegawai Dukcapil Kabupaten Bogor ini cermin yang mewakili seluruh para pegawai dibawah kepemimpinannya seperti Ilyas dan Asep, maka tidak ada lagi cerita warga dipersulit mengurus hak dasarnya,”tutupnya.

Red/Jay

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600