Ekonomi

IHSG Tertekan Skandal Penyadapan, Kepercayaan Investor Menurun

IHSG Tertekan Skandal Penyadapan — Papan elektronik menampilkan pergerakan IHSG yang melemah di zona merah
IHSG kembali melemah ke level 4.860,94 pada penutupan sesi pertama perdagangan Rabu (4/11).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Rabu (4/11), sehari setelah sempat ditutup menguat tipis. IHSG dibuka melemah 47,33 poin atau 0,97 persen ke level 4.856,96, dan tekanan jual berlanjut hingga indeks menyentuh level terendah 4.824,36.

Pada penutupan sesi pertama, IHSG berada di level 4.860,94 atau melemah 43,35 poin (0,88 persen). Sepanjang sesi, indeks sempat bergerak ke level tertinggi 4.902,71 sebelum kembali terkoreksi.

Penguatan sehari sebelumnya belum mampu membawa IHSG keluar dari tekanan. Pada Selasa (3/11), IHSG ditutup menguat 15,48 poin atau 0,31 persen ke level 4.919, setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam hingga 3,49 persen.

Selasa (3/11): IHSG ditutup menguat 15,48 poin (0,31 persen) ke level 4.919, setelah sempat terkoreksi 3,49 persen.

Rabu (4/11): IHSG dibuka melemah 47,33 poin (0,97 persen) ke level 4.856,96 dan bertahan di zona merah pada sesi pertama.

Tekanan Datang dari Isu Penyadapan

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai skandal penyadapan berpotensi menggerus kepercayaan pasar terhadap stabilitas nasional dan integritas birokrasi. Kondisi itu dinilai dapat berdampak terhadap iklim investasi, aktivitas dunia usaha, hingga pergerakan pasar keuangan domestik.

Menurut Esther, persoalan penyadapan tidak hanya menyangkut aspek hukum dan keamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha dan investor.

“Tentu saja akan berdampak pada kepercayaan pasar menurun,” ujar Esther ketika dihubungi JawaPos.com, Rabu (4/11).

— Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Indef

Esther mengatakan skandal penyadapan dapat memicu kekhawatiran pelaku usaha mengenai stabilitas nasional dan integritas birokrasi. Ketidakpastian yang muncul, lanjutnya, berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Kekhawatiran investor terhadap perkembangan situasi tersebut, menurut Esther, dapat tercermin melalui instrumen keuangan jangka pendek, termasuk pasar saham. Investor berpotensi mengambil langkah lebih berhati-hati dalam menentukan keputusan investasi.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku pasar juga dapat mempertimbangkan untuk mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap IHSG apabila sentimen negatif berlangsung secara berkelanjutan.

“Ketidakpastian akibat isu penyadapan terbukti memicu aksi jual oleh investor yang cemas, menyebabkan IHSG mengalami tekanan hebat dan depresiasi yang cukup tajam akibat penurunan kepercayaan pasar secara mendadak.”

— Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Indef

Dampak ke Dunia Usaha dan Arus Modal

Esther menambahkan, dampak lainnya dapat dirasakan oleh dunia usaha, terutama dalam pengambilan keputusan strategis. Korporasi besar maupun investor asing berpotensi menunda ekspansi dan investasi baru sembari mencermati penyelesaian skandal tersebut.

Investor cenderung mengambil posisi bertahan hingga memperoleh kepastian mengenai penanganan persoalan secara transparan dan profesional oleh otoritas hukum.

Selain itu, sentimen negatif domestik juga berpotensi mendorong arus modal keluar atau capital outflow. Ketika investor global mengurangi eksposur terhadap aset di negara yang menghadapi ketidakpastian politik dan keamanan, tekanan terhadap mata uang lokal dapat meningkat.

“Ketika investor global mengurangi eksposur mereka pada aset-aset di negara yang sedang mengalami kegaduhan politik-keamanan, tekanan terhadap mata uang lokal akan meningkat, yang berisiko memicu gangguan ekonomi makro yang lebih luas,” ungkapnya.

— Esther Sri Astuti, Direktur Eksekutif Indef

  • IHSG dibuka melemah 47,33 poin (0,97 persen) ke level 4.856,96 pada Rabu (4/11) dan sempat menyentuh 4.824,36.
  • Indef menilai skandal penyadapan menurunkan kepercayaan pasar terhadap stabilitas nasional dan integritas birokrasi.
  • Sentimen negatif berpotensi memicu penundaan ekspansi korporasi hingga arus modal keluar yang menekan mata uang lokal.

Pertanyaan Umum

Berapa level IHSG pada penutupan sesi pertama Rabu (4/11)?

IHSG ditutup melemah 43,35 poin atau 0,88 persen ke level 4.860,94 pada sesi pertama, setelah sempat bergerak ke level tertinggi 4.902,71.

Mengapa IHSG kembali tertekan?

Menurut Esther Sri Astuti dari Indef, ketidakpastian akibat isu penyadapan memicu aksi jual investor yang cemas dan menurunkan kepercayaan pasar secara mendadak.

Apa dampak lanjutan yang dikhawatirkan pelaku pasar?

Selain tekanan di pasar saham, Esther menyoroti potensi penundaan ekspansi korporasi dan investor asing, serta risiko arus modal keluar yang dapat menekan mata uang lokal.

Sumber: JawaPos

Exit mobile version