Harianesia JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali melemah usai bergerak tipis hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (4/11/2026), rupiah spot ditutup di level Rp 18.168 per dolar Amerika Serikat (AS).
Alhasil, rupiah melemah 0,04% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 18.160 per dolar AS. Pergerakan yang nyaris datar itu menandakan tekanan jual terhadap rupiah masih berlangsung, meski dengan intensitas yang lebih ringan dibanding sesi-sesi sebelumnya.
Hingga pukul 15.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, yuan China menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,12%.
Selanjutnya ada peso Filipina yang ditutup tertekan 0,09% dan rupee India pun terkoreksi 0,09%. Diikuti, dolar Taiwan yang sudah ditutup turun 0,08%.
- Rupiah spot ditutup di Rp 18.168 per dolar AS pada Rabu (4/11/2026).
- Rupiah melemah 0,04% dibanding penutupan sebelumnya di Rp 18.160.
- Yuan China menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terdalam, terkoreksi 0,12%.
Yen dan Baht Memimpin Penguatan
Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,42%. Lalu ada baht Thailand yang terkerek 0,4%.
Berikutnya, won Korea Selatan menanjak 0,39%. Disusul, dolar Singapura dan ringgit Malaysia yang sama-sama naik 0,24%.
Kemudian, dolar Hong Kong terlihat menguat tipis 0,01% terhadap the greenback pada sore ini. Dengan demikian, mayoritas mata uang Asia justru bergerak menguat terhadap dolar AS, sementara rupiah dan sejumlah mata uang lain di kawasan masih tertahan di zona pelemahan.
Posisi Rupiah di Tengah Variasi Mata Uang Asia
Pelemahan tipis rupiah hari ini menempatkannya sejalan dengan yuan China, peso Filipina, rupee India, dan dolar Taiwan yang juga ditutup di zona merah. Namun besaran koreksi rupiah—0,04%—relatif lebih kecil dibanding yuan yang terkoreksi 0,12%.
Sebaliknya, kelompok mata uang yang menguat dipimpin oleh yen Jepang dengan kenaikan 0,42%, disusul baht Thailand 0,4%, dan won Korea Selatan 0,39%. Dolar Singapura dan ringgit Malaysia melengkapi daftar penguatan dengan kenaikan masing-masing 0,24%.
| Mata Uang | Perubahan |
|---|---|
| Yen Jepang | +0,42% |
| Baht Thailand | +0,40% |
| Won Korea Selatan | +0,39% |
| Dolar Singapura | +0,24% |
| Ringgit Malaysia | +0,24% |
| Dolar Hong Kong | +0,01% |
| Dolar Taiwan | -0,08% |
| Peso Filipina | -0,09% |
| Rupee India | -0,09% |
| Yuan China | -0,12% |
Dari sisi rupiah sendiri, level Rp 18.168 per dolar AS menjadi penutupan terbaru yang mencerminkan pergerakan sangat tipis sepanjang sesi. Selisih delapan poin dari penutupan sebelumnya menunjukkan pasar masih menahan posisi menjelang akhir perdagangan.
Pergerakan yang bervariasi di kawasan Asia juga menggambarkan belum adanya arah tunggal yang dominan. Sebagian mata uang berhasil menguat, sementara sebagian lain tetap tertekan, dengan rupiah berada di kelompok yang masih melemah meski dengan besaran terbatas.
Pertanyaan Umum
Berapa nilai tukar rupiah spot pada 4 November 2026?
Rupiah spot ditutup di level Rp 18.168 per dolar Amerika Serikat pada Rabu (4/11/2026).
Berapa besar pelemahan rupiah hari ini?
Rupiah melemah 0,04% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 18.160 per dolar AS.
Mata uang Asia mana yang paling dalam melemah dan paling besar menguat?
Yuan China menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,12%, sedangkan yen Jepang menjadi yang terkuat setelah melesat 0,42%.
Sumber: Kontan
