KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,32% ke level 4.919,77 pada perdagangan Rabu. Kenaikan itu disertai net buy asing sebesar Rp 265 miliar.
Sejumlah saham menjadi buruan utama investor asing. Saham yang paling banyak diborong asing adalah BBCA, ANTM, ASII, TINS, dan TLKM.
Meski begitu, Head of Retail Research Fanny Suherman menilai IHSG berpotensi kembali melemah sepanjang belum menembus resistance di 4.950–4.970 pada perdagangan hari ini, Kamis (5/11/2026).
“Support IHSG berada di level 4.800–4.850 dan resistance 4.950–4.970,” kata Fanny dalam risetnya.
Pergerakan IHSG hari ini akan ditentukan oleh kemampuan indeks menembus area resistance, sehingga arah net buy asing pada sesi sebelumnya belum tentu berlanjut.
Dengan posisi indeks yang masih di bawah resistance, Fanny menyusun sejumlah rekomendasi saham pilihan dari BNI Sekuritas untuk dicermati pelaku pasar.
Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mendapat rekomendasi Speculative Buy dengan area beli di Rp 300–Rp 308. Batas cut loss berada di bawah Rp 298, sementara target dekat di Rp 318–Rp 328.
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga direkomendasikan Speculative Buy pada area beli Rp 1.320–Rp 1.370. Cut loss di bawah Rp 1.310 dengan target dekat Rp 1.420–Rp 1.450.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masuk kategori Buy if Break di atas Rp 3.130. Target dekat dipasang di Rp 3.270–Rp 3.300 dan cut loss di bawah Rp 3.030.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) direkomendasikan Speculative Buy dengan area beli Rp 3.320–Rp 3.380. Batas rugi di bawah Rp 3.300, target dekat Rp 3.420–Rp 3.560.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mendapat rekomendasi Speculative Buy di area beli Rp 2.370. Cut loss di bawah Rp 2.330 dengan target dekat Rp 2.450–Rp 2.500.
Terakhir, PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) direkomendasikan Buy on Weakness pada area beli Rp 65–Rp 70. Batas rugi di bawah Rp 65 dan target dekat di Rp 73–Rp 75.
| Saham | Rekomendasi |
|---|---|
| BRMS | Speculative Buy, area beli Rp 300–Rp 308 |
| HRTA | Speculative Buy, area beli Rp 1.320–Rp 1.370 |
| INCO | Buy if Break di atas Rp 3.130 |
| AMMN | Speculative Buy, area beli Rp 3.320–Rp 3.380 |
| CPIN | Speculative Buy, area beli Rp 2.370 |
| IATA | Buy on Weakness, area beli Rp 65–Rp 70 |
Membaca Sinyal Asing dan Level Kunci
Net buy asing Rp 265 miliar pada sesi sebelumnya menjadi sinyal awal bahwa minat investor luar terhadap saham-saham berkapitalisasi besar masih terjaga. BBCA dan TLKM yang masuk daftar buruan asing mewakili sektor perbankan dan telekomunikasi, sementara ANTM, TINS, dan ASII mencerminkan minat pada komoditas serta otomotif.
Namun, Fanny menegaskan bahwa selama IHSG belum break di 4.950–4.970, tekanan pelemahan masih mungkin berlanjut. Level support 4.800–4.850 menjadi acuan berikutnya jika indeks gagal mempertahankan posisi.
- IHSG ditutup naik 0,32% ke 4.919,77 dengan net buy asing Rp 265 miliar.
- Resistance IHSG berada di 4.950–4.970 dan support di 4.800–4.850.
- Enam saham direkomendasikan BNI Sekuritas, dari BRMS hingga IATA.
Bagi pelaku pasar, rekomendasi ini menekankan pentingnya disiplin pada area beli dan batas rugi yang sudah ditetapkan. Posisi indeks yang masih di bawah resistance membuat strategi bertahap lebih relevan dibanding masuk sekaligus.
Pertanyaan Umum
Berapa level resistance dan support IHSG saat ini?
Menurut riset Fanny Suherman, support IHSG berada di 4.800–4.850 dan resistance di 4.950–4.970.
Saham apa saja yang paling banyak diborong asing?
Lima saham teratas yang paling banyak diborong asing adalah BBCA, ANTM, ASII, TINS, dan TLKM.
Apa rekomendasi untuk saham INCO?
INCO direkomendasikan Buy if Break di atas Rp 3.130 dengan target dekat Rp 3.270–Rp 3.300 dan cut loss di bawah Rp 3.030.
Sumber: Kontan




















